Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Bisa Digunakan Tanpa Internet, Endless OS Siap Hadapi Kesenjangan Digital di Indonesia

Bagi mereka yang sudah lebih dulu familiar dengan smartphone, akan lebih mudah menggunakannya.

1 1.770

Apalah artinya penggunaan laptop atau PC desktop tanpa akses internet. Anggapan ini tampaknya dipatahkan Endless OS yang menghadirkan sistem operasi tanpa membuat penggunanya bergantung pada internet.

Sebagai negara berkembang, akses internet di Indonesia belum seluruhnya merata. Itulah sebabnya kenikmatan mendapatkan berbagai informasi dari internet hanya bisa dinikmati penduduk yang tinggal di kota-kota besar. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang krusial jika dikaitkan dengan dunia pendidikan yang membutuhkan keseteraan akses informasi.

Tantangan kesenjangan digital seperti ini tampaknya mulai dijawab Endless Computers yang melahirkan Endless OS, sebuah pirantik lunak yang bisa digunakan tanpa dukungan koneksi internet tanpa membatasi kebutuhan informasi bagi penggunanya. Sistem operasi berbasis Linux ini hadir dengan berbagai aplikasi bawaan untuk browsing, akses media sosial, aplikasi kantoran (office), game, serta kumpulan literatur dan artikel.

Tidak cuma itu saja, Endless OS juga diklaim sangat mudah digunakan, bahkan bagi pengguna yang belum pernah menggunakan komputer dan internet.  Hal ini dikarenakan Endless menggunakan pendekatan sistem operasi smartphone yang user friendly dalam pengoperasiannya.

Endless OS Indonesia

Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Rabu (4/7/2017), Matt Dalio, CEO dan Founder Endless Computers mengatakan, Endless OS adalah sistem operasi yang bisa dimengerti secara universal, sesuai dengan permasalahan kesenjangan digital yang mengglobal. Menurutnya, tidak cuma di Indonesia saja, di Amerika Serikat sendiri, keterbatasan akses internet juga menjadi momok penghambat keseteraan dunia pendidikan.

“Saat ini sebanyak 40 juta orang di Amerika Serikat tidak mempunya akses internet. Kami ingin mengatasi masalah kesenjangan digital seperti ini, di mana tingginya biasa dan konektivitas menjadi permasalahan utama. Endless OS tidak cuma gratis, tetapi juga bisa membuat komputer berjalan sempurna di berbagai kondisi, bahkan di saat tidak ada koneksi internet,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dianah, Head of Consumer Product Acer Indonesia menyebutkan bahwa kesenjangan digital juga dirasakan Indonesia, di mana berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) di tahun 2016, baru sebanyak 51% penduduk Indonesia yang bisa menikmati akses internet.

“Itu pun kebanyakan dari Pulau Jawa, sehingga kesenjangan digital di Indonesia masih terbilang sangat tinggi. Itulah sebabnya kami berkolaborasi dengan Endless OS untuk menjembatani teknologi antar manusia di Indonesia, agar kesenjangan ini bisa teratasi,” ujarnya.

Ya, bersama Asus, Acer juga menghadirkan berbagai perangkat yang sudah terinstal Endless OS yang penjualannya sudah dibuka di berbagai toko komputer di Indonesia. Adapun tipe-tipe perangkat yang dijual tersebut meliputi Acer Aspire ES1-123 yang dibanderol mulai Rp 3.249.000 hingga Aspire ES-475G seharga mulai dari Rp 6.099.000.

Sementara untuk Asus, tipe perangkat yang suda terinstal Endless OS adalah laptop X441NA yang dibanderol mulai Rp 3.649.000 hingga AIO V221IC yang harganya dijual mulai Rp 6.499.000.

Endless OS

Mengenai kerja samanya dengan Acer dan Asus, Matt mengaku bahwa pihaknya berambisi akan mengirim 1 juta PC yang sudah terinstal Endless OS dari kedua brand tersebut di Asia Tenggara. Bahkan untuk di Indonesia sendiri, dia akan terus memutakhirnya dengan ketersediaan akan konten lokal.

“Dalam sebulan dari sekarang, kami akan meluncurkan lebih dari 50 aplikasi dan akan banyak pula konten-konten yang sudah menggunakan Bahasa Indonesia,” tegasnya.