Jakarta, Gizmologi – Kaspersky, sebagai penyedia layanan keamanan siber, mengumumkan laporan terbarunya mengenai ancaman online di Indonesia. Total terdapat empat juta ancaman online yang diblokir mereka pada kuartal empat (Q4) 2024.
Dalam laporan keamanan Kaspersky di Q4 2024 tercatat 3.904.883 serangan berbasis web terdeteksi dan berhasil diblokir di Indonesia. Angka tersebut turun 15,24% dibandingkan dengan Q3 2024 yang mencapai 4.616.837 deteksi.
Kaspersky menjelaskan bahwa Indonesia tengah berada di tengah transformasi teknologi yang pesat. Dengan perkembangan tersebut, tentunya banyak penjahat yang melakukan ancaman online demi mendapat keuntungan.
Baca Juga: Belanja Aman Saat Harbolnas 12.12: Hindari Ancaman Siber dengan Tips dari Microsoft
Laporan Kaspersky Sebut 16,4% Pengguna Hadapi Ancaman Online
Kejahatan siber terlihat mengincar industri transportasi, penyedia layanan telekomunikasi, hingga lembaga pemerintahan di Indonesia. Apalagi, Indonesia kini menjadi salah satu target pasar besar untuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Secara umum, 16,4% pengguna menghadapi ancaman online selama kuartal keempat tahun lalu. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat 101 di seluruh dunia terkait bahaya saat penjelajahan web.
Selama Q4 2024, produk Kaspersky juga mendeteksi 8.376.431 insiden lokal pada komputer peserta KSN di Indonesia, menempatkan negara tersebut pada posisi ke-83 secara global. Secara keseluruhan, 20,2% pengguna di negara ini diserang oleh ancaman lokal selama periode ini.
Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut. Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, dan metode offline lainnya.
“Keamanan siber merupakan area krusial yang harus diperhatikan dalam implementasi AI. Tim TI harus memiliki tim operasi keamanan yang mampu memantau dan mengatasi ancaman siber,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
Yeo juga menjelaskan perlindungan data pribadi juga harus menjadi prioritas utama. Lalu untuk kebijakan dan regulasi yang jelas tentang perlindungan data perlu diterapkan untuk melindungi hak pengguna.
”Faktor-faktor ini saling memperkuat dalam menciptakan pertahanan keamanan yang solid,” jelas Yeo.
Dalam upaya untuk mencegah ancaman online yang tidak dapat diprediksi, perusahaan bisa mengikuti tips dari Kaspersky. Tips menghindari ancaman online adalah selalu memperbarui perangkat lunak di semua perangkat.
Selanjutnya perusahaan bisa instal patch yang tersedia untuk solusi VPN komersial yang berguna bagi pekerja hybrid. Lakukan penyadangan data, hindari mengunduh atau menginstal perangkat lunak bajakan dan menyusun catatan petunjuk darurat keamanan.
Kaspersky juga mengingatkan perusahaan untuk jakan mengekpos layanan dekstop/manajemen jarak jauh seperti RDP, MSSQL, dan lainnya. Perusahaan juga perlu memantau akses dan aktivitas dengan memanfaatkan visibilitas di jaringan, serta menilai dan mengaudit rantai pasokan dan akses layanan terkelola. Selain dari tips tersebut, Kaspersky juga menyarankan perusahaan mendirikan pusat operasi keamanan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

