Jakarta, Gizmologi – Huawei hadirkan kembali acara Indonesia Digital Talent Day, di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu (20/12/2023). Acara ini merupakan wujud dari komitmen Huawei dalam mendukung program Indonesia Emas 2045.
Dalam Indonesia Digital Talent Day, Huawei umumkan bahwa ia telah mencapai target dalam mencari talenta digital. Sebelumnya Huawei memiliki target 100 ribu talenta digital hingga 2025 yang dibuat bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSK) Republik Indonesia.
“Di 2020 kami bikin kerja sama dengan KSP untuk melatih dan menciptakan talenta digital yang kami targetkan 100rb talenta digital di Indonesia untuk 2025,” ujar Guo Hailong, CEO of Huawei Indonesia dalam paparannya.
Baca Juga: Huawei FreeClip, Open-Ear Buds Desain Menarik Bisa Tahan 32 Jam
Namun tak sampai tahun 2025, Huawei telah berhasil mencapai milestone baru mereka meraih 100 ribu talenta digital yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pencapaian ini dikatakan berhasil karena kolaborasi Huawei dengan berbagai pihak seperti KSK, Kemendikbud Ristekdikti, Kemkominfo, KPPPA, dan BSSN.
“Hari ini, kami sangat bangga mengumumkan bahwa target kami ini selesai satu tahun lebih dulu,” terangnya.
Target Talenta Digital Bertambah Menjadi 200 Ribu
Target talenta yang telah selesai ini dikatakan ditambah oleh Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan. Moeldoko sudah melakukan koordinasi dengan CEO Huawei untuk penambahan target calon talenta digital di Indonesia menjadi 200 ribu.
“Untuk program berikutnya Huawei telah menyiapkan rencana ke depan, saya sudah berbicara dengan CEO Huawei Indonesia. Targetnya menjadi 200 ribu talenta digital indonesia. Ini adalah perkembangan yang sangat baik karena kita menuju 9 juta talenta digital di Indonesia di tahun 2045,” jelas Moeldoko.
Selain menyiapkan konektivitas dari infrastruktur digital andal, menurut Moeldoko salah satu hal penting yang harus dibangun dalam penciptaan talenta digital khususnya dari generasi muda ialah membangun karakter yang bersifat positif.
“Nah tak cukup SDM memahami digitalisasi saja tapi juga karakter anak-anak itu perlu dibangun. Jangan sami nilai negatifnya jadi dominan. Ini harus yang positifnya dominan dari digitalisasi itu sendiri,” katanya.
Dalam mencari calon yang memajukan Indonesia tersebut, menurutnya diperlukan bantuan dari berbagai stakeholder. Bantuan ini berguna untuk talenta bisa berkembang dengan pesat sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kolaborasi Huawei dengan berbagai pihak termasuk dalam menyediakan pengenalan industri dan menyiapkan rantai pasar serta menghadirkan pelatihan kepada 12,4 ribu orang peserta talenta. Ada juga pelatihan talenta secara online yang diikuti lebih dari 61 ribu peserta.
Huawei juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi melibatkan 27,7 ribu orang yang ikut pelatihan talenta digital, termasuk membangun laboratorium. Serta menggelar kompetisi ICT (Information and Communication Technology) untuk menstimulasi mahasiswa agar memiliki ketertarikan pada pengembangan produk digital.
Perusahaan teknologi ini mengatakan akan melanjutkan kontribusinya untuk berkolaborasi di Indonesia untuk Indonesia dan oleh Indonesia. Hal yang diinginkan ilah mengembangkan talenta dan membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan siapa saja di ekosistem kami.
“Gotong royong adalah hal yang saya pelajari di indonesia, mari belajar bareng untuk bisa memanfsstksn digitalisasi dan interkoneksi sehingga bisa mencapai Indonesia emas 2045,” ungkap Guo.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

