Smartfren Kantongi Frekuensi 10Mhz Buat Tambahan Jaringan 5G

2 Min Read
Teknisi Smartfren melakukan optimasi jaringan menjelang Ramadan 1442H, pada salah satu BTS di Bogor, Kamis (8 April 2021)

Jakarta, Gizmologi – Operator seluler, Smartfrn berhasil mendapatkan tambahan alokasi frekuensi 10MHz, pada rentang spektrum 2,3GHz. Alokasi ini diperoleh dari pengalihan alokasi frekuensi pasca selesainya proses penataan ulang (refarming) pada Maret 2023 lalu.

President Director Smartfren Merza Fachys mengatakan, penambahan frekuensi tersebut membuat kualitas layanan perseroan makin optimal. Adapun proses penataan frekuensi dilakukan agar blok spektrum yang ditempati oleh operator telekomunikasi menjadi berdampingan, sehingga dapat meningkatkan kualitas serta kapasitas jaringan seluler tersebut.

“Dengan selesainya penataan ulang frekuensi dan adanya alokasi spektrum tambahan ini, Smartfren semakin optimal memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat. Selain itu masyarakat juga bisa menikmati kualitas yang lebih baik dari mana pun mereka berada,” ungkap Merza, Kamis (27/4/2023).

Baca Juga: 5 Kelebihan Smartfren Kuota M dan L, Punya Triple Bonus Kuota untuk Streaming

Alokasi Frekuensi 10MHz Smartfren

Agus Rohmat, VP Network Operations Smartfren

Merza juga mengatakan dengan tambahan spektrum masyarakat juga dapat menikmati kualitas yang lebih baik di mana pun mereka berada. Tambahan alokasi frekuensi ini berlaku di seluruh Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Smartfren juga telah melakukan sejumlah inisiatif lain guna meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi. Salah satunya adalah dengan memacu proses fiberisasi atau pemasangan serat optic untuk menyambut era 5G.

“Fiberisasi ini merupakan teknologi yang harus diimplementasikan guna meningkatkan kapasitas layanan telekomunikasi, terutama di wilayah-wilayah yang trafik datanya tinggi,” tambah Merza.

Di sisi lain, Smartfren terus meningkatkan coverage, antara lain dengan penambahan sejumlah total 4.000 BTS di seluruh wilayah operasionalnya. Smartfren membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,06 triliun setelah pada tahun sebelumnya tercatat kerugian sebesar Rp435,32 miliar.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version