Secure Parking Dorong Transformasi Parkir Digital lewat Sistem eNOS

6 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Transformasi digital tidak hanya terjadi pada layanan transportasi atau pembayaran, tetapi juga pada sektor parkir yang selama ini sering dianggap sebagai layanan sederhana. Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai serta aplikasi digital dalam aktivitas sehari-hari, sistem parkir seperti Secure Parking kini dituntut untuk menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem mobilitas perkotaan.

PT Securindo Packatama Indonesia atau Secure Parking Indonesia menilai bahwa parkir kini tidak lagi sekadar tempat berhenti kendaraan, melainkan bagian penting dari pengalaman mobilitas masyarakat di kota modern. Oleh karena itu, perusahaan mulai mendorong transformasi layanan parkir berbasis teknologi melalui sistem operasional digital terbaru bernama eNOS.

Deputy General Manager Business Development Jabodetabek Secure Parking Indonesia, Ryan Rachmat, menjelaskan bahwa pengalaman parkir memiliki peran besar dalam keseluruhan pengalaman pengunjung suatu tempat.

“Parkir sering menjadi kesan pertama dan terakhir ketika seseorang mengunjungi suatu tempat. Ketika prosesnya tertib dan lancar, pengalaman pengunjung juga terasa lebih nyaman,” ujarnya.

Menurut Ryan, layanan parkir yang cepat, jelas, dan dapat dipercaya kini menjadi bagian dari ekosistem mobilitas kota yang semakin kompleks. Di era urbanisasi dan digitalisasi, smart mobility tidak hanya berbicara tentang kendaraan listrik atau transportasi berbasis aplikasi, tetapi juga layanan pendukung seperti parkir yang efisien.

Perubahan Perilaku Pengguna Dorong Digitalisasi Parkir

Perubahan perilaku pengguna menjadi salah satu faktor utama yang mendorong digitalisasi layanan parkir. Saat ini masyarakat semakin terbiasa menggunakan smartphone untuk berbagai aktivitas, mulai dari pembayaran hingga akses layanan publik.

Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, Hendri, mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga pembaruan pada proses operasional layanan parkir.

“Digitalisasi kami jalankan untuk memperkuat ketertiban proses, memastikan transaksi tercatat dengan jelas, dan pada saat yang sama meningkatkan kenyamanan bagi pengguna,” jelas Hendri.

Melalui sistem digital yang terintegrasi, proses masuk dan keluar kendaraan dapat tercatat secara otomatis. Selain itu, pembayaran parkir kini dapat dilakukan melalui berbagai metode non-tunai, mulai dari kartu elektronik hingga platform pembayaran digital yang terhubung dengan sistem perbankan maupun dompet digital.

Saat ini Secure Parking mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir yang telah bertransformasi secara digital di berbagai wilayah Indonesia. Lokasi tersebut mencakup berbagai jenis properti, seperti pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, rumah sakit, hingga fasilitas publik lainnya.

Evolusi Sistem Parkir Digital dari EPS ke eNOS

Hendri, Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, sedang menjelaskan terkait fitur Flap Lock

Sebagai bagian dari evolusi teknologi layanan parkir, Secure Parking juga mengembangkan sistem operasional berbasis teknologi yang berevolusi dari Epsilon Parking System (EPS) menuju platform terbaru bernama eNOS.

Sistem eNOS memungkinkan kendaraan dikenali secara otomatis menggunakan teknologi License Plate Recognition (LPR). Dengan teknologi ini, kendaraan dapat teridentifikasi melalui nomor plat tanpa memerlukan interaksi manual yang panjang di pintu masuk maupun keluar area parkir.

Selain itu, sistem pembayaran parkir juga semakin fleksibel karena dapat dilakukan melalui telepon genggam atau perangkat pembayaran digital yang tersedia di area parkir. Teknologi ini juga didukung fitur pembayaran berbasis QR serta sistem Flap Lock yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran secara mandiri tanpa harus melakukan transaksi manual dengan petugas.

“Tujuan utamanya sederhana: membuat pengalaman parkir menjadi lebih cepat, lebih praktis, dan lebih transparan bagi pengguna,” kata Hendri.

Saat ini teknologi eNOS telah diterapkan di beberapa lokasi di Jakarta, termasuk Plaza Indonesia dan PIK Avenue. Ke depan, implementasi sistem ini akan diperluas ke sejumlah kota lain di Indonesia sebagai bagian dari strategi transformasi layanan parkir digital.

Tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, digitalisasi sistem parkir juga memberikan dampak pada tata kelola operasional. General Manager Business Development Secure Parking Indonesia, Sofian Chandra, menjelaskan bahwa integrasi pembayaran digital membuat seluruh transaksi parkir tercatat secara otomatis.

Dengan sistem yang terintegrasi, pengelola kawasan dapat memantau transaksi parkir secara lebih transparan dan sistematis. Hal ini juga membantu meningkatkan akuntabilitas operasional sekaligus mempermudah proses audit maupun pengelolaan data.

Saat ini Secure Parking telah mengintegrasikan berbagai metode pembayaran digital, termasuk kartu elektronik, server-based banking, virtual account, serta berbagai platform e-wallet dan mobile banking yang umum digunakan masyarakat.

Transformasi Layanan Parkir Digital Secure Parking di 2026

Memasuki tahun 2026, Secure Parking menyebut transformasi layanan parkir digital akan memasuki fase penguatan implementasi. Artinya, fokus perusahaan tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan sistem yang sudah dikembangkan dapat berjalan secara konsisten di berbagai lokasi operasional.

Deputy Managing Director Secure Parking Indonesia, Queenta Sylvia, mengatakan bahwa fase berikutnya adalah memastikan kualitas layanan yang stabil dan standar operasional yang terjaga di seluruh jaringan operasional perusahaan.

“2026 merupakan fase penguatan implementasi. Bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi memastikan sistem yang sudah berjalan dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin stabil dan konsisten bagi pengguna,” ujarnya.

Langkah tersebut mencakup perluasan implementasi sistem parkir digital di berbagai lokasi, peningkatan standar operasional layanan, serta integrasi teknologi yang lebih kuat untuk mendukung pengalaman parkir yang efisien.

Transformasi ini juga menunjukkan bahwa konsep smart mobility tidak hanya berkaitan dengan kendaraan atau transportasi publik, tetapi juga mencakup berbagai layanan pendukung yang membuat mobilitas masyarakat di kota menjadi lebih nyaman, efisien, dan transparan.

Dengan semakin berkembangnya teknologi digital serta meningkatnya ekspektasi pengguna terhadap layanan yang cepat dan praktis, sistem parkir berbasis teknologi diperkirakan akan menjadi standar baru dalam pengelolaan mobilitas perkotaan di masa depan.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version