Meta Muse Tembus 10 Juta Unduhan dalam 40 Hari, Ancam ChatGPT?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
Meta Muse Naik Level dari Chatbot Kini Jadi Agen AI di Connect 2026. (Gizmologi/ Yuslianson)

Meta mencatatkan 10,2 juta unduhan untuk aplikasi AI agent buatan mereka, Muse, di Amerikan Serikat sejak diluncurkan pada 8 September 2026 atau sekitar 40 hari.

Berdasarkan laporan Sensor Tower, Rabu (21/10//2026), angka tersebut menempatkan Meta Muse dalam kelompok kecil aplikasi yang mampu menembus 10 juta unduhan di AS dalam waktu singkat.

Sepanjang memantau pasar aplikasi pada Oktober 2015, Sensor Tower mencatat hanya ada 12 aplikasi yang memiliki pencapaian serupa.

Menariknya, Meta Muse bukan sekadar mencatat banyak unduhan. Tingkat pengguna yang kembali membuka aplikasi setelah satu hingga dua minggu juga dilaporkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata sejumlah pesaing AI, termasuk ChatGPT, Claude, dan Grok.

Baca Juga: World Esports Championship 2026 Kembali ke Indonesia, 160 Tim Bakal Ramaikan ICE BSD

Meski demikian, keberhasilan awal Muse belum cukup untuk menyimpulkan aplikasi milik Meta tersebut telah mengalahkan ChatGPT. Ada perbedaan jangkauan pasar, strategi promosi, dan waktu peluncuran yang perlu diperhitungkan.

Dilansir TechCrunch, data Sensor Tower menunjukkan Muse telah mengumpulkan sekitar 10,9 juta unduhan sejak diluncurkan pada 8 September. Sebanyak 10,2 juta di antaranya berasal dari Amerika Serikat.

Analis senior Sensor Tower, Kara Lee, menyebut hanya 12 aplikasi lain yang sebelumnya mampu mencapai 10 juta unduhan di pasar AS dalam 40 hari pertama.

Sebagian besar aplikasi dalam kelompok tersebut merupakan game mobile, termasuk Fortnite, PUBG Mobile, dan Pokémon GO. Di luar kategori game, Threads dan Disney+ termasuk aplikasi yang pernah mencatat pertumbuhan serupa.

Threads sendiri juga berada di bawah naungan Meta. Keberhasilan kedua aplikasi ini menunjukkan kemampuan perusahaan memanfaatkan ekosistemnya untuk menjangkau pengguna baru.

Muse turut mencatat 2,5 juta pengguna aktif harian pada 16 Oktober 2026, meningkat 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, unduhan dan pengguna aktif harian merupakan dua metrik berbeda. Angka 10,2 juta tidak berarti seluruh pengunduh masih menggunakan Muse setiap hari.

Retensi Meta Muse Lebih Tinggi, Kalahkan ChatGPT?

Meta Muse

Data Sensor Tower memperlihatkan 30 persen pengguna Meta Muse di AS masih kembali menggunakan aplikasi setelah tujuh hari. Setelah 14 hari, tingkat retensinya berada di angka 23 persen.

Sebagai pembanding, rata-rata retensi ChatGPT, Claude, dan Grok dalam pengukuran sama tercatat sebesar 19 persen pada hari ketujuh dan 16 persen pada hari ke-14.

Temuan ini menarik karena mempertahankan pengguna sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi aplikasi baru. Banyak orang mencoba layanan AI karena penasaran, tetapi belum tentu menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari.

Dalam hal kecepatan unduhan di AS, Meta Muse juga berada di depan sejumlah pesaing pada 40 hari pertama setelah aplikasi masing-masing diluncurkan.

Sensor Tower memperkirakan, ChatGPT mengumpulkan 3,7 juta unduhan di AS pada periode tersebut. Sementara itu, Grok mencatat sekitar 500.000 unduhan, sedangkan Claude sekitar 200.000.

Namun, perbandingan ini memiliki keterbatasan. Ketika ChatGPT mulai tersedia di perangkat mobile, aplikasinya langsung menjangkau lebih banyak negara.

Dalam 40 hari pertamanya, ChatGPT justru mencatat sekitar 15 juta unduhan secara global, lebih tinggi daripada total unduhan Muse yang dilaporkan saat ini.

Karena itu, capaian Muse lebih tepat disebut sebagai pertumbuhan awal yang kuat di Amerika Serikat, bukan bukti bahwa pengguna AI secara keseluruhan telah beralih dari ChatGPT.

Muse Belum Hadir di Indonesia, Isu Privasi Ikut Membayangi

Meta Muse Diduga Bagikan Alamat Rumah Tanpa Izin Pengguna. (Doc: Meta)

Untuk saat ini, Muse baru tersedia secara resmi di Amerika Serikat dan Kanada. Meta belum mengumumkan kapan aplikasi AI agent tersebut akan diluncurkan di Indonesia.

Karena itu, keberhasilan Muse dalam menarik pengguna AS belum bisa dijadikan gambaran mengenai potensi penerimaannya di pasar Indonesia.

Selain ketersediaan, aspek privasi juga menjadi perhatian. The Verge pada 21 Oktober melaporkan bahwa Meta menghentikan sementara fitur berbagi percakapan Muse setelah peneliti keamanan menemukan lebih dari 6.800 tautan percakapan yang dapat ditemukan melalui catatan DNS publik.

Menurut peneliti, sejumlah tautan tersebut dapat mengarah ke percakapan yang memuat informasi sensitif. Meta mengonfirmasi penghentian sementara fitur berbagi sambil meninjau temuan tersebut.

Kasus ini menunjukkan bahwa semakin banyak kemampuan dan akses yang diberikan kepada AI agent, semakin penting pula perlindungan terhadap informasi pribadi pengguna.

Bagi Meta, tantangannya bukan hanya membuat Muse semakin populer. Perusahaan juga perlu membuktikan bahwa aplikasi tersebut mampu mempertahankan pengguna dan menjalankan tugas dengan perlindungan data yang memadai.

Dengan lebih dari 10 juta unduhan di AS dalam 40 hari, Muse sudah menunjukkan awal yang menjanjikan. Namun, persaingan dengan ChatGPT dan layanan AI lainnya masih akan ditentukan oleh pengalaman pengguna, kemampuan produk, keamanan, serta pertumbuhan jangka panjang.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version