Jakarta, Gizmologi – Platform e-commerce, Jual-beli dan sewa properti Pinhome menghadirkan program cicilan KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap. Program ini dihadirkan sebagai upaya mengatasi kesulitan yang sering dihadapi oleh masyarakat untuk memiliki rumah.
“Kami melihat adanya sebagian konsumen yang sebenarnya sudah memiliki penghasilan yang mencukupi, namun belum bisa masuk kriteria KPR perbankan karena pendapatannya yang tidak tetap,” kata Chief Commercial Officer Pinhome, Muhammad Hanif, Rabu (16/3).
Dijelaskannya pada tahun 2020, BPS menyebutkan bahwa lebih dari 71 juta penduduk berpenghasilan rendah di Indonesia, 15% di antaranya atau sekitar 11 juta jiwa belum memiliki rumah layak huni. Salah satu hambatan utama yang dihadapi para calon pembeli adalah uang muka (down payment) yang mahal yang biasanya mencapai minimal 15-20% dari harga total rumah.
Mengusung nama program #CicilDiPinhome, startup ini menawarkan skema cicilan rumah selama 1 hingga 20 tahun. Tidak ada checking Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) saat pengajuan, sehingga terbuka untuk mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap.
Proses pengajuan dokumen dalam program ini diklaim lebih sederhana dan dapat dipantau melalui situs resmi perusahaan. Beberapa dokumen yang menjadi syarat adalah KTP, NPWP dan bukti penghasilan untuk membayar first payment yang bersifat refundable.
“Kami berharap dengan adanya program ini, semakin banyak orang bisa mendapatkan rumah impian mereka menuju penghidupan yang lebih baik,” jelas Dayu Dara Permata, Founder dan CEO Pinhome.
Baca Juga: Beli Rumah Bisa Lewat Aplikasi e-commerce Properti Pinhome
Program Cicilan KPR
Dalam menghadirkan layanan ini, Pinhome bekerja sama dengan BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan yang fokus mendukung sektor perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Kemitraan tersebut bertujuan untuk memberikan fasilitas kepemilikan rumah dengan skema rent to own.
Melalui program ini ini diharapkan bisa meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah atau non fixed income untuk dapat memiliki hunian melalui skema sewa dan kemudian dilanjutkan dengan opsi membeli di tengah atau di akhir periode sewa.
“Misi ini sejalan dengan Pinhome untuk dapat mewujudkan akses dan keterjangkauan setiap masyarakat di Indonesia untuk dapat memiliki hunian yang layak. Untuk itu, program sewa-beli diharapkan dapat menjangkau segmen masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses (unbankable),” Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo.
Hingga saat ini, Pinhome telah menawarkan lebih dari 600 ribu pilihan properti dengan sekitar 25 ribu penyedia jasa yang tersebar di 100 kota. Selain itu, perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 20 bank dan multifinance di seluruh Indonesia untuk memberikan ragam penawaran dan pembiayaan bagi calon pembeli.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

