Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Manfaatkan Teknologi 5G, AWS Hadirkan Wavelength

0 1.364

5G sudah di depan mata.Sejumlah negara maju sudah menggelar layanan seluler generasi kelima ini, dan Indonesia juga tinggal menunggu waktu. Hadirnya teknologi 5G rupanya diantisipasi juga oleh Amazon Web Services. Perusahaan cloud tersebut memperkalkan platform baru bernama AWS Wavelength.

Layanan ini diungkapkan oleh Olivier Klein, Head of Emerging Technologies AWS Asia-Pasific. Ia mengatakan, AWS Wavelength menanamkan layanan komputasi dan penyimpanan AWS di tepi jaringan 5G operator seluler. Selanjutnya menyediakan akses tanpa batas ke luasnya layanan AWS di wilayah tersebut.

“AWS Wavelength memungkinkan untuk membangun aplikasi yang melayani end-user dan perangkat seluler dengan latensi milidetik satu digit di jaringan 5G. Seperti game dan streaming video langsung, inferensi pembelajaran mesin di ujungnya, dan augmented reality dan virtual reality,” ujar Olivier, saat jumpa pers rekap AWS re:invent 2019 di Jakarta (4/2).

Baca juga: Adopsi Teknologi Bantu Genjot Kinerja E-Commerce Sociolla 7 Kali Lipat

Layanan AWS Wavelength

AWS Wavelength
AWS Wavelength

AWS Wavelength membawa layanan AWS ke ujung jaringan 5G, meminimalkan latensi untuk terhubung ke aplikasi dari perangkat seluler. Lalu lintas aplikasi dapat mencapai server aplikasi yang berjalan di Zona Wavelength tanpa meninggalkan jaringan penyedia seluler.

AWS Wavelength memberi pengalaman pengembang yang konsisten di beberapa jaringan 5G seluruh dunia. Sehingga pengembang bisa membangun aplikasi latensi ultra-rendah generasi berikutnya dengan layanan AWS, API, dan alat yang sudah dikenali.

Saat ini, AWS telah bermitra dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi terkemuka, termasuk Verizon, Vodafone, SK Telecom, dan KDDI. Operator seluler ini telah mendukung layanan AWS Wavelength di Amerika Utara, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan pada tahun 2020.

Inovasi AWS untuk Memperkuat Ekosistem Cloud

Olivier Klein, Head of Emerging Technologies AWS Asia-Pasific

AWS Wavelength hanya satu dari sekian banyak inovasi yang dihadirkan AWS. Di ajang AWS re:invent 2019 yang digelar pada awal Desember 2019 di Las Vegas, AWS mengumumkan serangkaian inovasi dan fitur-fitur baru yang mempermudah pemanfaatan teknologi-teknologi digital baru (emerging technology), seperti artificial intelligence (AI) dan machine learning. Kemudahan itu diwujudkan dalam berbagai fitur berlandaskan customer experience yang dipakai dalam eksperimen inovasi.

Menurut Olivier, teknologi baru itu memungkinkan munculnya berbagai inovasi mutakhir. Contohnya seperti kendaraan mandiri (autonomous vehicle), drone, voice assistants, chatbots, personalized experiences, fraud detection, dan sebagainya.  “Juga, inovasi terbaru seperti robotic fulfillment, computer assisted health diagnosis, intelligent manufacturing, augmented realities, biometric identities, genomics and personalized medication,” paparnya.

Namun, semua aplikasi yang dibangun masih berorientasi human centric. Misalnya dulu harus mengetik di komputer dan membuat bahasa pemograman untuk membangun aplikasi digital. Sekarang kita bisa berbicara dengan komputer untuk melahirkan inovasi digital terbaru. Komputer dapat mengenali suara dan wajah (face recognition).

“Hal itu mungkin karena semakin banyak data yang tersedia, computer makin pintar, dan di atas itu ada artificial intelligence dan machine learning,” ujarnya. Menurut dia, ketika semua orang mulai fokus pada teknologi baru digital untuk menciptakan customer experience terbaru, hal ini akan kembali ke titik eksperimen inovasi. Kekuatan eksperimen telah menjadi mesin untuk mendorong pesatnya inovasi.