Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Siap Gantikan OTP, PayConfirm Klaim Lebih Aman untuk Transaksi Digital

Transaksi keuangan digital terus tumbuh dan berkembang secara pesat di Indonesia. Namun, masalah keamanan masih menjadi salah satu faktor yang menjadi tantangan utama. Menurut Badan Siber ​​dan Sandi Nasional (BSSN), Indonesia mengalami 232,45 juta serangan siber pada tahun 2018. Hal tersebut yang ingin dijawab Airome Technologies dengan mengembangkan PayConfirm.

Airome sendiri adalah perusahaan pengembang solusi solusi keamanan siber untuk perbankan digital dan sistem pengelolaan dokumen elektronik berbasis di Singapura. Menurut Denis Kalemberg, Co-Founder dan CEO Airome Technologies, PayConfirm merupakan solusi kami yang aman, mudah digunakan dan nyaman bagi klien bank, dan yang terpenting adalah hemat biaya bagi bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan.

“Kami percaya solusi ini sangat penting, tepat waktu dan relevan dengan pasar, mengingat perubahan dinamis yang terjadi di Indonesia dan yang lebih luas, di wilayah Asia Tenggara,” kata Denis.

Lebih lanjut, Kalemberg mengatakan ekosistem startup yang dinamis dan sukses di Indonesia merupakan bukti dari perubahan positif yang terjadi pada perekonomian Indonesia. “Namun, meningkatnya kasus serangan siber adalah masalah yang perlu diatasi oleh negara ini secara cepat dan pasti. Dengan meningkatnya sistem pembayaran digital, kami melihat adanya peningkatan kejahatan penipuan dan  transaksi online tanpa izin,” kata Kalemberg saat berkunjung ke Jakarta (5/2).

Baca juga: Tips Menjaga Keamanan Akun dari Pelaku Kejahatan Siber

PayConfirm AIrome

Fitur PayConfirm

Aplikasi bernama PayConfirm ini memberikan konfirmasi transaksi yang aman dalam perbankan digital dan sistem manajemen e-dokumen pada perangkat seluler. Ketika bertransaksi, biasanya pihak bank selalu meminta memasukkan one time password (OTP) yang dikirim ke nomor hp atau SMS kamu. Menurut Airome, cara ini sudah kuno dan rentan diretas.

PayConfirm dirancang untuk menggantikan sistem konfirmasi pembayaran yang relatif lebih rentan seperti OTP (one time password) berbasis sms dan pin. Dengan PayConfirm, pengguna tak perlu lagi memasukkan OTP. Tetapi menggantinya dengan otentikasi adaptif melalui sistem biometrik seperti sidik jari (fingerprint) atau pengenal wajah (face recognition).

Bahkan PayConfirm memungkinkan untuk melakukan transaksi secara offline. Sehingga, meski tanpa SIM card terpasang, pengguna tetap bisa bertransaksi. Sistem yang dikembangkan tidak ada ketergantungan pada layanan operator seluler, perangkat keras maupun waktu pengiriman SMS.

Dalam mengonfirmasi transaksi, PayConfirm menggunakan algoritma kriptografi asimetris. Artinya kunci digital dihasilkan dan disimpan secara ketat di sisi klien bank dan tidak dapat dicegat serta tanda tangan tidak dapat diproduksi oleh pihak ketiga mana pun.

PayConfirm melindungi perbankan dan klien dari ancaman keamanan paling umum di perbankan digital seperti penipuan pertukaran SIM, phishing (metode penipuan yang mengelabui target untuk mencuri informasi penting korban dengan maksud tertentu), penggantian detail rekening bank dan banyak lainnya.

Airome menawarkan tingkat keamanan yang tinggi bagi kliennya dan cara mudah melindungi pembayaran yang dilakukan melalui saluran digital manapun, seperti internet banking, mobile banking, CNP (card-not-present), private banking dan lainnya.

Sebagai langkah awal, Kalemberg mengatakan pihaknya saat ini tengah berupaya untuk memasuki pasar Indonesia dan menjalin kerja sama dengan bank-bank besar di tanah air, lewat kemitraan strategis yang dijembatani oleh iTEKO. Namun, iTEKO ini bukan perusahaan Indonesia, melainkan perusahaan asal Rusia.

Mengapa kerja samanya tidak langsung dengan perusahaan asal Indonesia? Airome berdalih alasannya terkait bisnis. Selama dua belas tahun terakhir, iTEKO berperan penting dalam menghubungkan para pemimpin bisnis Rusia dan Indonesia, memfasilitasi kesepakatan bisnis utama dan mendukung pertumbuhan bagi para mitranya.

“Kemitraan dengan iTEKO diharapkan dapat mempercepat strategi go-to-market mereka untuk kemudian membantu organisasi keuangan di Indonesia dalam menurunkan risiko transaksi tanpa izin yang dihasilkan oleh pihak ketiga, pengelabuan, dan penyerangan rekayasa sosial,” kata Kalemberg.

Sebelumnya, Airome juga sempat mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia lewat kerja sama dengan Oz Forensics. Kerja sama Airome Technologies dan Oz Forensic tersebut memungkinkan klien mereka untuk mengintegrasikannya secara mudah pada layanan bank jarak jauh dan aplikasi mobile dari berbagai bank di Indonesia.