Nodusfall Debut di Gamescom 2026, Game Baru HoYoverse yang Mirip Elden Ring

4 Min Read
Nodusfall membawa pendekatan visual realistic fantasy yang berbeda dari sejumlah game populer HoYoverse.

HoYoverse baru saja mengungkap trailer game Nodusfall dalam ajang Gamescom 2026 pada, Rabu (25/8/2026), dini hari WIB. Dari cuplikan singkat yang dibagikan, game ini jauh berbeda dari Genshin Impact, Honkai: Star Rail, atau Zenless Zone Zero.

Alih-alih memakai gaya anime yang selama ini melekat dengan sejumlah game papuler HoYoverse lainnya, Nodusfall mengusung tampilan grafis realistic fantasy.

Jika dilihat, game baru HoYoverse ini memiliki dunia lebih gelap, deretan monster berukuran besar, serta desain karakter dan lingkungan lebih realistis.

Baca Juga: The Witcher 3 Dapat Versi Remastered dan Ekspansi Baru

Wajar bila banyak pihak melihat first reveal game ini banyak yang berkomentar, dan mengingatkan mereka pada game Elden Ring hingga Monster Hunter.

Namun, ini baru sebatas perbandingan dari trailer singkat.

Apa Itu Nodusfall?

Perusahaan asal China itu juga mendeskripsikan, game baru ini sebagai multi-mythology cooperative action game di mana pemain berperan sebagai Weaver.

Dalam dunia di mana otoritas para dewa telah runtuh, kemunculan Dreadnodi membawa korupsi mengubah berbagai makhluk legendaris, sementara para Weaver bertugas menghadapi ancaman tersebut dan mengembalikan tatanan dunia.

Dunia game ini mengambil inspirasi dari berbagai tradisi mitologi, mulai dari makhluk berakar pada mitologi Timur hingga naga dari tradisi Barat. Setiap wilayah dirancang memiliki ekologi, budaya, dan sejarah berbeda seiring perjalanan pemain.

Seperti Apa Sistem Combat di Nodusfall?

Hoyoverse pamerkan game baru di Gamescom 2026.

Combat di dalam game menjadi salah satu bagian ditekankan dalam pengumuman pertama game MMO ini.

Pemain dapat membentuk squad untuk menghadapi berbagai makhluk mitologis. Setiap karakter bisa menggunakan kombinasi Styles dan Skills yang berbeda, sehingga strategi dapat disesuaikan dengan kondisi pertarungan serta kebutuhan anggota tim.

Musuh juga memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan setelah pemain memberikan tekanan selama pertempuran. Mengalahkan mereka akan memberikan resource yang bisa digunakan untuk membuka Skill dan senjata baru sekaligus memperluas pilihan build.

Pendekatan ini membuat Nodusfall terlihat tidak sekadar menawarkan pertarungan melawan boss besar, tetapi juga mencoba memberi ruang untuk komposisi dan strategi antaranggota tim.

Nodusfall Dibuat dengan Unreal Engine 5

Perbedaan visual tersebut turut didukung penggunaan Unreal Engine 5 sebagai engine pengembangan Nodusfall.

HoYoverse menjanjikan dunia fantasy dengan pendekatan realistis yang terdiri dari berbagai wilayah dan makhluk mitologis.

First reveal ini sekaligus menunjukkan pendekatan yang cukup berbeda dari sejumlah rilisan HoYoverse yang paling dikenal saat ini. Meski demikian, masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa jauh perbedaan tersebut akan terasa dari sisi struktur permainan.

Kapan Nodusfall Dirilis?

Untuk saat ini, HoYoverse belum mengumumkan tanggal rilis maupun platform resmi Nodusfall.

Detail mengenai model bisnis, struktur lengkap multiplayer, serta seberapa luas dunia yang dapat dijelajahi juga belum dijelaskan.

Artinya, pengumuman di Gamescom 2026 ini masih menjadi gambaran awal mengenai arah Nodusfall.

Yang sudah terlihat cukup jelas adalah pilihan HoYoverse untuk membawa visual realistic fantasy, combat berbasis kerja sama tim, dan dunia terinspirasi dari berbagai mitologi.

Dengan kombinasi ini, Nodusfall terasa berbeda dari seluruh game buatan HoYoverse yang sudah beredar di pasaran saat ini.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version