Penerapan registrasi biometrik sempat menekan penambahan pelanggan baru XLSMART pada bulan pertama. Hal ini diungkap secara langsung oleh Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys.
Meski begitu, angka pertumbuhannya mulai stabil setelah masyarakat semakin terbiasa dengan proses pendaftaran melibatkan verifikasi wajah. Merza mengatakan, kekhawatiran terhadap dampak kebijakan tersebut sudah muncul sejak tahap pembahasan.
Baca Juga: BioWare Ditutup Setelah 30 Tahun, Game Mass Effect Baru Dibatalkan
Penurunan pelanggan baru pun kemudian benar-benar terjadi pada awal penerapan. “Memang terjadi, bulan pertama drop lumayan,” kata Merza dalam sesi tanya jawab dengan media di Solo dalam acara Media Experience XLSmart Ultra 5G+ beberapa waktu lalu.
Walaupun sudah stabil, Merza menegaskan laju penambahan pelanggan baru belum kembali ke tingkat sebelum penerapan biometrik. Sayangnya, dia tidak merinci persentase penurunan maupun jumlah registrasi pada periode tersebut.
Mengapa Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik?
Sebelumnya, pemerintah memberlakukan peraturan di mana pengguna smartphone baru wajib registrasi biometrik dengan harapan untuk memperketat verifikasi identitas pengguna nomor seluler. Komdigi menjelaskan, pencocokan wajah dengan data kependudukan ditujukan untuk mengurangi penyalahgunaan identitas saat mendaftarkan kartu SIM.
Dasar kebijakan ini adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler. Untuk warga negara Indonesia, aturan tersebut mengatur penggunaan NIK dan data biometrik berupa pengenalan wajah dalam registrasi.
Perubahan ini menambahkan pemeriksaan wajah pada proses selama masa transisi masih dapat menggunakan NIK dan nomor Kartu Keluarga. Dengan pencocokan tersebut, proses registrasi dirancang untuk memastikan identitas benar-benar digunakan oleh pemilik yang sah.
Kewajiban registrasi biometrik bagi pelanggan baru ini sudah berlaku sejak 1 Juli 2026. Sebelum penerapan penuh, registrasi secara sukarela telah berjalan pada Januari–Juni 2026.
Bagaimana Proses Verifikasi Registrasi Biometrik?
Bagi pelanggan prabayar, registrasi dapat dilakukan di gerai operator atau secara mandiri melalui sarana digital yang disediakan operator. Dalam registrasi mandiri, pelanggan memasukkan nomor yang akan didaftarkan, mengikuti proses otorisasi, mengisi NIK, lalu menjalani pencocokan wajah.
Nomor dapat diaktifkan setelah data tervalidasi. Jika data tidak tervalidasi, aturan mengarahkan calon pelanggan untuk melakukan pemutakhiran data melalui instansi yang menangani administrasi kependudukan.
Aturan juga mewajibkan operator menerapkan mekanisme pencegahan dan penanganan penipuan dalam pelaksanaan registrasi biometrik. Dengan demikian, pemeriksaan tidak berhenti pada pengisian nomor identitas, tetapi melibatkan validasi terhadap orang yang melakukan pendaftaran.
XLSMART: Pelanggan Mulai Terbiasa
Di tengah perubahan prosedur tersebut, Merza menilai sosialisasi mulai membantu masyarakat memahami registrasi biometrik. Ia mengatakan penambahan pelanggan baru tidak lagi terus menurun seperti pada tahap awal.
“Walaupun tidak sama rate per hari atau per bulan untuk pelanggan baru, paling tidak kita lihat pertumbuhan sudah mulai stabil,” ujar Merza.
Menurut Merza, masyarakat mulai menerima prosedur baru dan terbiasa menjalankan proses registrasi. Ia tidak menyebut seluruh tahapan sudah menjadi mudah, tetapi perusahaan melihat biometrik tidak lagi menjadi hambatan besar.
“Buat kami, pendaftaran dengan biometrik bukan sebuah hambatan yang berarti,” kata Merza.
Penjelasan tersebut berfokus pada penambahan pelanggan baru.
Merza tidak menyatakan, tekanan pada registrasi sama dengan penurunan total pelanggan XLSMART, dan belum memberikan target waktu untuk kembali ke laju sebelum penerapan.
Apakah Pelanggan Lama Harus Registrasi Ulang?
Dalam keterangan resminya, Komdigi menjelaskan kewajiban registrasi biometrik berlaku bagi pelanggan baru. Pelanggan lama tidak diwajibkan melakukan registrasi ulang, tetapi dapat memperbarui data secara sukarela melalui mekanisme biometrik.
Ketentuan tersebut membedakan proses aktivasi nomor baru dengan penggunaan nomor yang sudah terdaftar. Untuk pelanggan lama yang ingin beralih ke registrasi biometrik, Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026 mewajibkan operator menyediakan fasilitas registrasi ulang.
Cek Nomor HP via NIK Dimatikan, XLSMART Ungkap Alasan
Di sisi lain, layanan cek nomor HP via NIK dapat membantu masyarakat memeriksa nomor terdaftar, tetapi malah dipakai oleh orang tak bertanggung jawab untuk mengakses data orang lain.
Terkait cek nomor HP via NIK ini, XLSMART mengungkap fasilitas itu dihentikan sementara setelah ditemukan penyalahgunaan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menjelaskan persoalan tersebut dalam sesi tanya jawab dengan media pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Media Experience Update 5G Yogya-Solo.
Menurut Merza, orang yang mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) seseorang dapat menggunakan layanan itu untuk melihat nomor telepon yang terhubung dengan identitas tersebut.
“Sekarang kita matikan lagi, semua operator, karena ternyata cek nomor HP via NIK ini disalahgunakan,” kata Merza.
Merza menyoroti peredaran data identitas dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satunya, kita menyerahkan KTP saat menginap di hotel atau pengisian nomor identitas dalam formulir undian.
Menurut penjelasannya, ketika data tersebut digunakan pada fasilitas pengecekan, informasi nomor HP terkait dapat ikut terlihat. Akses cek nomor HP via NIK semacam ini menjadi persoalan ketika dilakukan oleh orang tidak berhak.
“Padahal itu adalah data pribadi harus dilindungi,” ujar Merza dihadapan awak media. Ia menyampaikan, operator sedang membahas cara melindungi data konsumen sebelum membuka kembali akses.
Walau masih belum mengungkap secara detail sudah sejauh mana rencana tersebut, pembahasan saat ini berfokus pada mekanisme yang dapat memastikan pengguna layanan memang berhak melihat informasi tersebut.
Ia juga belum memaparkan metode verifikasi yang akan digunakan. Ia juga tidak menyebut jumlah kasus penyalahgunaan maupun jumlah pelanggan yang terdampak saat layanan cek nomor HP via NIK ini disalahgunakan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

