PORTAL Buka di Jakarta, Eksplorasi Wahana Ruang Imersif dengan Teknologi Sinematik dan Storytelling

6 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Pengalaman hiburan berbasis teknologi imersif kini hadir di ibu kota. PORTAL resmi dibuka di K Mall Menara Jakarta, Kemayoran, menawarkan wahana ruang imersif sinematik yang memungkinkan pengunjung berjalan dan berinteraksi langsung di dalam dunia digital berskala besar, memadukan visual 360 derajat, audio spasial, dan narasi interaktif.

Berbeda dari wahana virtual reality konvensional yang mengandalkan perangkat headset individual, PORTAL dirancang sebagai ruang imersif berbasis pergerakan bebas. Pengunjung dapat bergerak secara fisik di dalam ruangan, sementara visual sinematik dan tata suara dinamis membangun ilusi ruang digital yang menyatu dengan dunia nyata.

“PORTAL bukan sekadar tempat hiburan, tetapi sebuah platform yang memungkinkan koneksi antara teknologi, kreativitas, dan penceritaan,” ujar Jacky, Managing Director DF Experiences, saat memperkenalkan layanan ini di Jakarta (5/2/2026). Menurutnya, kehadiran PORTAL di Jakarta diharapkan dapat memperkaya ekosistem pengalaman imersif yang mulai berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Keduanya menempatkan wahana ini sebagai ruang eksperimen baru bagi pemanfaatan teknologi imersif di sektor hiburan (experience-based entertainment) dan pengalaman berbasis lokasi (location-based entertainment) yang menggabungkan teknologi visual 360 derajat, tata suara spasial, serta penceritaan interaktif dalam satu ruang fisik.

Apa itu PORTAL dan Apa yang Ditawarkan?

Ki-ka: Jacky, Managing Director DF Experiences; Sripeni Puspasari, Direktur NETASIA

Sebagaimana disinggung di atas, berbeda dari atraksi realitas virtual (VR) konvensional yang umumnya bersifat individual dan statis, PORTAL dirancang sebagai ruang imersif berbasis pergerakan fisik. Pengunjung tidak hanya mengenakan perangkat dan menyaksikan konten visual, tetapi juga berjalan, menjelajah, serta berinteraksi dengan lingkungan digital yang diproyeksikan secara 360 derajat di sekeliling ruangan.

Secara teknologi, PORTAL mengandalkan pendekatan sinematik digital yang mengombinasikan visual resolusi tinggi, tata suara dinamis, serta sistem pelacakan gerak yang memungkinkan pengalaman berjalan bebas (free-roaming). Pendekatan ini memberikan sensasi ruang virtual yang lebih alami karena gerakan tubuh pengguna disinkronkan dengan dunia digital yang ditampilkan.

Model seperti ini menuntut sinkronisasi presisi antara visual, audio, dan pergerakan, sehingga pengalaman yang dihasilkan tidak terfragmentasi. Hasilnya, batas antara ruang fisik dan dunia virtual menjadi semakin samar, menghadirkan pengalaman multisensori yang lebih menyeluruh.

PORTAL juga dirancang agar dapat diakses oleh berbagai kalangan usia. Alih-alih mengandalkan kontrol rumit, pengalaman disusun secara intuitif, memungkinkan pengunjung fokus pada eksplorasi dan interaksi, bukan pada pengoperasian perangkat teknologi itu sendiri.

Narasi Interaktif sebagai Inti Pengalaman

Tema perdana yang dihadirkan PORTAL berjudul The Element Code. Berlatar tahun 2050, pengalaman ini membawa pengunjung masuk ke dalam alur cerita petualangan futuristik, di mana mereka berperan sebagai bagian dari misi untuk menemukan istana bawah tanah yang hilang dan memperbaiki perangkat waktu-ruang bernama Huo Tian.

Narasi menjadi elemen penting dalam pengalaman ini. Pengunjung tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ditempatkan sebagai karakter aktif dalam cerita. Interaksi dilakukan melalui pergerakan, eksplorasi ruang, serta respons terhadap elemen visual dan audio yang muncul secara real time.

Pendekatan storytelling semacam ini mencerminkan tren global dalam pengembangan wahana imersif, di mana teknologi digunakan bukan hanya untuk efek visual, tetapi juga untuk membangun keterlibatan emosional dan rasa kehadiran (sense of presence).

Mengapa Jakarta?

Pemilihan Jakarta sebagai lokasi PORTAL dinilai strategis karena tingginya minat masyarakat terhadap hiburan berbasis teknologi dan pengalaman digital. Selain itu, kota ini juga menjadi pusat pertemuan antara industri kreatif, teknologi, dan gaya hidup urban. PORTAL berlokasi di Unit 1F-19A, K Mall Menara Jakarta, Kemayoran, dan dirancang sebagai destinasi yang dapat diakses oleh berbagai kelompok usia, dengan sistem pengalaman yang intuitif tanpa memerlukan pemahaman teknis yang rumit.

PORTAL tidak hanya menghadirkan pengalaman digital, tetapi juga mengintegrasikan unsur budaya dan kreativitas lokal. Di area pendukung, pengunjung dapat menemukan produk-produk kerajinan dari pelaku industri kreatif Indonesia, mulai dari kerajinan tanah liat, sulam, rajut, hingga produk gaya hidup lainnya.

Menurut Sripeni Puspasari, Direktur NETASIA, kolaborasi ini bertujuan memperluas pengalaman pengunjung di luar ruang digital.
“Melalui merchandise yang dikurasi, kami ingin menghadirkan titik temu antara teknologi imersif dengan gaya hidup dan budaya, sekaligus memberi ruang bagi karya kreatif lokal,” ujarnya.

Beberapa kegiatan interaktif, seperti workshop pembuatan kerajinan, juga dijadwalkan untuk melibatkan pengunjung secara langsung dan memperkuat aspek partisipatif dari PORTAL.

Harga dan Akses PORTAL

PORTAL mulai dibuka untuk umum sejak 5 Februari 2026. Harga tiket dibanderol Rp180.800 untuk hari kerja dan Rp198.800 untuk akhir pekan, dengan pembelian tiket dilakukan secara daring melalui platform resmi.

Kehadiran PORTAL menunjukkan bagaimana teknologi imersif mulai bergeser dari sekadar perangkat personal menjadi pengalaman ruang kolektif. Dengan rencana menghadirkan tema dan dunia baru secara berkala, PORTAL berpotensi menjadi laboratorium kreatif bagi pengembangan konten imersif di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas teknologi, seni, dan budaya.


Selalu update dengan informasi gadget dan teknologi terkini, Follow media sosial Gizmologi di InstagramTikTok, dan YouTube


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version