Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Winwatch Kembangkan Kristal Safir dengan Cip Pembayaran Tanpa Sentuh untuk Jam Tangan

0 22

Metode pembayaran tanpa sentuhan (contactless) semakin diminati, karena tergolong mudah, cepat, dan higienis. Apalagi di tengah pandemi virus Korona, penggunaan dan penyebaran teknologi ini telah berkembang pesat.

Metode pembayaran tanpa sentuhan yang marak digunakan ialah kartu kredit atau kartu debit. Menurut ABI, dua per tiga dari seluruh kartu pembayaran saat ini telah memanfaatkan teknologi tanpa sentuhan. Porsi ini akan terus bertambah hingga di atas 80% pada 2025.

Meski demikian, di Indonesia pembayaran tanpa sentuhan bisa melalui aplikasi dompet digital yang kini makin marak di Indonesia. Selain itu, ada opsi melalui perangkat wearable. Terlebih tingkat permintaan atas perangkat wearable yang dilengkapi fitur pembayaran telah berkembang pesat. Transaksi pembayaran dengan ponsel pintar dan perangkat wearable juga meningkat dua kali lipat dalam setahun, dari 7% hingga kini menjadi 14%.

Melihat peluang tersebut, Winwatch, perusahaan teknologi asal Swiss, mengintegrasikan cip keamanan (security chip) berukuran kecil buatan Infineon Technologies AG. Dengan integrasi chip tersebut, pengguna bisa melengkapi jam tangan biasa atau model jam tangan mewah yang terbuat dari logam dengan fitur pembayaran tanpa sentuhan (contacless payment). Chip ini tertanam dalam kristal safir yang telah dipatenkan Winwatch, STISS. Lebih lagi, chip tersebut mempercepat dan melindungi transaksi pembayaran dengan frekuensi radio dalam hitungan milidetik.

Menurut Alex Kalbermatten, CEO, Winwatch, koneksi cepat dan serbaguna dari jam tangan ke alat pemindai (reader) menjadi aspek penting yang dipertimbangkan pengguna. Infineon disebutnya mengungguli seluruh solusi lain yang tersedia di pasar dalam aspek kualitas nirkabel. Misalnya, dengan mengintegrasikan cip tanpa sentuhan, sehingga mampu mengembangkan kristal safir yang mengubah setiap jam tangan. Dari jam tangan mekanis hingga jam tangan olahraga yang terbuat dari logam, menjadi perangkat pembayaran tanpa sentuhan. Semuanya terwujud tanpa menggunakan baterai.

Sementara itu Björn Scharfen, Head, Product Line Payment & Ticketing Solutions, Infineon, mengatakan dari kartu pembayaran yang biasa ditemui, aksesori mode seperti cincin atau smart wearable, inovasi cip dari Infineon memadukan dunia nyata dan digital, serta mewujudkan transaksi pembayaran yang ringkas, aman, dan higienis.

Dengan pangsa pasar lebih dari 47%*, Infineon menjadi cip pembayaran nomor 1 di dunia yang dipakai pada kartu, serta pemimpin teknologi tanpa sentuhan. Produsen semikonduktor asal Munich ini mengelola pusat kompetensi untuk teknologi tanpa sentuhan di Graz, Austria.

Perpaduan teknologi cip, keamanan data, dan desain antena

Solusi pembayaran tanpa sentuhan membutuhkan tiga rangkaian yang terdiri atas teknologi semikonduktor, enkripsi, serta radio analog. Baik kartu pembayaran, jam tangan, cincin, atau gantungan kunci, cip terintegrasi memiliki peran vital.

Cip ini berfungsi sebagai komputer mini yang hanya berukuran beberapa milimeter. Namun, cip tersebut mampu melakukan dan mengontrol semua komunikasi antara pelanggan dan lembaga keuangan lewat antena kecil. Hanya berlangsung sekitar 200 milidetik—seperti kedipan mata manusia—cip ini membuktikan autentikasi perangkat dengan tanda tangan individual. Juga menciptakan kriptogram dari data kartu, jumlah pembayaran, lalu melakukan pembayaran. Setelah verifikasi berhasil dilakukan, bank mengonfirmasi pembayaran tersebut pada alat pemindai (reader).

Komunikasi antara kartu pembayaran atau perangkat wearable dan alat pemindai memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication). Dalam jarak 2-10 cm, cip ini hanya memakai energi dari alat pemindai untuk melakukan kalkulasi, enkripsi, dan pengiriman data.