Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Piql Tawarkan Penyimpanan Data di Antartika, Aman Hingga Generasi Masa Depan

0 106

Selain perkembangan teknologi yang terus berkembang, metode penyimpanan data juga kini hadir dalam bentuk yang beragam. Penyimpanan data sendiri dirasa cukup atau bahkan sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki data penting dan harus tersimpan dengan aman. Saat ini, beragam metode penyimpanan memiliki risiko masing-masing.

Sebut saja perangkat keras seperti HDD yang punya risiko malfungsi, atau layanan cloud yang mungkin suatu saat ada risiko kerusakan atau upaya peretasan dan akses data. Untuk tingkat perusahaan atau badan pemerintahan, faktor-faktor tersebut menjadi krusial. Maka dari itu, RDS Group bekerja sama dengan Piql, mencoba hadirkan solusi pelestarian data yang revolusioner.

Melalui kolaborasi dua pihak tersebut, mereka mencoba untuk berikan solusi agar generasi penerus nanti bisa tetap mengaksses berbagai dokumen penting yang telah dibuat saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Randy Chandra, selaku CEO dan co-founder RDS Group dalam sebuah rilis (12/11). RDS Group sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan layanan solusi manajemen bisnis berbasis IT.

Baca juga: IntSights Paparkan Risiko Keamanan Data Perusahaan Saat WFH

Piql Mampu Lestarikan Data Hingga Ratusan Tahun

Piql
General Manager Marketing & Sales BPO Stephanus Riko jelaskan cara kerja mesin Piql pada acara Soft Launch (12/11).

Sementara Piql memiliki spesialisasi dalam pelestarian digital dan penyimpanan data jangka panjang, telah merancang teknologi yang dibuat khusus menjaga data hingga ratusan tahun tanpa perlu migrasi. Piql bahkan juga menawarkan penyimpanan di Arctic World Archive, sebuah tempat di dalam gunung Arktik yang juga simpan banyak memori dunia berharga.

Dengan begitu, data yang tersimpan bisa bertahan selama berabad-abad tanpa listrik maupun migrasi, dengan garansi akses hingga ke generasi di masa depan.  Solusi penyimpanan dan pelestarian data dari Piql tak hanya untuk dokumen kertas, namun juga film, microfilm, pita rekaman, peta, gambar sampai suara.

Gunakan teknologi Optical Character Recognition, data digital nantinya dapat dicari dengan mudah, dan menambahkan metadata sesuai keperluan. Solusi hulu ke hilir ini nantinya tersedia di Indonesia berkat kolaborasi dengan RDS Group.

Piql AS sendiri adalah perusahaan dari Norwegia, dengan proyek riset dan pengembangan ekstensif, serta didukung oleh Uni Eropa dan pemerintah Norwegia. Dukungan tersebut memungkinan Piql untuk bekerja sama dengan mitra teknologi, institusi riset serta ahli pelestarian data.

Jawab Kebutuhan Pasar Untuk Keamanan Penyimpanan Data

Piql
(Ki-Ka) Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale, CEO dan Co-Founder RDS Group Randy Chandra, General Manager Marketing & Sales BPO Stephanus Riko dan General Manager Piql AS Rune Bjerkestrand pada acara Soft Launch Piql AS.

Juga ditawarkan layanan daring, piqlConnect yang menyediakan layanan penyimpanan daring serta luring. Di mana seluruh dokumen luring dapat dicari secara daring lewat metadata, dan dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah digunakan.

“Kami selalu berusaha untuk menjawab kebutuhan pasar dengan mengembangkan teknologi dan solusi yang disesuaikan dan dibuat secara khusus. Kami berharap kolaborasi kami dengan RDS Group dapat diterima dengan baik oleh perusahaan dan badan pemerintahan di Indonesia,” jelas Rune Bjekestrand, Managing Director Piql AS.

Kolaborasi kedua pihak sejalan dengan semangat untuk terus berinovasi, sambil terus tawarkan solusi baru yang jawab kebutuhan pasar. “Kami percaya solusi baru yang kami luncurkan dapat membantu tidak hanya perusahaan, tetapi juga badan pemerintahan untuk dapat melestarikan data di fasilitas dengan keamanan tingkat tinggi,” tutup Rendy Chandra.