Sambut Pemilu 2024, Google dan YouTube Indonesia Janji Berantas Hoaks

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Google dan Youtube berkomitmen mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 di Indonesia. Termasuk dalam menyajikan informasi terpercaya serta mengedukasi publik agar terhindar dari konten hoaks dan misinformasi yang kerap terjadi selama pemilu 2024 mendatang.

Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam, menuturkan dalam upaya untuk mewujudkan pemilu yang damai dan bermartabat , Google dan Youtube akan menjalankan sejumlah langkah. Salah satunya untuk melindungi pengguna dari konten yang berbahaya dan ilegal.

“Sejalan dengan misi Google yaitu mengorganisir informasi di dunia agar dapat diakses oleh semua orang, hari ini yang ingin kami lakukan adalah upaya-upaya Google dan YouTube dalam mendukung Pemilu damai 2024,” ujar Putri dalam keterangannya, Rabu (20/9) malam.

Baik Google maupun YouTune akan menampilkan informasi otoritatif dan menerapkan kebijakan yang komprehensif untuk mengatasi timbulnya misinformasi. Sebagai contoh, ketika pengguna mencari informasi mengenai pemilu pada Google Search, Google akan mengedepankan informasi-informasi atau berita dari sumber-sumber tepercaya seperti dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal yang sama juga diterapkan di YouTube. Platform tersebut akan menampilkan video-video terkait pemilu seperti berita seputar pemilu maupun tayangan debat calon presiden dari sumber otoritatif yang kredibel dan tepercaya. Termasuk akan menindak tegas konten-konten yang melanggar, seperti perilaku yang merugikan orang lain, penggunaan teknologi deepfake, aktivitas penipuan atau scamming, dan peniruan identitas.

“Kita mengangkat informasi-informasi dari KPU dan Bawaslu agar apabila pengguna atau pemilih ingin menelusuri atau mencari terkait pemilu, yang muncul duluan di platform kami adalah informasi-informasi otoritatif dari KPU dan Bawaslu seperti bagaimana caranya mendaftar bagaimana memilih dan sebagainya,” jelasnya.

Apabila ditemukan konten semacam itu, YouTube akan mengambil tindakan untuk menekan potensi bahaya, baik dengan blokir, menghapus, atau membatasi konten tersebut. Putri mengatakan upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan akses ke informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Adapun langkah kedua yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat agar terhindar dari misinformasi atau hoaks selama penyelenggaraan Pemilu 2024. Head of Brand and Reputation Marketing Google Indonesia Muriel Makarim mengatakan pihaknya menyadari pentingnya memberikan wawasan dan literasi kepada masyarakat untuk membuat keputusan yang matang berdasarkan informasi kredibel dan tepercaya.

Baca Juga: Cegah Konten Hoaks Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Gandeng TikTok

Google dan YouTube Sambut Pemilu 2024

Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Google dan YouTube bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pertama, Google akan mengedukasi pengguna tentang cara mengidentifikasi dan mengevaluasi informasi yang ditemui.

Google Indonesia bekerja sama dengan Jigsaw, sebuah unit di internal Google yang berfokus pada penelitian tentang cara mengatasi misinformasi, khususnya dengan metode prebunking. Prebunking adalah pendekatan yang membantu pengguna mendeteksi, memahami, dan mencegah taktik-taktik misinformasi.

Dalam hal ini, ada tiga taktik yang sering digunakan, yakni merusak reputasi, memanipulasi gambar dan video, serta taktik memancing emosi. Seiring dengan hal tersebut, Google Indonesia meluncurkan kampanye “Recheck Sebelum Kegocek” bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, Cek Fakta, Safer Internet Lab, Vindes, dan mitra-mitra lainnya.

Ini adalah kampanye yang terutama ditujukan kepada pemilih muda agar terhindar dari misinformasi maupun informasi palsu lainnya. YouTube juga meluncurkan kampanye “Pause Dulu,” yang mengajak pengguna untuk lebih bijak sebelum membagikan informasi, dengan mengevaluasi konten terlebih dulu, memeriksa kredibilitas sumber, dan berpikir sejenak sebelum membagikannya agar terhindar dari misinformasi.

“Walaupun kami sudah berusaha sedemikian rupa untuk menjaga keamanan pengguna seperti yang tadi sudah paparkan, pasti pelaku yang tidak bertanggung jawab akan selalu ada. Oleh karena itu kami percaya bahwa penting sekali untuk mempersiapkan pemilih untuk melawan misinformasi ini,” papar Muriel.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version