Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

vivo Watch, Smartwatch Premium dengan Masa Pakai 18 Hari

0 2.879

Brand-brand asal Tiongkok yang berada di bawah payung perusahaan ini, BBK Electronics mulai mencoba untuk merilis perangkat smartwatch mereka masing-masing. Setelah OPPO dengan OPPO Watch, kini giliran vivo yang mencoba perkuat lini perangkat wearables, dengan merilis smartwatch yang pendekatannya berbeda dengan OPPO Watch.

Menjadi smartwatch pertama, vivo Watch hadir dengan tampilan layaknya smartwatch konvensional, memilih bentuk bodi membulat. Meski harganya tergolong tidak terlalu mahal, perangkat ini memiliki material yang cukup premium, hadir juga dengan opsi strap kulit (selain karet silikon berwarna hitam). vivo juga mengunggulkan masa pakainya yang cukup lama, melebihi dua minggu pemakaian.

Keunggulan vivo Watch

Smartwatch ini hadir dalam dua pilihan dimensi; 46mm dan 42mm. Masing-masing memiliki dimensi layar 1,39 inci & 1,19 inci, sudah menggunakan panel AMOLED untuk reproduksi warna yang lebih baik serta kontras warna hitam pekat. Untuk urusan personalisasi, vivo tentu menyiapkan vivo Watch dengan beragam watch face yang bisa dipilih, agar tampak berbeda satu sama lain.

Berbicara tentang material, bodi dari vivo Watch terbut dari stainless steel, yang diklaim lebih kuat dari aluminium. Sementara bagian bezel layarnya terbuat dari keramik yang dibuat presisi—vivo mengatakan perlu waktu mencapai dua bulan untuk menyelesaikan proses pembuatannya, termasuk memanaskan bahan sampai 1400 derajat celsius.

Untuk berikan fitur yang lengkap, vivo Watch dilengkapi dengan total enam sensor yang berbeda. Di antaranya adalah akselerometer, air pressure, geomagnetic sensor, ambient light sensor, GPS dan blood oxygen sensor. Sensor terakhir bisa dibilang cukup krusial, dan layak menjadi daya jual perangkat ini. Di mana penggunanya dapat mengukur kadar oksigen dalam darah (SpO2) sebagai tolok ukur kesehatan.

Untuk meraih masa pakai baterai yang tahan lama, vivo Watch gunakan prosesor “ST miniature”, dipasangkan dengan Apollo ultra-low power coprosessor. Kapasitas RAM-nya cukup besar untuk ukuran sebuah smartwatch, yaitu 2GB. Dan sudah menggunakan standar Bluetooth 5.0 yang lebih hemat daya.

Sementara sensor GPS-nya mendukung lebih banyak standar navigasi, yaitu empat termasuk Beidou, di mana kebanyakan smartwatch lain hanya mendukung dua saja. Dan untuk meningkatkan kesehatan, terdapat total 11 jenis olahraga yang bisa dipilih dan dideteksi kegiatannya oleh vivo Watch.

Termasuk dalam 11 pilihan tersebut adalah lari, bersepeda, berenang sampai naik gunung. Smartwatch ini tahan air hingga kedalaman 50 meter, sehingga tetap aman untuk digunakan saat berenang. Fitur lainnya adalah dukungan untuk menerima notifikasi, mengatur musik sampai NFC yang bisa gantikan access card.

vivo sendiri tak menyebutkan secara eksplisit mengenai sistem operasi yang digunakan. Namun dari daya tahan baterainya sendiri, besar kemungkinan jika smartphone ini jalankan OS sendiri, untuk meraih masa pakai baterai hingga 18 hari dalam sekali charge (khusus varian 46mm).

Harga vivo Watch

Diperkenalkan pertama kali di China,vivo Watch dibanderol seharga 1299 Yuan, atau sekitar Rp2,8 jutaan. Smartwatch ini dapat dipasangkan dengan smartwatch Android maupun iOS, serta dilengkapi asisten suara Jovi untuk berikan perintah lewat suara langsung ke smartwatch.

Mulai dijual pada akhir September mendatang, belum ada informasi mengenai ketersediaannya secara internasional. Jika dilihat dari beberapa waktu kemarin, earphone nirkabel TWS pertama mereka, vivo TWS Neo hadir resmi tak lama setelah perilisan global. Semoga yang ini juga sama ya.