Jakarta, Gizmologi – Masa depan Bungie tampaknya kembali memasuki periode sulit. Setelah hampir satu dekade menjadi salah satu live service shooter terbesar, Destiny 2 disebut akan menghentikan pengembangan konten baru pada Juni 2026. Kabar ini muncul di tengah laporan baru soal potensi PHK internal dan ketidakjelasan nasib proyek Destiny berikutnya.
Menurut laporan terbaru dari Jason Schreier di Bloomberg, update pada 9 Juni mendatang akan menjadi “last hurrah” untuk Destiny 2 sebelum Bungie mulai mengurangi aktivitas pengembangan game tersebut. Menariknya, rumor lama soal Destiny 3 kini juga mulai dipertanyakan, dengan indikasi bahwa proyek tersebut kemungkinan tidak pernah benar-benar masuk tahap produksi serius.
Situasi ini datang di momen yang cukup sensitif bagi Bungie dan Sony. Di satu sisi, Destiny selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung finansial studio. Namun di sisi lain, Bungie juga tengah mencoba membangun Marathon sebagai franchise live service baru, meski performanya sejauh ini belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Baca Juga: 007 First Light Resmi Meluncur Mei 2026, IO Interactive Bawa James Bond ke Arah Baru
Destiny 3 Tidak Jelas, Bungie Hadapi PHK
Laporan Bloomberg menyebut Bungie akan melakukan pemutusan hubungan kerja setelah update besar Destiny 2 pada Juni nanti. Sayangnya belum diketahui berapa banyak karyawan yang terdampak, tetapi sumber internal menyebut beberapa proposal game baru, termasuk proyek terkait Destiny, belum mendapat lampu hijau dari manajemen.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar soal arah Bungie ke depan. Setelah Sony mengakuisisi Bungie dengan nilai besar beberapa tahun lalu, ekspektasi terhadap studio ini memang sangat tinggi, khususnya dalam pengembangan live service game. Namun beberapa proyek internal Bungie kabarnya terus mengalami restrukturisasi.
Jika Destiny 2 benar-benar berhenti menerima pengembangan besar, maka Bungie praktis kehilangan salah satu franchise live service paling stabil di industri. Apalagi komunitas Destiny sendiri masih cukup aktif meski usia game sudah mendekati satu dekade.
Marathon Jadi Fokus Baru Bungie
Di tengah ketidakpastian dari kelanjutan Destiny 2, Bungie disebut akan mengalihkan fokus utama ke Marathon. Game extraction shooter tersebut memang sempat mendapatkan respons cukup positif saat rilis awal, tetapi jumlah pemain aktifnya kini mulai menurun.
Laporan terbaru menyebut peak concurrent player Marathon kini berada di kisaran 10 hingga 12 ribu pemain harian. Angka itu dinilai belum cukup kuat untuk standar live service modern, terlebih dengan biaya pengembangan dan ekspektasi tinggi dari Sony.
Karena itu, Bungie disebut mulai mencoba mengubah pendekatan Marathon dengan menambahkan mode PvE dan co-op untuk meningkatkan retensi pemain. Langkah ini cukup menarik karena sejak awal Marathon lebih difokuskan sebagai game PvP extraction shooter kompetitif.
Namun perubahan arah di tengah perjalanan juga bisa menjadi sinyal bahwa Bungie masih mencari formula yang tepat. Jika tidak hati-hati, studio ini berisiko kehilangan dua hal sekaligus, komunitas lama Destiny dan momentum awal Marathon.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
