Protergo Bangun Ekosistem Perangkat Lunak Buat Keamanan Siber

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Perusahaan penyedia solusi dan siber sekuriti, Protergo menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem perangkat lunak untuk memperkuat sistem keamanan siber Indonesia dari berbagai ancaman. Tercatat, sepanjang tahun 2022, Protergo telah berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari 100.000 serangan siber.

Co-Founder PT Protergo Siber Sekuriti, Marco Cioffi, menjelaskan pihaknya telah membangun segmen layanan yang kuat dalam 3 tahun terakhir dan mengembangkan lebih dari 150 talenta lokal dalam keamanan siber. Bahkan tahun ini, Protergo juga sudah mengantongi sertifikat CREST.

“Indonesia memiliki lebih dari 260 juta penduduk, oleh karena itu kita harus memanfaatkan ini untuk membangun sektor layanan yang kuat. Selain itu, kita harus mulai mengembangkan perangkat lunak keamanan siber sendiri untuk perlindungan nasional,” papar Marco dalam keterangannya, Selasa (20/12/2022).

Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah terjadi lebih dari 108 juta serangan siber yang ditujukan ke Indonesia sejak 1 Januari hingga 7 September 2022. “Protergo saat ini mendeteksi dan memblokir 15.000 serangan per hari dan menyadari bahwa dalam 6 bulan terakhir, ancaman seluler telah meningkat secara eksponensial,” imbuhnya.

Baca Juga:Pertama di Asia Tenggara, Aplikasi Keamanan Seluler Protergo ‘Sentinel’

Ekosistem Perangkat Lunak untuk Keamanan Siber

Menyambut tahun baru 2023, dia menerangkan kinerja Protergo mengalami perkembangan yang signifikan. Protergo telah dipercaya oleh lebih dari 100 klien korporat lintas bisnis.

Di mana beberapa tren tantangan dunia maya yang akan dialami Indonesia di tahun depan di antaranya adalah kebutuhan alat kolaborasi untuk meningkatkan keamanan dunia maya; perlindungan sistem cloud, serta manajemen terintegrasi keamanan siber atau DevSecOps.

Lebih lanjut, untuk melindungi keamanan cyber secara holistik, Marco mengatakan Protergo memiliki 4 produk. Keempatnya adalah X-Force – Next Gen SOC, produk untuk memantau sumber daya internal perusahaan; Radar – Next Gen SOC untuk memantau sumber daya eksternal perusahaan; Sentinel – Next Gen Antivirus untuk 0-days, APT, dan perlindungan seluler; serta Black – Pengujian Penetrasi Otomatis dengan simulasi tim merah/hitam dunia nyata.

“Kami juga telah mengembangkan Sentinel – perangkat lunak perlindungan keamanan siber pertama untuk aplikasi seluler dan sekarang kami meluncurkan Vigo – pemindai keamanan siber pertama yang khusus berfokus untuk infrastruktur digital Indonesia,” sebut Marco.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version