Google Ubah Search Secara Besar-besaran, Kini Gemini Jadi Otak Baru Mesin Pencari

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Google resmi mengumumkan perubahan terbesar untuk mesin pencarinya dalam lebih dari dua dekade lewat ajang Google I/O 2026. Fokus utamanya jelas: AI. Perusahaan kini mulai mengintegrasikan Gemini 3.5 Flash langsung ke pengalaman Search secara global, termasuk merombak tampilan search box agar terasa lebih “konversasional”.

Langkah ini sebenarnya bukan kejutan. Dalam setahun terakhir, Google terus mendorong AI Mode sebagai masa depan Search, dan menurut perusahaan, fitur tersebut kini sudah dipakai lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Dengan basis pengguna sebesar itu, Google tampaknya semakin percaya diri mengubah cara orang mencari informasi di internet.

Namun di balik semua janji kemudahan tersebut, perubahan ini juga menandai pergeseran besar dari model pencarian tradisional berbasis link menuju interaksi ala chatbot. Buat sebagian pengguna, ini terasa praktis. Tetapi di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa AI Search bisa membuat pengguna semakin jarang mengunjungi situs sumber asli.

Baca Juga: realme 16T Meluncur 22 Mei di India, Bawa Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz

Search Kini Bisa Memahami Konteks Lebih Dalam

Kabarnya mereka memang ingin mengatakan search box baru kini dapat menerima input lebih kompleks, mulai dari teks, gambar, video, file, hingga tab Chrome. Search juga akan memberikan saran pertanyaan yang lebih natural, bukan sekadar autocomplete seperti sebelumnya.

Selain itu, pengguna kini bisa melakukan percakapan lanjutan langsung dari AI Overview tanpa perlu memulai pencarian baru. Pengalaman ini sudah mulai digulirkan secara global di desktop maupun mobile pada negara yang mendukung AI Mode.

Mereka juga mengumumkan fitur “search agents” yang akan hadir musim panas nanti untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra. Fitur ini memungkinkan AI bekerja di latar belakang selama 24 jam untuk mencari hal tertentu, misalnya memantau listing apartemen atau mencari layanan tertentu secara otomatis.

AI Makin Personal, Tapi Privasi Jadi Sorotan

Salah satu fitur paling ambisius adalah Personal Intelligence di AI Mode. Pengguna nantinya bisa menghubungkan Gmail, Google Photos, hingga Google Calendar agar AI memahami konteks personal secara lebih mendalam.

Secara teori, ini membuat hasil pencarian jadi lebih relevan dan personal. Tetapi pendekatan tersebut juga membuka diskusi baru soal privasi dan seberapa banyak data pengguna yang dipakai untuk melatih maupun menjalankan AI Google.

Menariknya, Google bahkan mulai memperluas kemampuan agentic AI untuk melakukan panggilan telepon ke bisnis atas nama pengguna di beberapa kategori layanan di AS. Jika fitur ini berjalan mulus, Search ke depannya mungkin bukan lagi sekadar tempat mencari informasi, melainkan asisten digital penuh yang aktif mengambil tindakan untuk pengguna.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version