Komentar Sam Altman Soal Terancamnya Profesi Pekerjaan Akibat AI

4 Min Read
Credit Photo: Istimewa

Jakarta, Gizmologi – CEO OpenAI, Sam Altman berpendapat tak banyak lahan pekerjaan yang akan hilang karena kecerdasan buatan (AI). Sekalipun tren artificial intelligence (AI) dinilai berpotensi menggeser fungsi beberapa jenis profesi dan pekerjaan manusia di masa depan.

“Berbicara sektor teknologi, tentu akan ada pengurangan pekerjaan [job displacement]. Tapi saya yakin akan semakin banyak pekerjaan lebih baik lagi di masa depan,” papar Sam saat berkunjung di Jakarta, Rabu (14/6).

Altman sendiri menyoroti bagaimana kehadiran AI justru akan membantu sejumlah pekerjaan, salah satunya programmer. Sehingga, Sam berpendapat bahwa manusialah yang seharusnya bergerak mengikuti masa depan.

Sebagai contoh, sejak ChatGPT muncul dan menjadi fenomena global sejak akhir tahun 2022, platform ini digunakan oleh beragam tujuan, mulai dari mengerjakan PR atau tugas sekolah dan kuliah, cara membuat surat cinta, merangkai cerpen, dan sumber informasi lainnya.

Itu baru contoh ‘sederhana’ dari fungsi AI. Secara garis besar, AI memang kerap dipandang sebagai ‘musuh’ manusia karena kecerdasan yang ditawarkan. Namun hingga hari ini, Sam mengaku tidak melihat perpindahan pekerjaan sebanyak yang diprediksi para ahli. “Justru kami melihat lebih banyak peningkatan.”

Kendati begitu, Sam merasa bahwa OpenAI saat ini fokusnya kurang lebih ‘menjelma’ menjadi research company, alias perusahaan penelitian. Di mana menurutnya, dunia tidak akan kehabisan pekerjaan karena AI.

Altman bahkan menyebut kehadiran AI, seperti teknologi lainnya, akan memicu munculnya pekerjaan baru yang lebih baik. “Anda hanya perlu bergerak menuju masa depan, seperti lebih banyak hal yang akan terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga: Bos ChatGPT OpenAI Sam Altman Bakal Sambangi Jakarta

Pandangan Sam Altman Terkait Pekerjaan Baru AI

Conversation CEO OpenAI Sam Altman

Perlu diketahui kekhawatiran hilangnya beragam profesi pekerjaan akibat AI, berdasarkan laporan World Economic Forum bertajuk Future of Jobs Survey 2023. Dalam laporan itu menyebutkan, jenis pekerjaan yang paling banyak hilang tergantikan teknologi AI di antaranya, Petugas Administrasi, Sekretaris, Teller Bank, Petugas Layanan Pos, Kasir dan Petugas Tiket.

Selain itu, pekerjaan lain yang berpotensi mengalami penurunan peran ialah, Petugas Entri Data, Sekretaris Administrasi dan Eksekutif, serta Petugas Akuntansi, Pembukuan, dan Penggajian. WEF menjelaskan laporan ini dihasilkan dengan membandingkan data Organisasi Buruh Internasional atau ILO secara proporsional antara perkiraan pertumbuhan dan perkiraan jumlah total pekerja dalam perannya.

“Secara keseluruhan, analisis kami menunjukkan bahwa 69 juta pekerjaan akan diciptakan dan 83 juta pekerjaan hilang, menyebabkan kontraksi pasar tenaga kerja global 14 juta pekerjaan dalam lima tahun ke depan,” demikian tertulis dalam laporan WEF bertajuk Future of Jobs Survey 2023 yang terbit Mei 2023.

WEF melaporkan, setidaknya 23% pekerjaan di dunia terdisrupsi oleh adanya perkembangan AI. Secara rinci, sebanyak 83 juta pekerjaan di dunia akan hilang, sementara hanya 69 juta pekerjaan baru akan muncul. Jadi, profesi di dunia akan berkurang setidaknya sekitar 14 juta dalam waktu lima tahun ke depan.

Bagaimana Gizmofriends, apakah kamu menganggap AI akan menggantikan pekerjaanmu, atau justru menjadi alat untuk berkembang lebih pesat lagi mengikuti arus teknologi masa kini?


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version