Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Qualcomm 3D Sonic Sensor Generasi Kedua Bisa Digunakan di Layar Lipat

0 2.568

Tidak hanya smartphone flagship saja, kini beberapa smartphone kelas mid-range yang menggunakan panel layar AMOLED pun sudah mulai banyak yang mengadopsi teknologi under display fingerprint sensor, alias sensor sidik jari yang dibenamkan di bawah layar. Qualcomm, salah satu penyedia 3D Sonic Sensor, baru saja perkenalkan generasi kedua dari teknologi optiknya.

Umumnya, smartphone masa kini gunakan sensor sidik jari di bawah layar dari dua produsen utama; Goodix dan Qualcomm. Goodix banyak digunakan oleh beberapa merk seperti OPPO, gunakan sistem optikal di mana memerlukan cahaya untuk deteksi garis sidik jari penggunanya.

Sementara teknologi yang digunakan Qualcomm berbeda. Lewat solusi optik, flagship Samsung yang gunakan sensor tersebut tidak membutuhkan cahaya tambahan untuk deteksi jari. Hanya saja, kecepatannya tidak se-responsif teknologi ultrasonik, pun dengan tingkat akurasinya.

Baca juga: Qualcomm Rilis Snapdragon 480, Chipset 5G Paling Terjangkau

3D Sonic Sensor Generasi Ke-2 Qualcomm Lebih Cepat & Luas

Qualcomm 3D Sonic Sensor

Untuk mengatasi hal tersebut, Qualcomm baru saja rilis 3D Sonic Sensor generasi keduanya. Masih gunakan teknologi optical, versi terbaru ini diklaim 50% lebih cepat dari sebelumnya. Selain itu, area pendeteksi sidik jarinya pun dibuat 77% lebih besar, sehingga lebih mudah terdeteksi.

Masalah yang cukup sering saya alami, baik saat ketika menggunakan Samsung Galaxy S20 Ultra maupun Galaxy Note20 Ultra adalah tingkat kesuksesannya terutama saat ibu jari sedang berkeringat. Lebih sering tidak bekerja, sehingga saya harus memasukkan PIN secara manual. Semoga generasi keduanya ini juga bisa membantu di situasi tersebut.

Sebagai perbandingan, sensor sidik jari bawah layar Qualcomm generasi pertama hanya punya bidang 4mm x 9mm. Sementara generasi kedua lebih luas menjadi 8mm x 8mm, mampu menangkap data biometrik 1,7 kali lebih banyak. Maka dari itu, proses deteksi bisa lebih cepat, dan tidak menutup kemungkinan registrasi sidik jari juga lebih instan.

Bisa Dibenamkan ke Layar Lipat

Qualcomm 3D Sonic Sensor

Ketika smartphone layar lipat mulai dijual secara komersil sejak tahun lalu, semuanya masih belum menggunakan under display fingerprint sensor. Galaxy Z Flip dan Galaxy Z Fold 2, misalnya, mengatasi keterbatasan dengan menyematkan sensor sidik jari menyatu dengan tombol power di samping bodi.

Dengan sensor generasi kedua dari Qualcomm, smartphone layar lipat nantinya bakal tetap bisa gunakan sensor tersebut. Karena area untuk mendeteksi hanya memiliki ketebalan 0,2mm saja. Tidak hanya untuk Samsung, Qualcomm membuka untuk merk mana saja yang ingin implementasikan sensor terbarunya ini.

Qualcomm menyebutkan bila 3D Sonic Sensor terbarunya bakal debut di beberapa perangkat smartphone pada awal 2021 ini. Bisa jadi akan pertama kali digunakan di Samsung Galaxy S21 series, yang bakal diperkenalkan secara resmi nanti malam.

Tinggalkan komen