Jaga Keamanan Data Nasional, F5 Paparkan Rekomendasi Pertahanan Siber

Jakarta, Gizmologi – Setelah adanya persebaran vaksinasi COVID-19, kini masyarakat Indonesia sudah mulai kembali aktif untuk beraktivitas di luar ruangan. Namun dengan catatan, sudah memenuhi syarat vaksin dan harus menunjukkan data diri serta melakukan proses seperti check-in di tempat-tempat yang hendak dikunjungi. Mulai dari pusat perbelanjaan dan lainnya.

Dengan metode baru ini, permasalahan tak hanya muncul dari sisi pengguna, seperti bagaimana cara mengoperasikan hingga keterbatasan koneksi internet. Namun juga dari penyedia layanan, seperti kebocoran data sertifikat vaksin Presiden Indonesia, Joko Widodo. Diikuti oleh lebih dari 1 juta data pengguna aplikasi pemantauan vaksin resmi tersebut.

Untuk itu, adanya perkembangan dan implementasi teknologi digital juga perlu diimbangi dengan keamanan siber lebih lanjut. Terutama dalam hal olah data, agar tidak terjadi kebocoran, dan tercipta rasa “trust” atau percaya dari para pengguna. Berikan ketenangan meski data yang dipaparkan tergolong pribadi, seperti informasi identitas pribadi lainnya.

Baca juga: Perkenalkan “Shape”, F5 Bantu Atasi Keamanan Layanan Keuangan

Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia mengatakan kalau penetrasi digital yang tinggi di Indonesia sebabkan seringnya terjadi kebocoran data. Perlu diimbangi dengan penguatan keamanan siber lebih lanjut, sekaligus beberapa poin lain seperti perkuat pendidikan terkait keamanan siber, serta inisiatif pengembangan kapasitas untuk tingkatkan kesadaran keamanan siber.

Pertahanan Siber Perlu Ditingkatkan Seiring dengan Penetrasi Digital

F5 - Media Gathering

Hal tersebut diperlukan agar rasa khawatir akan kebocoran dan pelanggaran data bisa ditekan. Supaya bisa mencapai infrastruktur keamanan siber yang lebih Tangguh. Dalam sebuah sesi virtual (13/10), Surung juga paparkan sebuah simpulan dari penelitian internal, di mana data kredensial kini menjadi ancaman keamanan utama.

“Sekitar 3 miliar data kredensial dicuri dalam setahun,” papar Sulung. dan sebagai perusahaan penyedia multi-cloud application security & delivery, F5 berikan beberapa mode pertahanan yang sekiranya bisa diterapkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Yang pertama adalah Advanced Web Application Firewall (AWAF), digunakan untuk tindakan pencegahan dalam deteksi dan hentikan ancaman di layer aplikasi yang terus berkembang.

AWAF bisa integrasikan analisis perilaku dan injeksi kode dimanis, sebagai dua mekanisme utamanya. Milik F5 sendiri gunakan analitik canggih dan machine learning untuk hasilkan signature dinamis. Selain mencakup WAF, juga mitigasi Bot, mitigasi DDoS berbasis aplikasi dan volumetric, serta perlindungan terhadap API.

Lalu poin kedua adalah SSL Orchestrator (SLO), solusi yang dapat mengatasi tantangan pada lalu lintas internet, terenkripsi terhadap control keamanan. Solusi SSLO sediakan orkestrasi berbasis kebijakan. Mungkinkan visibilitas yang hemat daya di seluruh rantai keamanan, untuk semua topologi jaringan, perangkat maupun aplikasi.

Solusi F5 Diperkuat Oleh AI & Machine Learning

F5 - Media Gathering

SSLO juga dapat mencegah malware, ransomware hingga kehilangan data, secara dinamis hubungkan perangkat keamanan, memantau dan mengelola deskripsi secara cerdas. Dengan begitu, pemerintah dan perusahaan tak perlu ragu untuk maksimalkan investasi layanan keamanan mereka untuk malware, DLP, ransomware dan firewall generasi berikutnya.

Solusi pertahanan siber ketiga yang disampaikan oleh Surung adalah Shape Solutions dari F5. Memanfaatkan AI dan machine learning, dapat secara akurat tentukan secara real-time apakah permintaan aplikasi berasal dari sumber penipuan, dan jika demikian, akan dilakukan mitigasi secara efektif. Juga terus beradaptasi dan pertahankan efektivitas penuhnya.

Shape Solutions juga bisa deteksi & kurangi penipuan, serta lalu lintas data yang tak diinginkan lewat telemetri dan pengumpulan sinyal yang dipatenkan. Sampai saat ini, merek terkemuka dunia dari beragam industri termasuk transportasi, keuangan dan telekomunikasi terus memilihnya sebagai perlindungan diri dari penjahat siber dan fraud.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.