Kiev, Gizmologi – Di tengah memanasnya perang di Ukraina, tiba-tiba nama Apple mencuat. Ada apa sebenarnya?
Ya, Pemerintah Ukraina mendesak agar Apple menghentikan segala aktivitasnya ke Rusia. Hal ini merupakan bentuk “embargo” untuk pengguna produk Apple di Negeri Beruang Putih tersebut.
Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri Ukraina mendesak Tim Cook agar menghentikan supply produknya dan memblokir App Store di Rusia. Bahkan, lewat akun Twitter-nya, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital Ukraina ini memamerkan sebuah salinan surat yang dikirim ke CEO Apple tersebut.
“Saya sudah menghubungi @tim_cook, CEO Apple, untuk memblokir Apple Store bagi warga Federasi Rusia, dan untuk mendukung paket sanksi pemerintah AS,” demikian kicauan Fedorov.
Namun, baik Apple maupun Tim Cook tidak merespon sama sekali kicauan tersebut. Hanya saja, sehari sebelumnya, dia sempat mengaku prihatin dengan situasi perang di Ukraina.
“Saya sangat prihatin dengan situasi di Ukraina. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk tim kami di sana dan akan mendukung upaya kemanusiaan lokal. Saya memikirkan orang-orang yang saat ini berada dalam bahaya dan bergabung dengan semua orang yang menyerukan perdamaian,” kicau Tim.
Embargo Mewarnai Perang di Ukraina
Kenapa nama Apple dibawa-bawa dalam perang di Ukraina? Pasalnya, perusahaan ini merupakan “ikon Amerika Serikat”. Permintaan yang dilayangkan Fedorov tampaknya menjadi harapan bahwa perusahaan ini pro Ukraina, seperti halnya Pemerintah Amerika Serikat.
Harus diakui, Rusia memang memiliki pengguna produk Apple yang tidak sedikit. Bahkan, berdasarkan data dari Statcounter per Januari 2022, pengguna sistem operasi iOS di negara ini mencapai 28,72% dari total market share yang ada.
Dengan adanya pemblokiran yang diharapkan Pemerintah Ukraina tersebut, tentunya diharapkan pengguna Apple di Rusia akan ketar-ketir. Terutama jika akses per perangkatnya benar-benar dinonaktifkan.
Baca juga: Efek Perang di Ukraina, Operator di Amerika Serikat Menggratiskan Layanan Telekomunikasi
Sebelumnya, Amerika Serikat lewat komando Presiden Joe Biden telah mengumumkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dengan menutup bank-bank Rusia serta menutup akses ekspor barang elektronik, komputer, semikondukter, hingga suku cadang pesawat. Embargo yang dilakukan merupakan bentuk kecaman terhadap Rusia di perang Ukraina.
Lalu, apakah Apple akan mengambil sikap yang sama? Gizmin yakin saat ini tim internal di sana sedang dibuat pusing tujuh keliling untuk menyikapinya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

