Indosat Ooredoo-Tri Merger Jadi Game Changer Operator Telekomunikasi di Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Indosat Oooredoo dan Tri (3) Hutchison sepakat untuk menggabungkan (merger) operator seluler miliknya di Indonesia. Penggabungan itu menjadikan satu entitas baru bernama Indosat Ooredoo Hutchison.

Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia, setelah Telkomsel dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomifo) Johnny G Plate, menyambut baik merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia. Menurutnya konsolidasi dua operator seluler itu akan menjadi terobosan baik untuk industri telekomunikasi.

“Kami tentu menyambut baik konsolidasi industri telekomunikasi secara khusus telekomunikasi selular. Suatu terobosan yang baik untuk efisiensi industri telekomunikasi serta percepatan transformasi digital Indonesia,” kata Johnny kepada awak media, Jumat (17/9/2021).

Dia menuturkan merger Indosat Ooredoo dan Tri telah mendapat persetujuan oleh pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Artinya seluruh aspek akan dilakukan evaluasi termasuk alokasi spektrum oleh pemerintah.

“Tentunya semua aspek akan di evaluasi oleh pemerintah termasuk alokasi spektrum. Penggunaan seluruh spektrum dimungkinkan oleh peraturan yg berlaku sesuai dengan hasil evaluasi yang akan dilakukan oleh Tim Kominfo,” jelasnya.

Baca Juga: Indosat Ooredoo dan Tri Hutchison Resmi Merger, Nilai Transaksi Rp85 Triliun

Game Changer Telekomunikasi

Indosat Ooredo dan Tri

Di sisi lain, merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan menjadi game changer dalam kompetisi bisnis seluler. Di mana jumlah pemain di industri telekomunikasi akan jadi lebih sederhana.

“Merger ini merupakan game changer kompetisi di bisnis seluler dan mungkin mendorong merger pemain lainnya. Karena industri ini hanya sehat untuk tiga pemain saja,” kata Direktur ICT Institute, Heru Sutadi dalam pesan singkatnya.

Hasil merger Indosat Ooredoo dan Tri ini juga akan berhadapan langsung dengan Telkomsel, sebagai operator seluler terbesar di Indoneia. “Indosat Ooredoo Hutchison akan head-to-head dengan Telkomsel.”

Diberitakan sebelumnya, Ooredoo Grup dan CK Hutchison Holdings sepakat untuk melakukan merger. Dalam keterangan persnya, Kamis (16/9), nilai transaksi dari aksi korporasi ini mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp85 Triliun.

Untuk selanjutnya, berdasarkan rapat pemegang saham Vikram Sinha ditunjuk sebagai CEO dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison. Sementara Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, dan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO H3I hingga proses merger selesai.

Tinggalkan komen