Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Facebook Kembangkan Fitur Pelacakan Wajah pada Headset VR

0 214

Penggunaan perangkat Headset virtual reality (VR) sekarang ini, tak sebatas untuk bermain saja. Pada perkembangannya, alat ini juga dapat dipakai dalam virtual meeting jarak jauh atau mempresentasikan hasil pekerjaan yang telah kita buat. Seperti yang bakal kita lihat pada Facebook headset VR. 

Baca juga: Sony Umumkan Generasi Terbaru Headset VR untuk PS5

Layanan jejaring sosial, Facebook tengah mengembangkan Headset VR yang lebih jauh lagi seperti menangkap ekspresi wajah pengguna. Raksasa media sosial tersebut berambisi mengembangkan teknologi augmented reality dan virtual reality, termasuk pada Oculus VR yang telah diakuisisinya.

Hasil dari pemindaian tersebut akan berubah menjadi avatar digital pengguna yang lebih realistis. Dalam wawancara podcast dengan The Information, Zuckerberg menjelaskan pengembangan dekade berikutnya dalam penggunaan realitas virtual dan augmented reality, termasuk pada Oculus VR yang telah diakuisisinya..

Menciptakan Avatar yang Realistis

Saat ini, fokus utama dari Facebook adalah mengubah tampilan wajah yang telah dipindai oleh VR, menjadi tampilan avatar yang lebih realistis. Melalui banyaknya sensor di perangkat ini dapat menciptakan pengalaman sosial yang lebih baik ke dalam perangkat tersebut.

“Saya ingin sekali sampai pada titik di mana pengguna memiliki avatar realistis dari dirinya sendiri, di mana Anda dapat membuat kontak mata yang nyata dengan seseorang dan memiliki ekspresi nyata yang tercermin pada avatar Anda, ” ujarnya.

Ia memastikan, perangkat Facebook headset VR ke depannya memiliki sensor yang dapat membentuk animasi avatar realistis dari pengguna. “Salah satu hal yang sangat saya sukai untuk versi mendatang adalah mendapatkan pelacakan mata dan pelacakan wajah, karena jika Anda benar-benar bersemangat dengan kehadiran sosial,”kata Zuckerberg.

Tahap Uji Coba Produk Facebook Headset VR

Headset VR
Tampilan uji coba headset VR Facebook (Upload VR)

Dikutip dari Upload VR, para peneliti menggunakan dua headset untuk mencapai kualitas terbaik dalam pelacakan ini. Headset pertama memiliki tiga kamera yang menghadap ke pengguna. Headset kedua memiliki tiga kamera dan enam kamera tambahan yang memberikan tampilan yang lebih baik dari ekspresi wajah pengguna.

Peneliti Facebook telah melatih jaringan saraf dengan menggunakan headset, sehingga model tersebut dapat digunakan untuk mencapai hasil berkualitas tinggi dengan headset biasa. Facebook mengklaim, dengan hasil uji coba yang mereka miliki hampir tidak ada penurunan kualitas yang jelas dari 9 menjadi 3 kamera.

Menghasilkan Headset VR yang Tak Biasa

Insta360 pro 2 vr

Sebelumnya perusahaan telah merilis beberapa pemrograman avatar VR dan sedang mengembangkan fitur ini untuk diluncurkan pada akhir tahun ini. Facebook membandingkan kualitas yang diinginkannya dengan alat yang dipakai MetaHuman Epic. Melalui penggunaan alat ini, animator dapat membuat wajah virtual yang sangat detail. Untuk menghasilkan jenis avatar ini,perusahaan harus melewati pembelajaran mesin dalam skala besar.

Baca juga: Sony Rilis Enam Game PlayStation VR, Termasuk Doom 3 VR

Dalam waktu dekat, Facebook tetap berkomitmen untuk membuat desain headsetnya sendiri. Selain Facebook headset VR, perusahaan juga memiliki minat terhadap augmented reality. Mark Zuckerberg menegaskan, mereka tidak akan memiliki elemen AR visual standar pada headset VR terbarunya dan akan mengembangkan kemampuan alatnya menjadi lebih realistis

Facebook bukan satu-satunya perusahaan VR yang mengerjakan pelacakan wajah. Pada acara Game Developers Conference (GDC) pada bulan Maret, HTC mengumumkan alat pelacak bentuk mulut manusia addon untuk digunakan pada Vive Pro Eye. Hingga saat ini, HTC menyatakan belum ada rencana untuk versi konsumen.

.

Tinggalkan komen