Jakarta, Gizmologi – Sejak tahun 2018 lalu, JD.ID terus fokus pada strategi O2O (online-to-offline), dimana strategi bisnis omni-channel yang mengkombinasikan dua saluran bisnis berbeda (online dan offline) untuk melengkapi satu sama lain. Strategi ini diterapkan oleh JD.ID guna meningkatkan penjualan bisnis offline melalui kehadiran platform online, serta meningkatkan lalu lintas bisnis offline melalui konversi ke titik pick-up platform online.
Terlepas dari banyaknya platform belanja online yang bermunculan, konsumen masih mencari kebutuhan yang dapat dipersonalisasi di gerai offline. Hal ini diamini oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) yang mengapresaisi langkah JD.ID dengan menerapkan konsep integrasi antara gerai offline dan platform online untuk pengembangan industri e-commerce di Indonesia. “Kami melihat berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh JD.ID sejalan dengan visi IdEA dalam mendorong pengembangan ekonomi digital Indonesia, sehingga dapat mendukung pertumbuhan serta upaya pemulihan ekonomi nasional Indonesia,” ungkap Budi Primawan, Wakil Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
Eyvette Tung, Head of Offline Business JD.ID menjelaskan, pihaknya memiliki model bisnis yang unik dengan dua platform yang kuat, aset digital (online) dan fisik (offline) yang sangat terintegrasi. “Dengan memiliki kedua platform ini, kami memiliki strategi jangka panjang untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang berkesan dan saling terhubung, untuk memberikan ikatan personal yang bermakna dengan para pelanggan kami dimanapun dan bagaimanapun mereka memilih untuk berbelanja,” ujarnya.
Tahun ini, situs belanja online yang terafiliasi dengan JD.com tersebut semakin agresif mengepakkan sayap bisnisnya di segmen offline. Bahkan di bulan September saja, JD.ID sibuk membuka sejumlah gerai offline baru. Berikut beberapa gerai offline JD.ID berdasarkan catatan Gizmologi.
1. JD Hub
Melalui JD HUB, JD.ID berharap agar dapat senantiasa menghadirkan kemudahan, kenyamanan, serta kebebasan bagi para konsumen dalam memilih platform belanja yang paling sesuai untuk-nya. Baik memilih untuk membeli produk secara online di aplikasi JD.ID, kemudian mengambil-nya di gerai offline, atau-pun memilih dan membeli produk dari gerai offline terdekat untuk kemudian mengirimkan-nya ke alamat tujuan.
Saat ini tiga gerai offline JD HUB telah hadir di dua lokasi strategis di Jakarta, yakni di kawasan Karet Kuningan dan Gandaria, Jakarta Selatan. Selain gerai offline, JD.ID juga telah memiliki 17 gerai JD HUB yang tersebar di Jakarta dan Surabaya, yang berfungsi sebagai titik pick-up bagi para pelanggan yang berbelanja secara online dan memanfaatkan fitur “Nearby Shops” di aplikasi JD.ID.
JD HUB ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama strategis antara JD.ID dan Sinarmas Land, untuk mengisi ruang-ruang ritel di proyek milik Sinarmas Land.
2. JD.ID Electronic Store
Menariknya, selain memiliki display area, JD.ID Electronic Store juga menghadirkan experience area untuk seluruh konsumen, diantaranya area: Gaming, Smart Living, Kitchen, Bedroom, dan fasilitas center of activity yang dapat digunakan untuk berbagai acara JD.ID.
Irwan Nusyirwan, Director of 3C Business Unit JD.ID mengatakan nelalui fitur Nearby Shops yang terkoneksi dengan JD.ID Electronic Store, perusahaan dapat memberikan akses bagi para pelanggan yang berada di area sekitar lokasi untuk berbelanja kebutuhan produk elektronik, dari rumah masing-masing, sekaligus menciptakan traffic customer dari online ke offline atau sebaliknya.
3. YOJI
Selain itu, akan hadir pula berbagai merchandise unik eksklusif dari JD.ID pada kategori lifestyle untuk koleksi fashion, beauty dan home living. Di YOJI, pelanggan dapat menikmati layanan belanja langsung di toko dan melakukan transaksi mandiri secara online melalui konsep virtual market dengan LED Interactive Screen. Konsep ini sekaligus memperkenalkan fitur online-to-offline (O2O) terbaru dari JD.ID, dimana integrasi antara gerai offline dan platform online terjadi. Pelanggan dapat melakukan transaksi digital secara langsung dan melakukan self-pick up di toko atau memilih instant delivery ke alamat masing-masing.
YOJI memiliki arti ‘emphasize’, yang bermaksud menekankan dan mewakili aspirasi JD.ID untuk selalu memberikan yang terbaik bagi konsumen.
“Memahami kebutuhan konsumen adalah jiwa dari hadirnya YOJI. Para pelanggan tidak akan merasa kesulitan dalam memilih produk karena kami telah memilih dengan cermat semua produk yang dijual disini. Kami berharap dapat memuaskan para konsumen melalui kualitas produk yang kami jual maupun kenyamanan berbelanja langsung di gerai YOJI yang mudah,” tambah Eyvette.
Berlokasi di Ashta District 8 Lantai 1 dan memiliki luas 140 m2, gerai YOJI memanjakan konsumen dengan tampilan interior yang nyaman. Perusahaan mengungkapkan akan terus melakukan ekspansi dengan penuh persiapan untuk semua gerai eksklusif seperti YOJI guna memastikan strategi pemasaran yang tepat bagi sahabat JD.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
