alexa

Alita: Gelombang Transformasi Digital Harus Perhatikan Keamanan

Jakarta, Gizmologi – Sebagai perusahaan B2B (business to business), nama Alita mungkin kurang populer di kalangan masyarakat. Padahal perusahaan yang berusia lebih dari 26 tahun ini telah bekerja sama dengan hampir semua operator seluler di Indonesia, juga berbagai perusahaan multinasional. Bahkan dipercaya Facebook untuk membangun jaringan fiber optik sepanjang 3.000 km di Indonesia mulai Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi.

Baca juga: Kolaborasi Facebook dan Alita Perluas Jaringan Fiber Optik di Indonesia

Belum lama ini, Alita bahkan baru saja memperoleh Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau lebih dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS) ISO 27001. Hal ini karena perusahaan telah menerapkan standar internasional dalam manajemen keamanan informasi.

Menurut Fita Indah Maulani, Head of Corporate and Marketing Communication PT Alita Praya Mitra, sertifikasi ISMS merupakan gambaran bagaimana perusahaan dapat melindungi serta memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi.

“Sertifikasi ini diperoleh atas komitmen perusahaan dalam mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi. Standar operasional prosedur perusahaan harus berjalan sesuai dengan standar keamanan siber, salah satunya mengacu pada ISO 27001,” ujarnya.

Alita Raih ISO 27001:2013 untuk Manajemen Keamanan Informasi

AlitaDengan mengantongi ISO 27001:2013, saat ini Alita telah menetapkan persyaratan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi dalam konteks organisasi. Ini juga mencakup persyaratan untuk penilaian dan penanganan risiko keamanan informasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Sebagai perusahaan yang berfokus dalam menghadirkan solusi teknologi informasi dan komunikasi, Alita melihat gelombang transformasi digital saat ini harus memperhatikan sisi keamanan.

Keamanan informasi menjadi tanggung jawab semua pihak dalam perusahaan, perlu ditumbuhkan kesadaran pada seluruh sumber daya manusia mengenai pentingnya menjaga data privasi perusahaan dan pelanggan serta mengetahui tentang keamanan siber.

Kemudian, perusahaan juga harus menerapkan sebuah sistem keamanan yang mampu melindung data-data perusahaan. Terakhir, perusahaan juga harus menerapkan teknologi keamanan yang tepat untuk melindungi data dan bisnis perusahaan di era digital.

Dalam menjaga data makin aman di era digital, perusahaan perlu memiliki lebih dari satu tempat penyimpanan, di mana satu lokasi khusus untuk menyimpan data-data penting dan terenskripsi, dan lokasi lain untuk menyimpan data lainnya, atau digunakan sebagai sistem cadangan untuk menjaga keandalan operasional perusahaan.

PT Alita Praya Mitra saat ini telah mengantongi tiga standar internasional melalui sertifikasi ISO, yaitu ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 27001:2013.

ISO 9001:2015 merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu. ISO 45001:2018 merupakan satu standar internasional yang memberikan arahan untuk menerapkan sistem manajemen kesehatan & keselamatan kerja (K3). ISO 27001:2013 merupakan suatu standar internasional penerapan sistem manajemen kemanan informasi.

Layanan bisnis Alita sendiri saat ini mencakup penyedia (sistem integrator dan managed service), solusi jaringan, solusi fiber, dan solusi pintar. Jaringan serat optik yang dimiliki mencapai lebih dari 8.000 km di seluruh negeri untuk akses broadband, jaringan backbone, dark fiber, dan active network.

Tinggalkan komen