Pihak Twitter Layangkan Tuntutan ke Meta Pasca Dirilisnya Threads

4 Min Read
(Sumber: 9to5Google)

Jakarta, Gizmologi – Dalam sekejap, platform media sosial baru bikinan Meta berhasil meraih jutaan pengguna. Bahkan Mark Zuckerberg, sang CEO Meta sebutkan bila Threads berhasil mencapai 10 juta pengguna dalam rentang waktu 7 jam pertama. Namun kabar terbaru menyebutkan bila pihak Twitter tengah bersiap untuk menuntut Meta, melalui surat yang beredar di internet.

Seperti yang kita ketahui, Threads hadir sebagai bagian tambahan platform Instagram, dikhususkan agar para penggunanya bisa ngobrol atau mengadakan diskusi publik lebih leluasa melalui teks. Wujud platform-nya sendiri memang terasa seperti Twitter, mulai dari cara mengunggah post, batasan karakter dalam setiap post, kemampuan untuk membuat thread dan lainnya.

Dikutip dari Semafor.com, seorang pengacara untuk Twitter, Alex Spiro langsung mengirim surat kepada Mark Zuckerberg dalam waktu beberapa jam setelah Threads resmi digulirkan untuk semua pengguna. Surat tersebut berisikan ancaman akan menuntut Meta atas sejumlah tuduhan seperti penyalahgunaan rahasia dagang serta kekayaan intelektual yang diklaim didapat Meta atas mantan karyawan Twitter.

Baca juga: Mengenal Threads, Aplikasi Media Sosial Baru yang Capai 10 Juta Pengguna dalam 7 Jam

Threads Disebut Didirikan dari Sejumlah Mantan Karyawan Twitter

Seperti yang Gizmo friends ketahui, setidaknya dalam satu tahun terakhir ada banyak perubahan yang dilakukan oleh Elon Musk untuk merombak twitter, disebut agar tidak terus merugi. Salah satunya adalah dengan melakukan perampingan karyawan secara besar-besaran. Dalam surat tuduhan pengacara Twitter, Spiro menuduh pihak Meta telah mempekerjakan cukup banyak mantan karyawan Twitter dalam membangun Threads secara instan beberapa bulan terakhir.

Spiro menambahkan, sejumlah karyawan tersebut masih memiliki akses ke rahasia dagang Twitter serta sejumlah rahasia lainnya, sehingga Threads bisa didirikan secara instan sebagai tiruan Twitter dan berkompetisi langsung dengan platform dengan logo burung biru tersebut.

Surat tersebut kemudian tersebar di media sosial termasuk Twitter. Elon Musk sendiri ikutan merespon, dengan mengirimkan cuitan bernada, “persaingan adalah hal yang baik-baik saja, namun tidak dengan tindakan curang”. Selain rahasia dagang, sejumlah karyawan tersebut juga dituduh telah lakukan pengikisan data—aktivitas yang membuat Twitter memberikan limit akses harian sejak beberapa hari terakhir.

Meta: “Tuduhan Tersebut Tidak Berdasar”

Instagram Threads (Sumber: AppleInsider)

Menanggapi layangan tuduhan tersebut, Andy Stone selaku Communications Director pada Meta mengatakan kepada pihak Semafor.com bila semua tuduhan dari Twitter adalah tidak berdasar. “Tidak seorang pun dalam tim teknis Threads adalah mantan karyawan Twitter—itu bukanlah hal yang nyata,” jelasnya.

Ini memang bukan pertama kalinya Meta merilis fitur maupun aplikasi yang terinspirasi dari platform lainnya. Banyak fitur Instagram yang ada saat ini merupakan kombinasi alias gabungan dari bentuk interaksi platform lain. Sebut saja Instagram Stories yang serupa dengan Snapchat, dan Instagram Reels yang sangat mirip TikTok.

Hal sejenis memang sangat lumrah terjadi, dan pada akhirnya kembali ke pengguna yang menentukan pilihan mereka masing-masing. Saat ini, Threads terus bertumbuh secara masif dan sudah berhasil mendapatkan puluhan juta pengguna baru. Pihak Meta sendiri berencana untuk menambahkan fitur di dalamnya agar semakin lengkap di masa mendatang.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version