YouTube Perketat Aturan Monetisasi 2027: Syarat Jam Tayang dan Views Shorts Naik 2 Kali Lipat

7 Min Read
Ilustrasi content creator YouTube (Foto: Canva)

Jakarta, Gizmologi – YouTube akan memperketat aturan monetisasi melalui YouTube Partner Program (YPP) mulai 1 Februari 2027. Perubahan terbesar menyasar kreator baru yang ingin mendapatkan bagi hasil pendapatan dari iklan dan YouTube Premium, dengan ambang jam tayang maupun views Shorts yang naik dua kali lipat dibanding syarat yang berlaku saat ini.

Dalam pengumuman resminya, YouTube menyebut perubahan ini sebagai pembaruan besar pertama terhadap YPP sejak 2018. Program tersebut kini telah memiliki lebih dari 3 juta kreator, sehingga perusahaan ingin mengubah mekanisme monetisasi untuk lebih memberi penghargaan kepada kreator yang aktif dan mampu mempertahankan engagement. YouTube juga memperkirakan akan membayar kreator lebih banyak pada 2027 dibandingkan 2026.

Bagi kreator yang sudah berada di YPP, perubahan ambang masuk ini tidak menghapus status mereka. Perubahan terutama berlaku bagi kreator baru yang mengajukan monetisasi untuk pendapatan iklan dan YouTube Premium setelah aturan baru mulai berlaku.

Syarat Monetisasi YouTube Naik Dua Kali Lipat

Saat ini, jalur utama untuk mendapatkan pendapatan iklan YouTube membutuhkan 1.000 subscriber dan salah satu dari dua syarat: 4.000 jam tayang publik dalam 12 bulan terakhir atau 10 juta views Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir.

Mulai 1 Februari 2027, ambang tersebut akan berubah menjadi 1.000 subscriber dan 8.000 jam tayang yang memenuhi syarat dalam 365 hari terakhir, atau 20 juta qualified Shorts views dalam 90 hari terakhir. Kenaikan ini berarti kreator baru membutuhkan dua kali lipat performa dibandingkan ambang saat ini untuk masuk ke jalur monetisasi iklan dan YouTube Premium.

Perubahan tersebut membuat perjalanan menuju monetisasi menjadi lebih panjang, khususnya bagi kanal yang mengandalkan Shorts. Untuk mencapai 20 juta views dalam periode 90 hari, kreator tidak cukup hanya mengandalkan satu video yang viral. Mereka perlu mempertahankan arus penonton secara konsisten.

Di sinilah video penjelasan YouTube mengenai perubahan YPP menjadi penting. Dalam penjelasan yang disampaikan VP Creator Product YouTube Amjad Hanif, platform tersebut menyoroti volatilitas performa Shorts. Sebuah video bisa memperoleh views sangat besar, tetapi performa kanal secara keseluruhan belum tentu konsisten. YouTube ingin mekanisme monetisasi lebih mengutamakan kreator yang terus menghasilkan views dan engagement.

Kreator Shorts Harus Mempertahankan 10 Juta Views

Perubahan lain yang cukup signifikan berlaku bagi kreator yang sudah menjadi anggota YPP dan mendapatkan pendapatan dari Shorts. Mulai 1 Februari 2027, kreator harus memiliki setidaknya 10 juta qualified Shorts views dalam 90 hari terakhir agar tetap memenuhi syarat untuk menerima bagi hasil pendapatan iklan dan subscription melalui Shorts.

Namun, gagal mempertahankan angka tersebut tidak berarti kanal langsung dikeluarkan dari YPP. Jika jumlah views Shorts turun di bawah 10 juta, kanal tetap berada dalam YPP dan masih dapat memperoleh pendapatan dari konten long-form. Bagi hasil pendapatan Shorts akan kembali tersedia ketika kanal mencapai ambang 10 juta views dalam 90 hari.

Artinya, YouTube mulai membedakan antara status sebagai anggota YPP dan kelayakan mendapatkan pendapatan dari Shorts. Model ini membuat monetisasi Shorts lebih menyerupai sistem yang harus dipertahankan secara berkala. Kreator tidak hanya mengejar satu kali pencapaian 10 juta views, tetapi harus menjaga performa agar tetap berada di atas ambang tersebut.

