Enggak Cuan! ZippyShare Akhiri Layanan Usai 17 Tahun Beroperasi

3 Min Read

Jakarta, Gizmoloigi – Situs berbagi file gratis, ZippyShare resmi mengumumkan tutup layanan per 31 Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah 17 beroperasi, sejak September 2006.

Hal ini diketahui lewat postingan di blog perusahaan, di mana salah satu alasan Zippyshare ditutup adalah karena perusahaan tidak mampu mempertahankan layanan agar tetap beroperasi. Perusahaan mengakui, layanan mereka ditutup karena biaya operasi terus meningkat tetapi pendapatan semakin berkurang.

“Kami berencana untuk menutup layanan di akhir bulan. Cadangkan (backup) seluruh file penting Anda. Anda punya dua minggu untuk melakukannya. Sampai waktu itu tiba, situs akan berjalan tanpa ada perubahan,” tulis perusahaan seperti dikutip dari blog resminya, Selasa (21/3/2023).

Bagi yang belum familier, ZippyShare merupakan layanan yang mewadahi penggunanya untuk menyimpan dan mengirim data/file melalui internet. File tersebut mencakup database, foto, video, email, aplikasi dan sebagainya.

Melalui layanannya ini, ZippyShare memudahkan penggunanya menyimpan dan mengirim file dalam berbagai jenis format, mempunyai tampilan antarmuka yang sederhana dan minimalis. Bahkan, layanan ini tidak dipungut biaya apapun, alias gratis.

Selain biaya operasional dengan ketidakseimbangan antara jumlah server yang semakin banyak dan pemasukan kian menipis, membuat perusahaan semakin merugi, inilah yang menjadi alasan ketiga penutupan layanan. “Kami tidak mampu lagi memelihara situs.”

Baca Juga: Penting! Ini 5 Tips Hindari Penipuan Online lewat File APK

Situs Berbagi File Gratis ZippyShare

Layanan ZippyShare akan ditutup

Tak hanya itu, traffic ke situs Zippyshare pun terus menurun karena semakin banyak orang beralih ke layanan berbagi file lebih modern dan lebih banyak fitur. Bahkan menurut perusahaan, kehadiran ad-blockers membuat mereka tidak dapat menghasilkan keuntungan.

Dikarenakan iklan yang muncul di halaman ZippyShare bakal langsung diblokir oleh ad-blocker yang terpasang di peramban (browser) pengguna. Artinya semakin anyak pengguna internet yang menggunakan ad-block atau pemblokir iklan, membuat pendapatan Zippyshare anjlok.

“Kami sampai di sebuah lingkaran setan. Untuk membayar infrastruktur server, kami harus menempatkan lebih banyak iklan di halaman website. Dikarenakan kini pengguna menjalankan banyak ad-blocker, maka sampailah kami di titik ini sekarang,” papar ZippyShare.

Dihimpun dari Torrent Freak, ZippyShare merupakan salah satu laman web berbagi file terbesar di dunia, dengan 43 juta kunjungan per bulan. Sayannya dengan angka sebesar itu, perusahaan tetap tidak dapat menghasilkan uang, atau tidak dapat balik modal.

Hal tersebutlah yang mendorong perusahaan memutuskan memberhentikan layanannya di akhir bulan ini. Selain Zippyshare, sejumlah situs berbagai file populer lainnya seperti Megaupload, Hotfile, dan RapidShare juga terpaksa menutup layanannya.

“Masih ada beberapa alasan kecil yang melatarbelakangi penutupan layanan, kami bahkan bisa menulis buku untuk hal itu. Akan tetapi, mungkin tidak akan ada orang yang mau membacanya. Ringkasnya, kami tidak mampu lagi memelihara situs ini,” tutup perusahaan.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version