Ferrari Luce Pakai Layar OLED Samsung, Kokpit Mobil Kini Makin Mirip Gadget Premium

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Ferrari resmi memperlihatkan lebih banyak detail soal Ferrari Luce, mobil terbaru yang dirancang bersama mantan desainer Apple, Jony Ive. Tidak hanya desain eksteriornya yang futuristis, bagian interior mobil ini juga menjadi sorotan karena menggunakan sistem layar OLED buatan Samsung Display dengan konsep yang cukup tidak biasa untuk industri otomotif.

Ferrari Luce sendiri disebut membawa tiga zona display digital dengan total empat ukuran panel berbeda, mulai dari 6,3 inci hingga 12,9 inci. Menariknya, Ferrari dan Samsung tidak hanya sekadar memasang layar besar di dashboard, tetapi mencoba menghadirkan pengalaman kokpit yang lebih “hidup” lewat kombinasi panel OLED dan elemen fisik tradisional.

Pendekatan ini cukup menarik di tengah tren industri otomotif modern yang mulai dipenuhi layar datar besar layaknya tablet. Banyak produsen memang berlomba menghadirkan interior serba digital, tetapi tidak sedikit kritik yang muncul karena pengalaman berkendara terasa terlalu steril dan kehilangan karakter mekanikal khas mobil performa tinggi.

Baca Juga: BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Jadi MPV Hybrid Pertama BYD di Tanah Air

Kombinasi OLED dan Jarum Analog Jadi Sorotan

Salah satu fitur paling unik di Ferrari Luce ada pada instrument cluster di depan pengemudi. Sistem ini menggunakan dua panel OLED bertumpuk berukuran 12 inci dan 12,9 inci dengan teknologi HIAA (Hole In Active Area) milik Samsung.

Teknologi tersebut memungkinkan Ferrari menghadirkan lubang besar di dalam layar OLED untuk menempatkan jarum fisik analog. Jika di smartphone Samsung biasanya hanya membuat lubang kecil untuk kamera selfie, di Ferrari Luce ukuran lubang ini bahkan disebut 20 kali lebih besar.

Hasil akhirnya adalah tampilan dashboard tiga dimensi yang memadukan grafis digital dan elemen mekanikal tradisional. Secara konsep, pendekatan ini terlihat mencoba menjaga identitas Ferrari yang dikenal emosional dan mekanis, meski mobil modern kini semakin terdigitalisasi.

Panel tengah berukuran 10,1 inci juga memakai pendekatan serupa. Layar ini dapat menampilkan fitur seperti stopwatch, compass, hingga jam analog dengan jarum fisik yang benar-benar bergerak di atas layar OLED.

Interior Futuristis, Tapi Harga Tetap Jadi Realita

Selain area depan, Ferrari juga menambahkan layar 6,3 inci untuk penumpang belakang yang berfungsi mengatur climate control hingga menampilkan informasi dinamika kendaraan.

Ferrari menyebut sistem display ini sebagai bentuk integrasi hardware dan software yang lebih seamless. Di atas kertas, konsep tersebut memang terdengar ambisius dan berbeda dibanding dashboard mobil premium pada umumnya.

Namun di luar inovasi teknologinya, Ferrari Luce tetap menjadi produk yang sangat eksklusif. Mobil ini dibanderol sekitar €550 ribu, angka yang tentu membuatnya jauh dari jangkauan mayoritas konsumen.

Meski begitu, kolaborasi Ferrari, Jony Ive, dan Samsung menunjukkan bagaimana industri otomotif premium kini mulai bergerak ke arah pengalaman digital yang lebih artistik dan personal, bukan sekadar menambah ukuran layar di dashboard.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version