YouTube Siapkan Insentif Baru di Luar Iklan

Menariknya, YouTube tidak hanya menaikkan ambang monetisasi. Platform ini juga mengatakan akan memperluas sumber pendapatan kreator melalui sejumlah program insentif baru.

Untuk kanal yang berada di bawah ambang 10 juta qualified Shorts views, YouTube berencana menawarkan peluang pendapatan berdasarkan pencapaian tertentu. Contohnya termasuk bonus dari YouTube Shopping, insentif untuk kerja sama dengan brand, serta peningkatan pendapatan bagi kreator yang berhasil memulai dan mengembangkan tren.

YouTube belum mengungkap detail lengkap mengenai mekanisme maupun nilai insentif tersebut. Perusahaan mengatakan informasi lebih lanjut akan diumumkan kemudian.

Dengan demikian, kenaikan ambang monetisasi tidak serta-merta berarti YouTube menutup peluang penghasilan bagi kreator kecil. Justru platform tersebut tampaknya ingin menggeser sebagian fokus dari pendapatan iklan menuju model monetisasi yang lebih beragam.

Premium Lite Jadi Sumber Pendapatan Baru

Perubahan YPP juga berkaitan dengan YouTube Premium Lite. YouTube akan memperluas layanan berlangganan tersebut ke seluruh negara tempat YouTube Premium tersedia.

Pendapatan dari pelanggan Premium dan Premium Lite akan dialokasikan ke kumpulan pendapatan masing-masing. YouTube menyebut 30% dari pendapatan bersih langganan Premium dan 60% dari pendapatan bersih Premium Lite dialokasikan ke pool untuk kreator.

Dari pool tersebut, kreator menerima pembagian berdasarkan waktu tonton dan views. Untuk konten long-form, revenue share yang diterima kreator adalah 55%, sedangkan Shorts mendapatkan 45%.

Menurut YouTube, berdasarkan performa 2026, kreator rata-rata bisa memperoleh pendapatan lebih tinggi ketika pengguna beralih menjadi pelanggan Premium dibandingkan ketika pengguna tersebut hanya menonton konten dengan iklan. Catatan ini merupakan klaim YouTube berdasarkan data internal perusahaan, bukan angka pendapatan yang dijamin untuk setiap kreator.

Apa Artinya bagi Kreator YouTube?

Perubahan ini menunjukkan bahwa YouTube semakin menempatkan konsistensi performa sebagai bagian penting dari ekonomi kreator. Bagi kreator baru, target 8.000 jam tayang atau 20 juta views Shorts akan membuat monetisasi iklan menjadi lebih sulit dicapai dibandingkan sebelumnya. Kreator yang mengandalkan long-form harus mengumpulkan dua kali lipat jam tayang, sedangkan kreator Shorts harus mencapai dua kali lipat views dalam periode 90 hari yang sama.

Sementara bagi kreator yang sudah berada di YPP, aturan 10 juta qualified Shorts views membuat pendapatan Shorts menjadi lebih bergantung pada performa terbaru kanal. Viral sesaat mungkin tetap berguna untuk pertumbuhan, tetapi tidak otomatis cukup untuk mempertahankan akses terhadap bagi hasil Shorts.

Perubahan ini juga memperlihatkan bahwa YouTube tidak lagi hanya melihat jumlah subscriber sebagai indikator utama ekonomi kreator. Views, watch time, engagement, aktivitas kanal, serta kemampuan membangun audiens secara berkelanjutan menjadi semakin penting.

Bagi kreator Indonesia, aturan baru ini perlu diperhatikan terutama oleh kanal yang sedang mengejar monetisasi melalui Shorts. Ambang 20 juta views dalam 90 hari berarti rata-rata sekitar 222 ribu qualified views per hari jika dibagi secara merata selama periode tersebut. Angka tersebut merupakan perhitungan matematis dari ambang yang ditetapkan YouTube, bukan target harian resmi platform.

Aturan baru YPP akan mulai berlaku pada 1 Februari 2027. YouTube mengatakan kreator dapat meninjau dan menerima ketentuan baru melalui YouTube Studio.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version