Fitur Video Podcast di Spotify Makin Banyak Peminat

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Spotify melaporkan fitur video podcast di platformnya kini semakin digemari atau banyak peminat. Fitur video podcast memberikan pengalaman untuk pengguna tak hanya mendengarkan podcast saja melainkan menonton video juga.

Hadirnya video podcast, merupakan langkah Spotify dalam pergeseran transformatif dalam pengalaman mendengarkan podcast. Perubahan ini pun telah dimulai sejak dua tahun yang lalu.

”Sejak format video podcast hadir di Indonesia dua tahun yang lalu, kami selalu membayangkannya dapat menyediakan ruang bagi para kreator dalam berekspresi dan mengeksplorasi berbagai cara baru untuk terhubung serta berinteraksi dengan para pendengar,” ujar Carl Zuzarte, Head of Studios, Spotify Southeast Asia.

Baca Juga: Cara Akses Your K-Pop Persona, Menu Interaktif di Spotify

Penggunaan Video Podcast Meningkat Hingga 6 Kali Lipat

Berdasarkan laporan Spotify, konsumsi podcast meningkat hingga 6 kali lipat dalam format video dibandingkan dengan format audio. Peningkatan ini semakin mengukuhkan bahwa melalui format video, pendengar disuguhkan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam.

“Kami begitu bersemangat melihat bagaimana format ini terus berkembang dan mengubah kebiasan para pendengar dalam mengonsumsi konten podcast di Spotify,” ungkap Carl.

Melihat ekspresi dari kreator, respon yang diberikan narasumber, dan latar tempat podcast-nya direkam merupakan segelintir faktor yang membuat pendengar memilih untuk menyaksikan video podcast. Interaktivitas video podcast dimanfaatkan oleh salah satu kreator di Spotify, Lentera Malam.

Kreator podcast tersebut menggunakan video podcast untuk membangun interaksi dengan para pendengarnya. Di Indonesia podcast horor telah mendapatkan pendengar yang sangat antusias, terutama dengan format video. Selama setahun terakhir, telah terjadi peningkatan sebesar 24% dalam rata-rata streaming harian podcast bergenre Mitologi dan Horor di Spotify.

Para pendengar telah menjadi bagian penting dalam proses pembuatan episode Lentera Malam. Adhit dan Jamal melibatkan para pendengarnya untuk ikut berpartisipasi dalam pembuatan episode mendatang dengan memanfaatkan fitur di Spotify, salah satunya Polls.

“Kami selalu berupaya untuk menjaga otentisitas cerita dari setiap narasumber yang ada dengan membiarkan mereka menjadi penutur langsung atas pengalaman yang mereka alami. Hadirnya format video podcast di Spotify membuat kami bisa membawa pengalaman yang lebih riil, karena penonton bisa melihat ekspresi dan reaksi secara langsung, menghadirkan atmosfer mencekam yang bikin semakin merinding ketika mendengarkan cerita horor di Lentera Malam,” ujar Adhit dan Jamal dari Lentera Malam.

Adhit dan Jamal merupakan teman kuliah yang membuat podcast ini atas dasar kesamaan minat mereka terhadap kisah-kisah misteri dan horor. Berawal sejak empat tahun lalu, tepatnya pada 28 Mei 2020, Lentera Malam merekam episode pertamanya di sebuah gudang yang terbengkalai. Sama-sama memiliki hobi naik motor, Adhit dan Jamal merasa format audio dan video merupakan format yang sesuai untuk menemani perjalanan mereka ketika awal membangun podcast Lentera Malam.

Keduanya menambahkan, meskipun kini episode podcast mereka hadir dalam bentuk video, kemudahan navigasi untuk berpindah antara format video dan audio di Spotify membantu para pendengar mereka untuk lebih leluasa menonton atau mendengarkan podcast untuk menemani aktivitas mereka.

Sejak mengunggah episode pertamanya pada 28 Mei 2020 lalu, jumlah streams Lentera Malam meningkat 15631% hingga saat ini. Konsistensi Adhit dan Jamal dalam berkarya telah sukses membangun basis pendengar yang begitu menantikan episode terbaru mereka setiap minggunya, bahkan hingga memboyong penghargaan sebagai Top Horror Podcast of the Year di Indonesia versi WRAPPED 2023.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version