Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Samsung Patenkan Layar “Air Terjun”, untuk Galaxy Note 20?

0 845

Samsung baru saja menutup masa pre-order flagship terbaru mereka untuk awal tahun 2020, yaitu lini seri Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip pada hari Minggu (23/2) kemarin. Semua ponsel akan mulai dikirimkan ke konsumen pada beberapa hari mendatang, baik melalui pengiriman secara langsung maupun pengambilan ke toko luring terdekat.

Meski begitu, Samsung nampaknya telah menyiapkan sebuah teknologi baru untuk flagship berikutnya, yang diperkirakan yaitu Galaxy Note 20 series. Sesuai jadwal, lini Galaxy Note memang seharusnya dirilis akhir tahun, berbeda dari lini Galaxy S di awal tahun. Dikutip dari PhoneArena, sebuah paten baru saja dirilis Samsung dengan tampilan layar “air terjun” atau waterfall display yang futuristis.

Paten tersebut dapat ditemukan dan telah disetujui oleh US Patent & Trademark Office (USPTO). Melalui sebuah ilustrasi yang dapat ditemukan dalam patennya, flagship baru Samsung nanti akan menggunakan desain layar waterfall, alias layar penuh sampai ke sisi kiri dan kanan bodi ponsel. Desain waterfall display ini bisa kamu temukan juga pada Huawei Mate 30 Pro.

Waterfall Display Berteknologi Bent Edge

Paten layar Samsung waterfall display

Bedanya, pada Mate 30 Pro, penggunaan waterfall display mengharuskan Huawei untuk menghapus tombol volume dan memindahkan tombol power sedikit agak ke belakang. Untuk mengatur volume, kamu harus menyentuh sisi samping dua kali hingga tombol virtual muncul, lalu menggesernya ke atas dan bawah. Hal tersebut perlu pembiasaan dan tidak akan bisa menyamakan kemudahan menekan tombol fisik pada umumnya.

Baca juga: Huawei Mate 30 Pro Usung Empat Kamera Ciamik dengan Harga Rp12 Jutaan

Sedangkan paten milik Samsung memungkinkan adanya tombol fisik di dalam bagian samping layar ponsel. Dalam paten tersebut, Samsung menamakan teknologi ini sebagai “bent edge display”. Dengan begitu, ponsel bisa tetap menggunakan layar penuh dan tidak mengganggu kemudahan untuk akses tombol volume maupun power.

Yang menarik, ada beberapa informasi lain yang bisa ditemukan lewat paten yang sama. Salah satunya adalah proyektor holografik yang memungkinkan ponsel dapat menampilkan gambar stereoskopsi atau tiga dimensi. 2012 lalu, Samsung memang sempat merilis ponsel dengan proyektor di bagian atas, yang bernama Samsung Galaxy Beam. Cukup unik bila fitur serupa bisa hadir di ponsel flagship seperti Galaxy Note 20.

Selain itu, ada juga penggunaan sensor EMG (electromyography) untuk merekam sinyal aktivitas otot, sensor EED (electrocephalogram) untuk aktivitas elektrik sepanjang kulit kepala, sensor ECG (electrocardiogram) dan juga sensor sidik jari. Apakah semuanya bakal tersedia dalam Galaxy Note 20, belum bisa dipastikan.

Namun jika dilihat kembali, gambar desain ponsel pada paten di atas tak terlihat memiliki slot stylus di bagian bawahnya. Dari sejarahnya pun, layar Galaxy Note tidak dibuat dengan lengkung yang lebih signifikan seperti pada seri Galaxy S, mengingat hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan menulis menggunakan S-Pen di layarnya. Jadi pada seri manakah teknologi layar ini akan diimplementasi, kita nantikan saja 6 hingga 12 bulan kedepan ya.