Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mengenal Teknologi ISOCELL 2.0, Sensor Kamera yang Lebih Sensitif Cahaya

0 4.479

Untuk hasilkan sebuah foto yang bagus dari sebuah kamera smartphone, memang diperlukan campur tangan dari berbagai ‘pihak’. Nggak sekadar besaran resolusi saja, tetapi juga ISP, kemampuan olah software, dan tentunya sensor. Sebagai salah satu pelopor, Samsung baru saja perkenalkan ISOCELL 2.0, teknologi terbarunya awal bulan ini.

Selain OmniVision, yang paling dikenal biasanya kalua bukan sensor dari Sony IMX, yah Samsung dengan seri ISOCELL mereka. Mulai dari yang punya resolusi 64MP sampai 108MP. Samsung sendiri mulai rilis teknologi ISOCELL sejak 8 tahun silam, dan beberapa bagiannya masih gunakan arsitektur yang sama. Hal tersebut coba diatasi di ISOCELL 2.0.

Sejatinya, versi penyegaran dengan seri Plus sudah diimplementasi dalam beberapa seri sensor terbaru Samsung yang rilis akhir tahun lalu. Termasuk sensor kamera swafoto milik vivo S9, dan juga Galaxy S21 Ultra dengan ISOCELL HM2 108MP. Namun ISOCELL 2.0 bakal berikan peningkatan yang signifikan untuk sensor kamera beresolusi lebih tinggi lagi.

Baca juga: Samsung Paparkan Benefit Teknologi 5G pada Galaxy S21 Series

ISOCELL 2.0 Gunakan Material Baru, Lebih Terang 12%

Samsung ISOCELL 2.0
Peningkatan dari sensor konvensional ke masing-masing ISOCELL.

Sejak awal dirilis, Samsung ISOCELL gunakan metode yang sama untuk menurunkan ‘color crosstalk’, situasi di mana cahaya dalam suatu piksel bocor ke piksel lainnya. Hal tersebut harus dicegah, pasalnya tiap piksel menerima dan terjemahkan warna yang berbeda. Untuk itu, disematkan ‘pagar’ atau pembatas di setiap pikselnya.

Kualitas atau akurasi warna bisa terjaga berkat adanya pembatas tersebut, namun bahan yang digunakan, metal, juga memiliki efek samping. Di mana beberapa cahaya yang masuk ikut terserap. Alhasil, penerimaan cahaya kurang maksimal, di mana seharusnya bisa lebih banyak dan bisa membuat foto lebih terang dan detil.

Tak lama selang itu, ISOCELL Plus hadir dengan penggunaan material baru. Namun karena sebagian masih menggunakan metal, bisa dianggap belum maksimal. Hingga kini ISOCELL 2.0 datang, menggantikan bagian bawah dinding pembatas tiap piksel dengan material baru. Tak disebutkan jenisnya, yang pasti lebih reflektif.

Hasilnya? Tentu lebih banyak cahaya yang bisa diserap dan dipantulkan dari dinding ke dalam sensor. Sensitivitas cahaya terhadap sensor jadi lebih tinggi, sekaligus mengurangi ‘optical loss’. Dibandingkan dengan ISOCELL Plus, teknologi yang dibawa ISOCELL 2.0 diklaim bisa tingkatkan sensitivitas sensor sebanyak 12%.

Berikan Ragam Benefit, Termasuk di Sensor 200MP

Dengan hadirnya teknologi ISOCELL 2.0, Samsung bisa berikan dua benefit berbeda untuk kamera smartphone masa depan. Yang pertama, menggunakan dimensi fisik yang sama, hasil foto tentu bisa lebih baik akibat penyerapan cahaya lebih maksimal.

Yang kedua, Samsung bisa gunakan jumlah piksel lebih banyak dalam dimensi sensor sama, alias mengurangi dimensi fisik per pikselnya. Untuk smartphone dengan desain tipis, misalnya. Samsung sendiri sempat menginfokan bila sensor beresolusi 200MP bakal segera hadir, sementara rumor bahkan sampai sebutkan 600MP.

Samsung sendiri belum menyebutkan kapan tepatnya teknologi ini diimplementasi, dan di sensor jenis apa yang bakal hadir nantinya. Kehadiran sensor 200MP tentu bakal tingkatkan kemampuan ambil foto, lewat teknologi penggabungan piksel (pixel binning), sembari bisa berikan kemampuan cropping lebih leluasa.

Tinggalkan komen