Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ini Prinsip NetApp Dalam Melakukan Disrupsi Teknologi

2 2.547

Disrupsi adalah sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Disrupsi teknologi berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Disrupsi menggantikan teknologi lama yang serbafisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat.

Salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan sejak tahun lalu adalah teknologi Cloud. Hal ini terlihat dari banyaknya pemain Cloud yang mulai memasuki Indonesia, seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services (AWS), hingga Google Cloud. Agenda lain yang juga ramai dibicarakan adalah teknologi SG. Kelebihan yang ditawarkan teknologi 5G adalah kecepatan yang lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan koneksi yang lebih stabil dari teknologi yang tersedia sekarang.

Teknologi merupakan kunci untuk mencapai tujuan bisnis. Inti dari transformasi digital adalah mendidik konsumen dengan cara-cara baru, mengembangkan layanan dan produk inovatif, menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi waktu, dan layanan konsumen. Dengan demikian disrupsi teknologi secara langsung akan menghasilkan disrupsi di masing-masing industri dan masyarakat. NetApp, pemimpin di layanan data hybrid cloud melihat ada tiga disrupsi teknologi utama yang perlu diperhatikan oleh para pemimpin di bidang Tl saat ini.
Baca juga: Respon COVID-19, Telkomsel Bebaskan Akses Ruangguru & Paket Ilmupedia

Disrupsi Teknologi ala NetApp

disrupsi teknologi netappAna Sopia, Country Manager NetApp Indonesia, mengatakan pihaknya telah membantu pelanggan menggunakan data untuk sukses selama bertahun-tahun. NetApp memiliki empat prinsip untuk keberhasilan di bisnis digital dan apa yang periu dilakukan oleh TI untuk membantu kesuksesan transformasi digital. “Dengan empat prinsip ini, kami selalu berinovasi untuk membawa transformasi cara kami bekerja dan cara kita memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami,” ujar Ana.

Prinsip tersebut adalah pertama, kecepatan adalah fondasi untuk sukses di dunia digital. Kecepatan menggantikan skala dan ukuran sehingga teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan akan kecepatan. Yang kedua, perlu adanya transformasi dari segi infrastruktur. TI Tradisional dibangun untuk kemudahan di penambahan dan efisiensi, bukan untuk mendukung kecepatan, jadi untuk sukses didigital bisnis perlu dilakukan transformasi TI.

Prinsip ketiga adalah bahwa untuk mendapatkan manfaat kecepatan, perusahaan hams dapat memanfaatkan inovasi, sumber-sumber inovasi, dan eksperimen di mana pun mereka berada. Hybrid multicloud akan menjadi arsitektur TI yang paling dibutuhkan bisnis di seluruh dunia.

Prinsip keempat adalah kita perlu mengintergrasikan data yang tersebar di berbagai platform untuk membuat keputusan yang lebih baik, cepat dan mengoptimalkan bisnis anda untuk meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Ana menambahkan, kecepatan, agility, dan fleksibilitas menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan transformasi digital di lingkungan hybrid multicloud. Semua perusahaan kini tidak dapat hanya menyimpan data mereka on-premise atau hanya di Cloud. “Kombinasi keduanya akan menghadirkan kolaborasi yang efisien dan efektif bagi perusahaan untuk dapat berinovasi dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” imbuhnya.

Bagi NetApp, pusat data tidak lagi menjadi segalanya apalagi dengan adanya Cloud. Ada beberapa data yang dapat ditempatkan di Cloud untuk bisa meningkatkan inovasi. Oleh karena itu, melalui Data Fabric, NetApp ingin menjadi solusi bagi bisnis yang sedang bertrasnformasi.

“Dengan menyederhanakan dan mengintegrasikan infrastruktur datanya, perusahaan akan selangkah lebih maju untuk mencapai kesuksesan di era hybn’d multicloud dan tetap unggul di industri,” tutup Ana.