Qualcomm Ungkap Penyebab Harga HP Naik, Bukan Snapdragon

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
Don McGuire, selaku EVP dan Chief Marketing Officer, Qualcomm Incorporated. (Gizmologi/ Yuslianson)

Harga barang elektronik, termasuk harga HP naik diprediksi akan terus meningkat karena semakin mahalnya komponen memori. Qualcom menyebut, persoalan yang sedang dihadapi industri saat ini bukan kelangkaan chipset Snapdragon. Akan tetapi, semakin sedikit pasokan memori di pasaran karena banyak diserap untuk kebutuhan data center.

Hal tersebut disampaikan oleh Don McGuire, selaku EVP dan Chief Marketing Officer, Qualcomm Incorporated dan ST Liew, Vice President, Qualcomm Technologies, Inc. and President, Qualcomm Southeast Asia, Australia and New Zealand.

Dalam sesi wawancara bersama media saat Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Keduanya menjelaskan, kondisi memori saat ini bisa ikut mendorong harga HP naik serta kapan perusahaan memperkirakan tekanan tersebut mulai mereda.

Bukan Snapdragon yang Jadi Masalah

Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 di Jakarta. (Gizmologi/ Yuslianson)

Qualcomm menegaskan, pasokan chipset Snapdragon bukan persoalan utama sedang dihadapi industri. Menurut perusahaan, tantangan justru berada pada memori yang berada di luar komponen prosesor Snapdragon.

“Kami tidak memiliki masalah pasokan cip, sehingga kami dapat menyediakan cip Snapdragon bagi pelanggan kami dalam jumlah berapa pun yang mereka inginkan,” jawab Don.

Qualcomm menjelaskan, persoalan berikutnya adalah apakah perusahaan dapat memperoleh memori dari pemasok lain. Kondisi tersebut membuat ketersediaan komponen sangat bergantung pada strategi masing-masing produsen smartphone.

Beberapa OEM disebut memiliki divisi yang memproduksi memori, sementara produsen lain membeli komponen tersebut dari pasar terbuka. Karena itu, kondisi pasokan dapat berbeda antara satu OEM dan OEM lainnya.

“Kami tidak akan menjadi hambatan dalam rantai pasok,” jawabnya. Dengan kata lain, Qualcomm menilai chipset Snapdragon bukan titik membatasi produksi smartphone saat ini. Tekanan berakibat harga HP naik justru berada pada komponen memori.

Mengapa Harga HP Naik?

Qualcomm membedakan kenaikan harga perangkat yang muncul akibat inovasi dengan harga HP naik dipicu lonjakan biaya memori. Dalam kondisi normal, smartphone generasi baru bisa mengalami kenaikan harga karena membawa kamera yang lebih baik, kemampuan baru, baterai lebih besar, atau material berbeda. 

Menurut Qualcomm, kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus produk yang biasa terjadi. Namun, lonjakan harga memori menciptakan situasi yang berbeda.

Dom mengatakan, “penyebab ketidaknormalan tersebut adalah harga memori.” Qualcomm menjelaskan, ketika harga memori meningkat jauh di atas kondisi normal, komponen tersebut dapat mengambil porsi biaya smartphone yang jauh lebih besar.

“Karena memori harganya 10 kali lebih mahal, dan kini porsinya terhadap harga HP naik pun lebih besar.” Pernyataan tersebut digunakan Qualcomm untuk menggambarkan bagaimana kenaikan biaya memori dapat memberikan tekanan yang lebih besar terhadap harga perangkat dibanding kenaikan harga yang biasanya muncul karena inovasi.

Qualcomm Siapkan Teknologi untuk Kurangi Beban Memori

Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 diperkenalkan pada Snapdragon Summit 2026. (Doc: Qualcomm)

Qualcomm sendiri mengatakan, mereka sedang mengembangkan pendekatan yang dapat membuat penggunaan memori lebih efisien. Dalam transkrip, teknologi tersebut disebut sebagai HPC.

“Kami berupaya melakukan inovasi pada teknologi memori agar masalah ini tidak menjadi masalah jangka panjang, melainkan hanya masalah jangka pendek bagi pelanggan kami,” jelas Dom.

Menurut Qualcomm, pendekatan tersebut diharapkan mulai hadir pada sejumlah perangkat pelanggan pada 2027. Tujuannya adalah membantu OEM mengelola kebutuhan memori secara lebih efisien dan mencegah harga HP naik.

Qualcomm juga menyebut persoalan memori diharapkan tidak lagi menjadi masalah besar pada akhir 2027 atau awal 2028. “Kami memperkirakan bahwa masalah memori tidak akan lagi menjadi kendala pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028,” katanya.

Belum Bisa Memastikan Harga HP Akan Turun

Ilustrasi sentra toko smartphone ITC Roxy Mas di Jakarta (Foto: Bambang/Gizmologi)

Meski memperkirakan persoalan memori akan membaik dalam beberapa tahun mendatang, Qualcomm tidak memberikan kepastian mengenai arah harga smartphone.

“I cannot predict whether prices will continue to go up. We hope not, but I cannot predict that,” ucap Don

Qualcomm mengatakan perusahaan masih melihat permintaan tinggi terhadap AI agentic. Karena itu, perkembangan kebutuhan komputasi dan memori masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Bagi konsumen, kondisi ini berarti kenaikan harga smartphone tidak semata-mata berkaitan dengan prosesor yang digunakan. Harga memori, kebutuhan data center, inovasi perangkat, serta strategi pengadaan setiap OEM juga dapat memengaruhi biaya akhir sebuah smartphone.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Exit mobile version