alexa

Ventilator Sivenesia Buatan LIPI Siap Bantu Napas Pasien COVID-19

Jakarta, Gizmologi – Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan mesin ventilator Sivenesia (Smart Innovative Ventilator Indonesia). Ventilator besutan Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (P2ET) LIPI ini diketahui telah melalui serangkaian tahapan pengujian, seuai standar peralatan medis yang ditetapkan.

“Tahap selanjutnya, kami akan melakukan uji klinis ventilator Sivenesia sebagai tahapan selanjutnya untuk mendapatkan izin edar sebagai wujud diseminasi hasil penelitian kami,” kata Eko Joni Pristianto, Peneliti P2ET LIPI dalam keterangannya, pada Selasa (20/7).

Sebelumnya, uji fungsi telah dilakukan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI. Sivnesia pun telah dinyatakan lulus uji serta mendapat sertifikasi dengan nomor YK.01.03/XLVIII.2/PK/2021 (025 untuk CPAP & 026 untuk BiPAP).

Baca juga: Facebook dkk Ditantang Lebih Aktif Berantas Hoaks COVID-19 di Medsos Indonesia

Eko menambahkan, Ventilator Sivenesia telah melalui serangkaian tahapan pengujian. Dalam skala laboratorium, pengujian utama menyangkut teknis alat sesuai acuan standar. Kemudian uji fungsi ventilator di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.

Dia menambahkan, uji fungsi ini meliputi serangkaian pengujian seperti kinerja sistem (performance), ketahanan sistem (endurance) dan keamanan kelistrikan selama 21 hari tanpa berhenti. Beberapa ujiannya seperti kinerja sistem (performance), ketahanan sistem (endurance) dan keamanan kelistrikan selama 21 hari beroperasi tanpa henti. Tahapan selanjutnya yaitu uji klinis untuk mendapatkan ijin edar alat ventilator tersebut.

Ventilator Sivenesia Punya Dua Mode Operasi CPAP & BiPAP

emergency medicine 3691902 1920Ventilator Sivenesia yang dikembangkan P2ET ini dirancang dengan dua mode operasi Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Bi-level Positive Airway Pressure (BiPAP).

Dijelaskan Eko, mode operasi CPAP merupakan ventilator yang menghasilkan satu level tekanan udara positif yang konstan dan terus menerus diberikan kepada pasien. Tujuan supaya saluran pernapasan pasien tetap terbuka.

Sedangkan mode BiPAP merupakan ventilator yang dapat menghasilkan dua level tekanan udara positif yang berbeda, yaitu pada saat menarik napas (inspirasi) dan pada saat menghembuskan napas (ekspirasi). Mode ini dinilai lebih nyaman digunakan oleh pasien karena akan mengikuti ritme pernapasan dengan tetap terjaga tekanan di akhir napas atau PEEP (Positive end-expiratory pressure) yang diperlukan.

219363963 799756574020322 635189447471201123 n

Ventilator Sivenesia, menurut Eko, bisa berfungsi untuk mencegah tersumbatnya jalan pernapasan seperti gejala yang dialami oleh penderita Covid-19. Kegunaan lainnya untuk melatih otot-otot pernapasan sebelum pasien bisa bernapas secara normal.

“CPAP dan BiPAP ini tergolong dalam sistem pengobatan non-invasif atau tanpa pembedahan yang paling efektif untuk pasien gangguan pernapasan.”

 

“Karena ventilator ini merupakan peralatan medis yang berfungsi sebagai alat bantu pernapasan, maka penggunaan ventilator mode ini harus dengan saran, petunjuk dan pantauan dokter,” ujar dia.

Tinggalkan komen