Ambisi Bangun Ekosistem Metaverse, Niantic Gelontorkan USD 20 Juta dan Rilis Lightship ARDK

San Francisco, Gizmologi – Setelah Facebook mengumumkan fokus perusahaan pada metaverse, bahkan sampai mengubah nama perusahaan menjadi meta, perhatian pada AR dan VR semakin mengemuka. Salah satunya datang dari Niantic, pengembang scaled AR platform yang berbasis di San Fransisco. Mereka merilis Lightship, Kit Pengembang Augmented Reality Niantic Lightship (Lightship ARDK) untuk semua pengembang AR di seluruh dunia.

Tersedia di Lightship.dev, perusahaan juga telah berbagi tentang hal-hal yang mungkin dibuat dengan teknologi ini melalui merek-merek mitra peluncurannya seperti Coachella, Historic Royal Palaces, Lifull, PGA of America, Science Museum Group, Shueisha, Softbank, artis JR dan Superblue, TRIPP, Universal Pictures serta Warner Music Group.

John Hanke, Pendiri dan CEO Niantic mengatakan untuk mengubah hubungan manusia dengan teknologi dengan menggabungkan dunia fisik dan virtual, dibutuhkan banyak ide dan perspektif dari semua orang.

“Itulah mengapa kami sangat bersemangat untuk membuka brankas teknologi yang mendukung game yang telah kami buat, sehingga pengembang, pembuat konten dan merek-merek global dapat membangun pengalaman inklusif yang mendorong batas-batasan hal yang mungkin dilakukan dalam AR,” ujar John Hanke, saat peluncuran Lightship beberapa hari yang lalu (8/11).

Apa itu platform Lightship ARDK?

OutsystemsPlatform Lightship adalah fondasi untuk produk-produk Niantic yang dibangun berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan dan menjalankan beragam video game berbasis AR. Lightship ternyata juga menjadi platform sejumlah game populer  mulai dari Ingress hingga Pokémon GO dan Pikmin Bloom.

Sebagai bagian dari Platform Lightship, ARDK adalah kit pengembangan perangkat lunak lintas platform yang berjalan mulus di miliaran perangkat Android dan iOS di seluruh dunia. Platform ini menyatukan peralatan dan teknologi yang mendukung tiga fitur AR yang utama, yaitu Pemetaan, Pemahaman dan Berbagi secara realtime.

Dengan Lightship, setiap lingkungan publik di dunia dapat menjadi pengalaman baru di mana orang mengeksplorasi, berkumpul dan terhubung. Kunci untuk membuat itu mungkin adalah kemampuan untuk memetakan realitas.

Mengandalkan kemajuan Niantic dalam menggunakan sensor kamera smartphone untuk membangun pemahaman mendalam, Meshing API di ARDK membuat peta mesh 3D real-time, memahami topografi dan permukaan di sekitar pengguna. Mesh bertahan sepanjang sesi aplikasi, memperluas dan meningkatkan saat pengguna bergerak.

Teknologi kedalaman Niantic secara otomatis beradaptasi dengan kamera perangkat Android atau iOS apa pun, mulai dari sensor RGB standar hingga perangkat bertenaga LiDAR terbaru. Hasilnya adalah peta mesh 3D dinamis yang memungkinkan pengembang untuk membuat lapisan AR yang lebih realistis secara visual, dengan mempertimbangkan lokasi dan pemahaman kontekstual tentang ruang unik yang mengelilingi setiap pengguna dalam aplikasi AR.

Berkat itu, pengembang dapat menciptakan pengalaman AR unik secara mudah dengan memanfaatkan alat-alat yang ada di ARDK.  Seiring waktu, mereka berencana untuk membuat lebih banyak fitur Lightship Platform tersedia untuk pengembang.

 

Niantic Investasi USD 20 Juta

NianticUntuk mempercepat pertumbuhan aplikasi dan pengalaman AR yang unik menggunakan Lightship Platform, mereka mendirikan Niantic Ventures untuk berinvestasi di perusahaan yang membantu membangun masa depan AR.

Dengan dana awal USD $ 20 juta, Niantic Ventures akan berinvestasi bersama angel investor dan ventura untuk perusahaan AR tahap awal. “Kami ingin menjadi katalisator bagi ekosistem AR. Sekaligus mengundang pendiri dan investor untuk bergabung dengan kami dalam membangun perusahaan yang berbagi visi kami untuk Metaverse Dunia Nyata.,” ujar Anthony Chang, WAKIL PRESIDEN, Niantic

Niantic Ventures akan mengidentifikasi perusahaan yang melakukan pekerjaan unik untuk membangun ekosistem AR, dan akan berfungsi sebagai co-investor bersama modal ventura dan angel investor lainnya. Model ini dioptimalkan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan yang menjanjikan menggunakan AR dengan cara baru, dan di seluruh industri.

Mereka juga merancang API inti di Lightship ARDK, termasuk Semantic Segmentation dan Meshing dengan model bisnsi yang ramah pengembang. Saat ini SDK tersebut bebas digunakan untuk pengembang, tidak peduli berapa banyak orang yang menggunakan aplikasinya. Multiplayer API gratis untuk aplikasi dengan kurang dari 50.000 pengguna aktif bulanan. Nah, biaya berlaku untuk aplikasi dengan lebih dari 50.000 pengguna aktif bulanan. API multipemain gratis untuk enam bulan pertama penggunaan, terlepas dari jumlah orang yang menggunakan aplikasi.

Tinggalkan komen