Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

SpaceDC Hadirkan Data Center “Hijau” Berteknologi  Thermal Wall di Indonesia

0 249

Infrastuktur teknologi di Indonesia kian berkembang. Salah satunya di sektor data center yang kian aware dengan kelestarian lingkungan. Adalah SpadeDC, perusahaan data center asal Singapura, baru saja meresmikan kampus data center pertamanya di Indonesia yang menerapkan teknologi thermal wall Vertiv.

Pendekatan ini disebut tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi kampus secara keseluruhan, tetapi juga akan mengurangi jumlah lahan yang diperlukan untuk menjaga suhu dingin dari data center tersebut. Inilah yang membuat SpaceDC mengklaim menjadi yang pertama di Indonesia untuk memperkenalkan teknologi pendinginan canggih seperti ini.

Darren Hawkins, CEO SpaceDC mengatakan, untuk memastikan data center yang handal, kuat, dan efisien, pihaknya meluncurkan sejumlah inovasi pada fasilitas Indonesia yang pertama (ID01). “Thermal wall Vertiv ini merupakan inisiatif pertama dari sejumlah inisiatif lainnya yang akan kami umumkan saat mendekati penyelesaian pembangunan kampus data center kami,” ujar Darren.
Baca juga: Inilah Layanan Cloud Inovatif AWS untuk Startup Hingga Enterprise

Data Center SpaceDC

SpaceDCUntuk menghasilkan suhu dingin yang seefisien mungkin, SpaceDC bersama dengan Vertiv dan DKSH Indonesia. Mereka ingin memastikan bahwa pendekatan ini telah terbukti sebagai metode yang paling efektif untuk memberikan presisi dalam mendinginkan area ruang penyimpanan data. Pendekatan ini menggunakan udara dingin yang dikeluarkan dengan arah horizontal dari sisi dinding ke area penyimpanan datanya.

Menanggapi hal ini, John Niemann, Vice President of Global Offerings, Vertiv, mengatakan ketika cloud dan edge menjadi sangat penting dalam ekosistem data center saat ini, semakin jelas bahwa ada evolusi yang terjadi pada industri data center.

“Kreativitas dan fungsi diperlukan untuk memenuhi tuntutan yang sangat beragam saat ini. Dengan semangat tersebut, thermal wall Vertiv dapat memenuhi persyaratan akan batasan ruang fisik dan efisiensi energi dari SpaceDC, dengan tetap memastikan manajemen termal yang handal untuk keseluruhan gedung,” ujar Nieman.

Sebagai informasi, Thermal wall menggunakan gulungan kawat (coil) besar yang membutuhkan lebih sedikit tekanan. Rancangan ini bekerja dengan cara mengalirkan udara melewati area permukaan yang lebih luas, sehingga dapat mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menyalakannya, yang kemudian udara dialirkan ke area ruang penyimpanan data.

SpaceDC merancang lokasi thermal wall yang akan ditempatkan di luar ruang penyimpanan data, sehingga petugas maintenance tidak perlu keluar-masuk ruangan setiap kali melakukan kegiatan pemeliharaan. Langkah ini sekaligus dapat mengurangi risiko masuknya air ke dalam ruangan.
Alibaba Cloud WW