Game Indonesia Sumbang Rp 32,57 T, Studio Lokal Dapat Apa?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
Laporan Access Partnership atas penugasan Tencent memetakan kontribusi ekonomi dan peluang pertumbuhan industri game di lima negara Asia Tenggara. (Gizmologi/ Yuslianson)

Industri game Indonesia diperkirakan menyumbang nilai tambah USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 32,57 triliun bagi perekonomian dan mendukung sekitar 257.400 pekerjaan pada 2025.

Angka tersebut tercantum dalam studi Access Partnership bersama Tencent yang dirilis di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Laporan ini mengungkap tentang pembiayaan, pengembangan kekayaan intelektual (IP), serta talenta sebagai kebutuhan penting agar studio lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar.

Baca Juga: Kode Redeem Genshin Impact 23 Oktober 2026, Klaim Segera 300 Primogems Gratis

Temuan tersebut tertuang dalam white paper berjudul “The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia”.

Tak hanya mengambil data dari Indonesia, Access Partnership juga mengumpulkan data-data industri game di negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Cakupan penghitungan meliputi pengembangan dan penerbitan game, perangkat keras dan periferal, ritel, serta esports.

Bagi Indonesia, peluang pertumbuhan tidak berhenti pada pasar pemain yang besar. Studi ini menyoroti kebutuhan untuk memperkuat kemampuan studio dalam membuat game, mengembangkan IP orisinal, dan membawa karya ke pasar internasional.

Kontribusi Ekonomi Game Indonesia Melampaui Penjualan

Industri game Indonesia mendukung 257.400 pekerjaan pada 2025. (Gizmologi. Yuslianson)

Berdasarkan laporan yang diungkap, pendapatan industri game Indonesia diperkirakan mencapai USD 1,3 miliar pada 2025. Angka itu berbeda dari kontribusi nilai tambah USD 1,8 miliar terhadap perekonomian.

Pendapatan menggambarkan pemasukan industri dalam cakupan studi. Sementara itu, kontribusi ekonomi memperhitungkan dampak langsung, tidak langsung melalui rantai pasok, dan terinduksi melalui belanja rumah tangga pekerja terkait.

Karena itu, sekitar 257.400 pekerjaan yang didukung ekosistem ini tidak dapat dibaca sebagai jumlah pegawai studio atau lowongan baru. Aktivitas ekonomi game juga melibatkan perangkat pendukung, jaringan penjualan, penyelenggaraan kompetisi, dan layanan terkait.

Laporan turut membahas jalur karier dalam desain, animasi, pemrograman, produksi siaran langsung, pemasaran, dan pembuatan konten. Pengaruh game terhadap IP, pariwisata, serta acara dibahas lebih luas, meski tidak seluruh bidang masuk ke penghitungan kuantitatif.

Proyeksi 2030 Bergantung pada Kondisi Industri

Access Partnership dan Tencent ungkap white paper berjudul “The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia” di WECC 2026 di Jakarta, Kamis (21/10/2026). (Gizmologi/ Yuslianson)

Dalam skenario dasar atau business-as-usual, nilai tambah industri game Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar USD 2,8 miliar dan mendukung 416.600 pekerjaan pada 2030.

Jika pertumbuhan dipercepat melalui kondisi pendukung yang tepat, nilai tambah diproyeksikan mencapai USD 3,3 miliar dengan sekitar 476.600 pekerjaan yang didukung. Proyeksi ini merupakan skenario dalam studi, bukan kepastian hasil.

Di tingkat regional, lima negara yang dikaji menghasilkan estimasi pendapatan USD 9,1 miliar dan nilai tambah USD 8,2 miliar pada 2025. Ringkasan resmi Access Partnership memproyeksikan nilai tambah mencapai USD 12,2 miliar pada 2030 dalam skenario dasar atau USD 14,2 miliar dalam skenario dipercepat.

Tiga Kebutuhan untuk Memperkuat Studio Lokal

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn. (Gizmologi/ Yuslianson)

Pertama, studi merekomendasikan perluasan akses pembiayaan. Instrumen seperti hibah prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan dapat membantu studio membawa proyek dari tahap pengembangan menuju pasar.

Kedua, studio membutuhkan jalur yang lebih sederhana untuk mendaftarkan, menilai, dan memanfaatkan IP dalam pembiayaan. Dukungan ini diarahkan agar karya dapat dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan dan mempertahankan lebih banyak nilai ekonomi bagi pelaku lokal.

Ketiga, pengembangan talenta perlu terhubung dengan kebutuhan industri dan peluang internasional. Laporan merekomendasikan kurikulum khusus, penempatan kerja di industri, serta kegiatan penjajakan bisnis untuk mempertemukan studio dengan calon mitra.

“Peluang saat ini adalah mengubah kekuatan pasar Indonesia menjadi ekosistem kreatif dan produksi yang lebih kuat,” kata Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn.

Lynn berharap riset tersebut menjadi bahan pembahasan lebih lanjut mengenai dukungan yang dibutuhkan studio dan kreator, khususnya untuk para pelaku industri game Indonesia.

“Kami berharap riset ini dapat mendorong dialog lebih lanjut antara pemerintah, industri, dan komunitas kreatif mengenai kondisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujar Lynn.

Bagi studio game Indonesia, persoalan yang disorot laporan berada di sepanjang proses bisnis: memperoleh modal untuk membuat prototipe, mengembangkan IP, merekrut talenta yang sesuai, hingga menemukan mitra untuk membawa game ke pasar lebih luas.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version