Jakarta, Gizmologi – Huawei resmi memperkenalkan HarmonyOS 7 dalam konferensi pengembang yang digelar di Tiongkok. Sistem operasi terbaru ini membawa sejumlah perubahan visual yang cukup signifikan, termasuk desain antarmuka yang mengingatkan pada konsep Liquid Glass yang belakangan populer di industri teknologi.
Tidak hanya tampil lebih modern, HarmonyOS 7 juga menjadi langkah terbaru Huawei dalam memperluas integrasi kecerdasan buatan ke berbagai perangkat. Sistem operasi ini akan hadir untuk smartphone, tablet, komputer, wearable, hingga perangkat Internet of Things (IoT) dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Di tengah persaingan sistem operasi yang semakin ketat, Huawei tampaknya ingin menempatkan AI sebagai salah satu nilai jual utama HarmonyOS 7. Namun seperti tren industri saat ini, pertanyaannya bukan lagi soal ada atau tidaknya AI, melainkan seberapa berguna implementasinya dalam penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Huawei Klaim Punya Pengganti Moore’s Law, Siapkan Arsitektur Chip Baru untuk Kirin 2026
Tampilan Baru dan AI yang Lebih Agresif
Salah satu perubahan paling mencolok di HarmonyOS 7 adalah desain visual baru yang mengusung efek transparansi menyerupai kaca. Elemen antarmuka seperti tombol, slider, hingga layar kunci kini memiliki efek tiga dimensi yang diklaim mampu membuat tampilan sistem terasa lebih hidup dan modern.
Huawei juga memperbarui asisten digitalnya dengan konsep agentic AI yang terintegrasi langsung ke dalam sistem. Perusahaan mengklaim asisten tersebut kini mampu menjalankan lebih banyak perintah di dalam aplikasi dan menyelesaikan tugas yang lebih kompleks dibandingkan asisten virtual konvensional. Selain itu, fitur AI untuk pengeditan foto juga mendapatkan sejumlah peningkatan.
Performa Naik, Tapi Masih Menyisakan Pertanyaan
Selain perubahan visual dan AI, Huawei mengklaim HarmonyOS 7 menawarkan peningkatan performa hingga 15 persen dibandingkan HarmonyOS 6.1. Meski demikian, perusahaan belum menjelaskan secara rinci metode pengujian yang digunakan atau aspek performa apa yang mengalami peningkatan tersebut.
Di atas kertas, peningkatan ini seharusnya berdampak pada proses pembukaan aplikasi yang lebih cepat, navigasi yang lebih mulus, hingga pengalaman gaming yang lebih baik. Namun seperti biasanya, klaim performa semacam ini baru dapat dibuktikan setelah sistem operasi tersedia secara luas dan diuji oleh pengguna secara langsung.
Huawei saat ini telah membuka akses developer beta HarmonyOS 7 untuk sejumlah perangkat yang memenuhi syarat. Sementara versi final dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun ini. Menariknya, pola peluncuran beta hingga jadwal rilis publik yang digunakan Huawei kali ini juga terlihat cukup mirip dengan strategi yang selama ini diterapkan Apple.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
