Kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi superapp yang ada saat ini, tentu secara tidak langsung mengubah keseharian masyarakat dalam beraktivitas, termasuk untuk kebutuhan harian seperti membeli makanan atau minuman. Dengan hadirnya opsi memesan secara daring (online), riset terbaru GrabAds justru mengungkap bila 79% pesanan GrabFood diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan yang dapat mereka temukan.
Tentu ada beragam alasan mengapa konsumen kini lebih memilih untuk memesan produk F&B secara daring—selain dari kemudahan yang ditawarkan, tidak lain juga berkat adanya sejumlah promo menarik, yang terkadang membuat harga menjadi lebih terjangkau. Namun alih-alih memesan makanan atau minuman favorit yang sama, ternyata kebiasaan konsumen saat ini justru mencari opsi-opsi baru yang dapat mereka temukan.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia, di mana dari hasil temuan data GrabAds disebutkan bila perjalanan konsumen kini kian dinamis, dengan keputusan membeli yang tidak selalu terjadi secara instan. “Di GrabFood, sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan bahwa konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan brand yang ingin mereka beli,” jelasnya dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung Kamis (8/10).
Baca juga: Grab Group Ride Bikin Pesan Satu Mobil untuk Ramai-Ramai Jadi Lebih Praktis
Brand Lebih Populer Tidak Mutlak Jadi Pilihan Konsumen
Temuan perilaku masyarakat tersebut, menjadi salah satu latar belakang GrabAds menggelar sebuah acara khusus yakni F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, pertama kalinya digelar di Indonesia demi mempertemukan para marketers dan pemimpin industri dari industry F&B. Diharapkan dapat memberikan insight konsumen yang lebih mendalam, termasuk perilaku konsumen di GrabFood dan GrabMart, agar dapat diterjemahkan menjadi strategi marketing yang lebih tepat guna.
“Bagi brand, ini menjadi peluang untuk hadir lebih awal dalam journey tersebut. Melalui F&B Forward: GrabAds Marketing Summit, kami mengajak para pelaku marketing dan business leaders untuk menghubungkan brand building dengan conversion secara lebih utuh, dari membangun Top of Mind hingga memenangkan Top of Cart,” tambah Roy. Lebih lanjut terkait penemuan kebiasaan konsumen, tercatat bila pengguna reguler GrabFood memesan dari rata-rata 62,8% merchant berbeda dalam rentang waktu satu tahun.
Temuan lainnya juga sebutkan bila lebih dari 40% pesanan berasal dari merchant yang belum pernah mereka pesan dalam 12 bulan terakhir. Dan sebagai langkah pertama atau sebelum konsumen benar-benar menentukan pilihan, rata-rata diperlukan waktu sekitar 12,4 menit untuk menjelajahi setidaknya sampai enam merchant berbeda.
Juga terdapat fakta menarik terbaru, di mana brand yang yang dicari belum tentu menjadi brand yang akhirnya dibeli. Pada sejumlah brand besar di dalam GrabFood, hanya sekitar 29-42% pencarian berdasarkan nama brand yang benar-benar berakhir menjadi pesanan. Dan bahkan di antara konsumen yang tetap melakukan pemesanan pada sesi tersebut, sepertiga akhirnya memilih brand lain.
GrabAds Tawarkan Solusi Menyeluruh Untuk Memenangkan Konsumen
Dari sejumlah temuan di atas, GrabAds menyampaikan bila penting bagi brand untuk memenangkan kedua tahap dalam customer journey, yakni Top of Mind serta Top of Cart. Kalau Top of Mind lebih berkaitan dengan kemampuan brand dalam membangun awareness dan konsiderasi sebelum akhirnya minat beli konsumen terbentuk, Top of Cart berkakitan dengan kemampuan mempertahankan preferensi konsumen hingga akhirnya brand mereka terpilih dan terjadi transaksi.
Roy menambahkan, GrabAds berperan dalam membantu brand memahami consumer moments, lewat first-party consumer insights yang diterjemahkan ke berbagai touchpoints yang relevan. “Dengan pendekatan full-funnel, brand dapat membangun awareness dan consideration sebelum purchase intent terbentuk, tetap relevan saat konsumen mulai mengeksplorasi pilihan, hingga mendorong conversion ketika mereka siap membeli.”
Data internal GrabAds juga menunjukkan bila konsumen yang terpapar iklan GrabAds di GrabFood tercatat hingga 61% lebih mungkin mencari brand yang sama dalam bulan tersebut. Dan salah satu brand F&B di Indonesia yang sudah memanfaatkan pendekatan full-funnel, adalah kolaborasi antara CHAGEE dan Grab.
Disebutkan bila CHAGGE berhasil mencatat pertumbuhan jumlah pesanan di GrabFood lebih dari 68% selama periode kampanye, hingga meningkatkan pembicaraan di media sosial maupun sejumlah komunitas kreatif, lewat berbagai kampanye kreatif yang sudah digelar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

