Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Filosofi di Balik Logo Terbaru Gojek

Mewakili evolusi yang menyediakan berbagai jenis layanan.

Gojek baru saja merilis logo barunya. Dengan tetap mempertahankan warna hijau, pesan apa sih yang tersembunyi dalam logo terbarunya ini?

Jika kamu melihat logo terbaru Gojek, dari sisi font seperti memiliki jarak yang sedikit meregang antar satu huruf dengan huruf lainnya. Selain itu penggunaan hurufnya tidak lagi kapital, melainkan huruf kecil semuanya.

Sejajar dengan tulisan “gojek”, terlihat lingkaran yang pada bagian tengahnya ada sebuah titik. Keduanya sama-sama berwarna hijau yang merupakan identitas dari layanan ride-sharing tersebut.

Menurut Nadiem Makarim, CEO Gojek Group, logo terbaru tersebut diilhami oleh perjalanan Gojek yang telah berhasil menjadi platform teknologi terdepan di Asia Tenggara. Dia juga menyebut bahwa logonya telah merefleksikan posisi perusahaan itu sebagai solusi berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi.

“Logo ini melambangkan satu tombol untuk semua,” ujar Nadiem lewat keterangan resmi yang diterima Gizmologi, Senin (22/7/2019).

Nadiem mengklaim, lingkaran yang ada di logo mewakili ekosistem Gojek yang semakin solid memberikan manfaat untuk semua dan mewakili semangat perusahaan dalam menawarkan cara pintar dalam mengatasi tantangan yang dihadapi para pengguna untuk hidup lebih mudah bagi pengguna, untuk akses tambahan pendapatan yang lebih luas kepada mitra, untuk pertumbuhan bisnis yang pesar bagi para merchant, dan sebagainya. Logo tersebut juga tetap menempatkan mitra di posisi istimewa, di mana desainnya mirip dengan ikon driver yang terdapat di fitur layanan GoRide.

Related Posts
1 daripada 306

“Kami bangga dengan para mitra Gojek yang mampu berkembang bersama kemajuan teknologi sehingga mereka bisa diandalkan oleh semua lapisan masyarakat kapanpun, di mana pun. Mereka berperan aktif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi digital dengan membantu mempermudah hidup jutaan masyarakat setiap hari,” pungkas Nadiem.

Ekosistem Terintegrasi

Sementara itu, Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek mengatakan perubahan logo tersebut merupakan tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Gojek dari layanan ride-hailing menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakan orang, barang, dan uang.

Logo Baru Gojek

“Pencapaian Gojek sejak aplikasi kami diluncurkan lima tahun lalu merupakan bukti kepercayaan mitra, konsumen, partner bisnis, dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan. Kami tidak mungkin ada tanpa dukungan jutaan mitra kami beserta keluarga mereka, sekaligus ratusan juta konsumen yang telah mempercayakan kami untuk berbagai kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kevin juga mengklaim, dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses di Gojek melesat hingga 1.100% atau 12 kali lipat. Berawal dari 20 mitra pengemudi, kini Gojek telah memiliki lebih dari 2 juta mitra, 400 mitra mechant, dan 60 ribu penyedia jasa di Asia Tenggara.

Dari sisi aplikasi, Gojek yang awalnya hanya menyediakan 3 layanan kini juga telah memiliki 22 layanan on-demand untuk berbagai kebutuhan. Sedangkan untuk mitra, aplikasi ini telah berevolusi dari mencari order hingga membuka akses pada berbagai produk finansial hingga fitur keselamatan dan keamanan.