Samsung Solve for Tomorrow 2026: Tak Sekadar Jago AI, 296 Anak Muda Belajar Kembangkan Solusi

By
4 Min Read
Rahmat Fajri, AI Engineer, memaparkan materi “Roadmap Pengembangan Inovasi AI” dalam sesi Pelatihan Teknis AI Amplification di Samsung Solve for Tomorrow 2026

Kemampuan menggunakan artificial intelligence (AI) kini semakin mudah diakses. Namun, bagi anak muda yang ingin mengembangkan solusi berbasis AI, kemampuan teknis saja tidak cukup. Mereka juga perlu memahami masalah yang ingin diselesaikan, siapa penggunanya, hingga apakah AI memang menjadi teknologi yang tepat.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 di Indonesia. Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification untuk mengembangkan ide mereka menjadi solusi berbasis teknologi.

Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta yang sebelumnya mengikuti Design Thinking Workshop.
Baca juga: Samsung Galaxy A57 5G Dibekali IP68, Seberapa Tahan Terhadap Air?

Peserta Belajar Memulai dari Masalah

Tim Labmino, pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2025 dan Global Ambassador

Dalam pelatihan AI Amplification, peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI yang akan digunakan. Mereka terlebih dahulu belajar mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, melihat data yang tersedia, serta menentukan tujuan solusi. Pendekatan ini mengubah pertanyaan dari sekadar “AI apa yang bisa digunakan?” menjadi “masalah apa yang perlu diselesaikan?”

Rahmat Fajri, AI Engineer sekaligus pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026, mengatakan teknologi seharusnya bukan menjadi titik awal dalam mengembangkan solusi berbasis AI. “Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia,” ujar Rahmat.

Setelah memahami permasalahan, peserta kemudian menentukan apakah AI memang diperlukan dan pendekatan apa yang paling sesuai. Materi yang diberikan mencakup berbagai teknologi dan pendekatan AI, seperti Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI.

Peserta juga mempelajari tahapan pengembangan prototype, mulai dari pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, fine-tuning, hingga transfer learning. Integrasi AI melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI juga menjadi bagian dari pelatihan.

Dari Ide Menjadi Prototype

Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan pada proyek masing-masing peserta. Mereka menganalisis masalah, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang dikembangkan.

Menurut Rahmat, proses tersebut juga mengubah cara peserta melihat ide yang mereka bawa. “Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat.”

Dengan pendekatan tersebut, kemampuan AI yang dikembangkan peserta tidak hanya berkaitan dengan cara menggunakan teknologi, tetapi juga menentukan kapan teknologi tersebut dibutuhkan.

Pertama Kali Gunakan Format Hybrid

Samsung Solve for Tomorrow 2026 juga menggunakan format berbeda pada pelatihan teknis semifinal. Rangkaian pelatihan berlangsung pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.

Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan program di Indonesia, AI Amplification digelar secara hybrid, dengan pengajar memberikan pelatihan langsung dari kantor Samsung Indonesia sementara peserta mengikuti sesi secara online.

Setelah AI Amplification, para semifinalis akan mengikuti sesi mentoring untuk menyempurnakan solusi. Mereka selanjutnya mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video sebelum Samsung mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori siswa dan mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final.

Bagi peserta, proses tersebut menunjukkan bahwa pengembangan solusi AI bukan hanya soal kemampuan membuat atau menggunakan teknologi. Kemampuan memahami masalah, pengguna, data, serta menentukan teknologi yang tepat menjadi bagian penting agar sebuah ide dapat berkembang menjadi solusi yang relevan.

Author

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version