Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Google Duo Bakal Gunakan “Lyra”, Codec Hemat Bitrate Hanya 3Kbps

0 266

Metode panggilan melalui audio maupun video kini lebih diminati oleh masyarakat. Dengan begitu, meski harus tetap berada di rumah masing-masing, kebutuhan akan berinteraksi bersama rekan maupun keluarga pasti bisa terpenuhi. Demi tingkatkan pengalaman tersebut, Google perkenalkan sebuah codec baru, Lyra, untuk platform panggilan Google Duo mereka.

Ya, selain fitur dan tampilan aplikasi panggilan audio maupun video, yang tak kalah penting adalah bagaimana kualitas panggilannya—apakah bisa berikan tampilan terbaik, minim delay, atau tetap optimal meski dalam bandwidth yang terbatas. Lyra secara khusus fokus untuk selesaikan masalah terakhir, dengan codec yang ramah transmisi data.

Tujuan dari Google sendiri adalah menghadirkan sebuah codec untuk video dan audio yang memungkinkan kualitas tinggi panggilan, dengan penggunaan kuota minim dan latensi yang juga minimum. Sepanjang tahun 2020, Google Duo dan Google Meet sendiri telah hosting atau melayani 1 milyar menit panggilan video.

Baca juga: Pembaruan Google Recorder, Cadangkan Data Otomatis dan Sinkronisasi Rekaman Audio

Manfaatkan Machine Learning, Lebih Hemat Dari Codec Lain

Google Lyra

Lyra sendiri dirancang dengan teknik yang tradisional, namun dengan penggabungan machine learning yang sudah dibangun dari ribuan jam data, berikan metode terbaik untuk kompresi dan transmisi sinyal suara.

Melalui sebuah postingan pada Google AI Blog, Google jelaskan bagaimana Lyra bekerja secara teknisnya. Dibandingkan dengan codec yang lain, Opus dapat mentransmisikan suara berkualitas dalam bandwidth 32kbps. Bisa diturunkan ke 6kbps, namun kualitas audionya bakal menurun derastis.

Sementara Lyra didesain untuk bekerja dalam 3kbps saja, sembari terdengar berkualitas layaknya Opus yang bekerja di 8kbps. Google juga berikan perbandingan kualitas audio dari masing-masing codec dengan bandwidth berbeda, yang bisa Gizmo friends bandingkan sendiri di sini.

Untuk melatih kemampuan machine learning, Lyra telah dites dengan ribuan jam audio, menggunakan audio library open source dari 70 bahasa yang berbeda. Setelah itu, hasilnya ditinjau ulang oleh pakar audio serta pendengar eksternal. Agar dapat mencapai tujuan utama yait pengalaman audio berkualitas yang universal dan mudah diakses.

Lyra Buka Akses Panggilan Berkualitas di Daerah Terpencil

Lewat codec terbaru ini, Google berharap agar Lyra bisa hadir membantu daerah yang masih berkembang, berikan akses untuk panggilan yang efisien, berkualitas tinggi dengan bitrate rendah. Codec ini juga bisa diterapkan pada lingkup cloud, untuk berikan pengguna kemampuan tersambung satu sama lain lewat berbagai infrastruktur jaringan dan beragam jenis perangkat yang dilakukan.

Bila digabungkan dengan teknologi kompresi video misalnya, Lyra juga memungkinkan panggilan video berkualitas hanya dengan koneksi internet 56kbps melalui modem dial-in tradisional. Di mana masih banyak negara yang gunakan infrastruktur internet lamban, seperti area rural di India dan Brazil yang masih tawarkan jaringan 2G.

Saat ini, codec terbaru yang dikembangkan oleh Google AI ini sudah digulirkan untuk Google Duo versi Android. Ke depannya, Google berencana untuk membuatnya menjadi open source, berikan kesempatan kepada perusahaan lain agar bisa melakukan panggilan audio maupun video dengan bandwidth yang hemat.

Tinggalkan komen