OpenAI Luncurkan ChatGPT Agent, AI Baru yang Bisa Bekerja Mandiri

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – OpenAI kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatannya lewat peluncuran ChatGPT Agent. AI terbaru ini dirancang untuk mengerjakan tugas kompleks secara otomatis, mulai dari penjadwalan, pencarian informasi, hingga membuat laporan lengkap, dan semuanya hanya berdasarkan satu perintah pengguna, serta inilah yang membuat agen ini cukup menarik perhatian.

Nah, yang menarik dari tindakan OpenAI ini bisa memperlihatkan bahwa ChatGPT yang selama ini dikenal sebagai asisten percakapan menjadi alat kerja yang lebih “agentic” mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir. Dalam praktiknya, ChatGPT Agent menggabungkan kekuatan dari beberapa fitur: percakapan natural ala ChatGPT, kemampuan riset mendalam dari Deep Research, serta fungsi eksekusi otomatis seperti Operator yang sebelumnya sudah diuji coba secara terbatas.

Peluncuran ChatGPT Agent ini juga menunjukkan arah baru pengembangan AI, yakni menuju kecerdasan buatan yang tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif. Dengan kata lain, bukan sekadar menjawab pertanyaan, tapi juga menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga: Rumor: iPad Pro M5 Dikabarkan Punya Dua Kamera Depan

Bisa Melakukan Penjadwalan Rapat, Booking Liburan, 

Dalam rilis resminya, OpenAI menjelaskan bahwa ChatGPT Agent menggunakan “komputer virtual”-nya sendiri untuk mengeksekusi berbagai instruksi pengguna. AI ini mampu berpindah-pindah antara penalaran dan aksi, tergantung kebutuhan alur kerja.

Contoh penggunaannya cukup beragam. ChatGPT Agent bisa dipakai untuk menjadwalkan ulang rapat, memperbarui spreadsheet, membuat presentasi, merancang laporan, bahkan membantu booking perjalanan—semua cukup dengan satu perintah. Bagi pengguna yang kerap menghabiskan waktu untuk pekerjaan administratif, AI ini berpotensi memangkas waktu secara signifikan.

Tidak hanya itu, ChatGPT Agent juga mendukung integrasi dengan layanan lain seperti Gmail dan GitHub. Artinya, pengguna bisa memberi perintah kepada AI untuk mencari email tertentu, merangkum utas GitHub, atau mengambil data yang relevan tanpa perlu repot berpindah aplikasi.

Meski belum disebutkan model AI apa yang digunakan, OpenAI memastikan bahwa Agent ini dilatih dengan skenario tugas yang melibatkan berbagai tool, termasuk text browser, visual browser, dan terminal kode.

Dirilis Bertahap, Baru Tersedia untuk Pengguna Pro

Seperti halnya peluncuran produk AI sebelumnya dari OpenAI, ChatGPT Agent akan diluncurkan secara bertahap. Dalam tahap awal, hanya pengguna ChatGPT Pro yang bisa mencoba fitur ini. Sementara pengguna Plus dan Team akan mulai mendapatkan akses pada hari Senin mendatang.

Saat fitur ini tersedia, pengguna akan melihat opsi agent mode baru di menu dropdown di antarmuka ChatGPT. Dari sanalah pengguna bisa mulai memberi perintah, baik untuk tugas ringan seperti membuat draft email, maupun pekerjaan yang lebih kompleks seperti merancang itinerary perjalanan lengkap.

OpenAI belum merinci lebih lanjut bagaimana keamanan data pengguna dijaga ketika ChatGPT Agent diberi akses ke akun atau aplikasi pihak ketiga. Namun, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan Agent ini mengikuti prinsip AI yang aman, bertanggung jawab, dan transparan. Mereka juga mengklaim akan terus mengumpulkan umpan balik pengguna selama masa peluncuran awal.

Peluncuran ChatGPT Agent menjadi bukti nyata bahwa arah pengembangan AI tidak lagi sekadar soal kecanggihan menjawab pertanyaan, tetapi soal efektivitas dalam bekerja. Dalam konteks produktivitas digital, ini bisa jadi game-changer, khususnya untuk profesional yang terbiasa juggling berbagai tools.

Namun, ada beberapa catatan yang layak diperhatikan. Pertama, pengguna harus tetap berhati-hati saat memberi akses ke aplikasi pribadi seperti Gmail. Kedua, tidak semua pekerjaan bisa diotomatisasi dengan baik oleh AI, apalagi jika menyangkut konteks budaya, etika, atau nuansa personal dalam komunikasi.

Secara keseluruhan, ChatGPT Agent adalah langkah ambisius dari OpenAI untuk menjadikan AI lebih fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Tinggal bagaimana penggunaannya dikawal, agar tetap menjadi alat bantu—bukan alat ganti manusia sepenuhnya.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version