Sudah terlanjur dikenal sebagai brand ponsel kelas low-end, ZTE kesulitan untuk naik kelas. Setelah memutar otak, keluarlah ide brilian dengan membuat brand baru (spin-off) dari seri smartphone yang sudah dibuatnya yaitu Nubia. Didirikan pada tahun 2012, nubia menjadi brand independen yang menyasar segmen premium. Bulan ini, tepatnya kemarin tanggal 26 April 2017, perusahaan asal Tiongkok ini resmi masuk Indonesia dengan membawa tiga produk sekaligus yaitu Nubia M2, M2 lite dan N1 lite. Dari ketiganya, Nubia M2 merupakan seri flagship yang tentu paling menarik perhatian.
Stephen Qu, Presiden Direktur PT Nubia Technology Indonesia, saat jumpa pers di mengatakan nubia menghadirkan teknologi inovatif yang memungkinkan pengguna untuk mewujudkan dan mengeksplorasi gagasan dan imajinasi mereka tanpa batasan. Sebagaimana beberapa smartphone terkemuka, fotografi menjadi fokus pengembangan produk di Nubia.
“Fotografi adalah DNA nubia. Teknologi kamera NeoVision kami meraih banyak penghargaan dan prestasi selama bertahun-tahun. Kami sekarang membawa pengalaman fotografi terbaik itu ke Indonesia, menawarkan kombinasi value serta teknologi yang terbaik, dan kami sangat berharap semua orang dapat menemukan gairah baru dalam fotografi mobile,” ujar pria yang sebelum bergabung ke Nubia, menjabat sebagai President Director Hisense Indonesia.
Dijelaskan lebih lanjut, Nubia memberikan pengalaman fotografi mobile terbaik dan bukan hanya smartphone dengan kamera (cameraphone). Produk besutan mereka bahkan menjadi ponsel pertama yang digunakan untuk proyek fotografi ilmiah profesional: Milky Way (Beijing Planetarium & China Photographers ‘Association, 2014), dan merupakan ponsel pertama yang memiliki Independent Focus and Exposure Metering (2012).
Dual Camera NeoVision
Kehandalan kualitas kameranya tertuang pada smartphone flagship Nubia M2 yang mengusung teknologi Dual Camera dan NeoVision. Untuk pertama kalinya, Nubia menggunakan kamera lensa ganda NeoVision dengan sensor 13MP dari Sony dual camera yang menghasilkan aperture F/2.0. Konsep dual camera-nya mirip dengan yang ada di Huawei, yakni lensa pertama RGB, sedangkan lensa kedua monokrom.
Tak hanya itu, ponsel ini memiliki mesin pengolah gambar dual ISP yang canggih yang dapat menghitung kontras dan depth of field hingga 10 tingkat dalam sekejap, serta fokus hanya dalam 0,1 detik dengan fitur PDAF.
Bagi penggemar fotografi, foto dapat disesuaikan untuk efek aperture F0.8-F10 melalui algoritma penggabungan internal, yang secara cerdas menggabungkan warna yang diambil oleh sensor RGB dengan detil yang ditangkap oleh sensor monokrom. Semua pengaturan fokus, depth of field dan preview bisa dilakukan secara real-time, dan bisa disesuaikan lebih lanjut setelah pengambilan foto. Nubia M2 juga dilengkapi algoritma pengurangan noise 3D untuk menghasilkan gambar terbaik meski dalam kondisi pencahayaan rendah.
NeoVision 6.5 menghadirkan fitur profesional dan kreatif seperti Multi Exposure; Lukisan Cahaya; Aperture elektronik; Star Trail; SLO-MO; Time-Lapse; Pembuat video; Trajectory; DNG; Clone; Macro-camera, PANO; kamera monokrom dengan 16 fitur, dan kamera 3D Stereo, yang merupakan fungsi fotografi untuk mengubah perspektif saat obyek bergerak. Fungsi Stereo 3D NeoVision dapat menggabungkan berbagai sudut visual dan kondisi dinamis untuk menciptakan grafik animasi 3D yang interaktif.
Desain nubiArc
Ponsel ini mengusung ketipisan hanya 7,0 mm, selain itu, Nubia M2 dilengkapi dengan bingkai emas hitam-metalik yang dipotong oleh berlian, dengan desain nubiArc agar sesuai dan nyaman di tangan ditambah kaca layar melengkung 2.5D.
Performa
Nubia terlihat lebih menonjolkan aspek fotografi saja yang memang sudah setara dengan smartphone premium lainnya. Namun untuk penggunaan dapur pacunya, masih belum terlalu percaya diri memakai teknologi yang terkini. Nubi M2 menggunakan chipset Snapdragon 625 (MSM8953) 64 bit dengan GPU Adreno 506 yang di jajaran Qualcomm masuk di kelas menengah. RAM-nya cukup besar yakni 4GB dengan memori internal 64 GB yang terasa lapang ditambah lagi ketersediaan slot memori eksternal hingga 200GB.
Dugaan kami, penggunaan prosesor yang bukan kelas terbaik tersebut untuk menekan harga sehingga lebih murah di pasaran. Bisa dilihat dari harga banderol Nubia M2 di Indonesia yang hanya IDR 4,399 juta. Jauh di bawah harga smartphone premium merek terkemuka lainnya.
Jika melihat kemampuan yang ditawarkan, Nubia M2 ini memiliki potensi untuk laris manis di pasar. Namun bukan hal yang mudah. Mengingat Nubia masih brand baru yang belum dikenal. Konsumen biasanya akan lebih nyaman membeli merek yang sudah familiar dan dikenal kualitasnya mumpuni.
Spesifikasi Nubia M2
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

