Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Berkat Teknologi AI, Ponsel Bekas Bisa Cegah Perusakan Hutan di Sumatra Barat

0 189

Di tangan yang tepat, ponsel bekas yang biasanya sudah tak terpakai bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat. Adalah Rainforest Connection, startup teknologi asal San Francisco yang fokus pada lingkungan hidup, memanfaatkan ponsel bekas, baterai, dan panel surya. Mereka menciptakan alat “The Guardian” dengan teknologi TensorFlow yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

Rainforest Connection tergerak untuk mengembangkan teknologi tersebut, setelah mengetahui fakta pembalakan liar (illegal logging) yang terjadi di banyak tempat, termasuk Indonesia. Menurut data Komunitas Konservasi Indonesia WARSI (KKI WARSI), luas hutan di Sumatra Barat terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, dari awalnya seluas 61% pada tahun 2000 menjadi 53% pada tahun 2015. Startup yang merupakan salah satu pemenang Google AI Impact Challenge 2018 melancong ke hutan Buki Basurek di Kabupaten Solok Selatan.

Baca juga: Telkomsel & Google Hadirkan Solusi Android untuk Korporat

Cara Kerja The Guardian dari Ponsel Bekas

ponsel bekas berbasis teknologi AI The GuardianTopher White, Founder & CEO Rainforest Connection, menjelaskan bahwa alat ini mampu merekam seluruh suara yang ada di hutan, mulai dari suara spesies binatang, hingga suara gergaji mesin serta truk pengangkut. Ssetelah itu, alat tersebut mengirimkan data secara real-time ke smartphone petugas patroli penjaga hutan.

Suara-suara yang terekam akan dikenali dan dideteksi secara otomatis berkat adanya teknologi kecerdasan buatan TensorFlow.  Sebagai informasi, TensorFlow merupakan wadah pembelajaran mesin (machine learning) dari Google yang telah terbuka (open-source) sejak tahun 2015.

Di Sumatra Barat, Rainforest Connection bersama KKI Warsi dan Google Indonesia serta sejumlah media menembus ke hutan seluas 5.140 hektar. Mereka memasang sebanyak 12 alat “The Guardian” yang tersebar di 4 nagari (desa): Nagari Sirukam, Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, dan Nagari Pasir Talang Timur. Tiap nagari dipasang 3 alat di 3 titik yang berbeda dengan harapan dapat menjangkau seluruh area hutan.

“The Guardian” dipasang di pohon yang tepat dengan syarat harus tinggi dan tidak terapit oleh bukit. Agar alat dapat menjangkau gelombang signal untuk mengirimkan data melalui cloud ke smartphone petugas. Teknologi ini diharapkan mampu membantu petugas patroli hutan untuk mengetahui keadaan hutan yang begitu luas secara real-time. Sehingga jika terdeteksi adanya suara yang sekiranya dapat mengancam kelestarian hutan, petugas dapat segera mengambil tindakan dengan cepat dan tepat.

Kamu juga dapat mendengarkan suara hutan di berbagai belahan dunia, termasuk Hulu Batang Hari dan Pakan Rabaa di Sumatra melalui aplikasi Rainforest Connection yang dapat diunduh di Google Play Store. Penasaran seperti apa? Kamu bisa menonton video di bawah ini.