Jakarta, Gizmologi – Setelah dua tim terbaik dari batch berikutnya resmi diumumkan pada awal tahun kemarin, kini sudah saatnya bagi Samsung Electronics Indonesia untuk membuka pendaftaran batch berikutnya dari program CSR yang membantu menemukan talenta muda baru asal Indonesia. Ya, Samsung Innovation Campus Batch 8 kini resmi digelar, dapat diikuti oleh semua pelajar SMA/SMK/MA dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Demi menjawab tantangan nyata di kalangan masyarakat saat ini, Samsung Innovation Campus Batch 8 siap memberikan pelatihan dalam topik coding, akal imitasi (AI), hingga Internet of Things (IoT) secara gratis. Dalam rilis resminya, inisiatif Samsung yang sudah berjalan rutin dalam beberapa tahun terakhir ini turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempercepat transformasi digital nasional—khususnya pengembangan talenta unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi maupun inovasi.
Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia mengatakan bila pihaknya siap memberikan lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital yang kini semakin dibutuhkan. “Program ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis di bidang Coding, AI, dan IoT, tetapi juga mendorong mereka menjadi problem solver yang mampu menciptakan inovasi berdampak bagi masyarakat,” jelasnya lewat sebuah rilis resmi (21/7).
Baca juga: Kolaborasi Coda dan EKRAF Buka Akses Developer Game Lokal ke Kancah Dunia
Samsung Innovation Campus Batch 8 Tetap Diselenggarakan Sepenuhnya Gratis
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8 sudah dibuka sejak 16 Juli 2026, dan akan ditutup pada 18 Agustus mendatang. Program ini terbuka bagi seluruh siswa aktif tingkat SMA, SMK, MA, serta mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia—diutamakan mereka yang memiliki minat tinggi untuk mempelajari teknologi digital.
Samsung juga menegaskan bila program pelatihan berbasis proyek satu ini diberikan secara 100% gratis, dan seluruh rangkaian pembelajaran, bimbingan, hingga penyediaan IoT Course Kit selama program Samsung Innovation Campus Batch 8 berlangsung, juga tidak memerlukan biaya tambahan. Bila Gizmo friends berminat, dapat mengisi formular dan melengkapi berkas persyaratan melalui halaman berikut ini.
Lewat Samsung Innovation Campus Batch 8, peserta akan mengikuti serangkaian pembelajaran yang dirancang bertahap, dengan harapan siap memahami dasar-dasar teknologi yang diperlukan hingga akhirnya memiliki kemampuan dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis AI maupun IoT. Peserta akan diberikan pemahaman dasar coding, fundamental yang diperlukan terkait konsep IoT, integrasi AI dan IoT dalam bentuk studi kasus nyata, hingga akhirnya mengembangkan proyek mandiri dengan pendekatan inovatif.
Setelah semua tahap tersebut berhasil dilalui, peserta Samsung Innovation Campus Batch 8 akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek akhir mereka di hadapan para mentor dan praktisi industri. Selain menjadi ajang selebrasi, tahap akhir tersebut juga menjadi ajang pembuktian kemampuan peserta setelah berhasil mengikuti semua rangkaian pelatihan.
Antusiasme Peserta Terus Meningkat dari Tahun ke Tahun
Selain mengumumkan pendaftaran Samsung Innovation Campus Batch 8, Samsung juga mengatakan bila antusiasme peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada batch sebelumnya yang digelar tahun kemarin, tercatat lebih dari 7700 pendaftar dari seluruh Indonesia—5500 di antaranya berhasil melaju ke tahap pertama. Dari ribuan peserta, akhirnya terpilih 20 tim terbaik yang sampai ke tahap Culmination Event, alias mempresentasikan proyek inovasi berbasis AI dan IoT mereka.
Salah satu peserta Batch 7 yang cukup mengesankan adalah Tim Outliers, lewat inovasi mereka dengan nama “PhysioTrack”. Inovasi yang diciptakan oleh tim beranggotakan mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga tersebut mampu hadirkan solusi rehabilitasi pasca stroke, memanfaatkan AI dan IoT yang sudah diajarkan selama program berlangsung.
PhysioTrack integrasikan AI Pose Estimation, sensor berbasis IoT pada wearable, serta dashboard untuk proses pemantauan berbasis web. Kombinasi tersebut memungkinkan pasien untuk menjalani proses rehabilitas secara lebih terstruktur langsung dari rumah, memberikan data yang dapat dipantau oleh fisioterapis, mengurangi batasan-batasan yang kerap ditemukan seperti perjalanan yang harus ditempuh oleh sebagian orang ke rumah sakit.
Satrio, salah satu anggota Tim Outliers mengatakan, pengalamannya mengikuti Samsung Innovation Campus telah mengubah cara pandangnya terhadap Ai, dari sekadar alat bantu pekerjaan menjadi sarana untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, embedded system, dan kebutuhan pengguna sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

