Jakarta, Gizmologi – Ketika membicarakan cloud computing, banyak orang masih menganggapnya sebatas tempat penyimpanan data. Padahal, di balik layanan perbankan digital, aplikasi transportasi online, platform video streaming, hingga layanan pemerintahan elektronik, terdapat infrastruktur cloud yang bekerja tanpa henti. Menurut pengamat telekomunikasi dan dosen STEI ITB, Agung Harsoyo, peran cloud saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi teknologinya.
Dalam podcast Gizmotalk bersama Gizmologi, Agung menegaskan bahwa cloud kini sudah masuk dalam kategori critical infrastructure atau infrastruktur kritis, setara dengan listrik maupun jaringan telekomunikasi yang menopang aktivitas masyarakat modern.
“Kalau sesuatu tidak ada dan membuat kita kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, maka itu sudah masuk kategori kritikal. Listrik misalnya. Begitu juga cloud saat ini,” ujar Agung.
Menurutnya, hampir seluruh layanan digital yang digunakan masyarakat kini berjalan di atas cloud. Mulai dari layanan perbankan, reservasi tiket pesawat, aplikasi kesehatan, sistem pendidikan, hingga berbagai platform digital yang digunakan setiap hari.
Dari Komputer Analog hingga Era Cloud

Sebagai akademisi yang telah berkecimpung di dunia teknologi sejak awal 1990-an, Agung menyaksikan langsung bagaimana evolusi teknologi informasi berlangsung begitu cepat. Ia mengingat masa ketika komputer analog dan digital masih digunakan secara berdampingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan komputasi.
Saat itu, internet berkecepatan tinggi seperti yang dinikmati masyarakat sekarang bahkan sulit dibayangkan. Salah satu lompatan terbesar yang ia lihat adalah hadirnya teknologi fiber optik hingga ke rumah pelanggan atau Fiber to The Home (FTTH).
“Pada tahun 90-an, konsep fiber sampai ke rumah itu hampir tidak mungkin karena sangat mahal. Sekarang kita bisa menikmati internet berkapasitas besar langsung dari rumah. Itu perubahan yang sangat besar dari sisi teknologi maupun ekonomi,” jelasnya.
Perkembangan tersebut kemudian menjadi fondasi lahirnya berbagai layanan berbasis cloud yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital.
Cloud Adalah Layanan
Agung menilai salah satu kesalahan persepsi yang masih banyak ditemukan adalah anggapan bahwa cloud hanyalah tempat penyimpanan data. Menurutnya, esensi cloud sebenarnya adalah service atau layanan.
“Kalau dulu semua aplikasi harus diinstal di komputer masing-masing, sekarang tidak lagi. Aplikasi perbankan, layanan transportasi, video streaming, bahkan berita yang kita baca sehari-hari pada dasarnya berjalan melalui cloud,” jelasnya.
Karena itu, ketika masyarakat menggunakan mobile banking, memesan transportasi online, mengakses layanan AI, atau menonton video melalui platform digital, mereka sebenarnya sedang memanfaatkan layanan cloud tanpa menyadarinya. Agung menyebut fenomena ini sebagai pergeseran menuju kondisi being online, bukan lagi sekadar always online.
“Sekarang ketika kita tidur pun perangkat kita tetap online. Orang masih bisa mengirim pesan, video, atau dokumen. Semua itu berjalan di atas cloud,” tambahnya.
Apa yang Terjadi Jika Cloud Mengalami Gangguan?
Pentingnya cloud sebagai infrastruktur kritis semakin terlihat ketika terjadi gangguan layanan. Agung mencontohkan kasus serangan siber yang pernah dialami Estonia pada pertengahan 2000-an. Saat itu, berbagai layanan digital yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat terganggu secara bersamaan.
Akibatnya, berbagai aktivitas ekonomi dan layanan publik ikut terdampak. “Ketika layanan digital terganggu, antrean muncul di mana-mana. Bank terganggu, transportasi terganggu, layanan publik juga terdampak. Aktivitas bisnis menjadi tidak berjalan normal,” jelasnya.
Dalam konteks Indonesia, khususnya kota besar seperti Jakarta, dampaknya bahkan bisa lebih luas. Pasalnya, semakin banyak aktivitas masyarakat yang kini bergantung pada platform digital berbasis cloud.
Mulai dari layanan transportasi online, aplikasi pesan-antar makanan, sistem pembayaran digital, hingga aktivitas perkantoran dan komunikasi sehari-hari.
“Kalau layanan cloud yang menopang platform-platform tersebut terganggu, maka aktivitas masyarakat bisa ikut terhambat,” katanya.
Reliability Menjadi Faktor Kunci
Karena berperan sebagai fondasi berbagai layanan digital, kualitas cloud menjadi aspek yang sangat penting. Agung menekankan bahwa reliability atau keandalan layanan harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih penyedia cloud.
Ia menjelaskan bahwa industri telekomunikasi selama ini sangat ketat dalam mengawasi kualitas layanan atau Quality of Service (QoS). Hal serupa juga berlaku dalam ekosistem cloud modern.
“Kalau bicara cloud, kata kuncinya tetap layanan. Dan ukuran utama layanan adalah kualitasnya,” ujarnya.
Menurut Agung, penyedia cloud global umumnya menerapkan berbagai mekanisme redundansi untuk menjaga ketersediaan layanan. Salah satunya melalui konsep availability zone, yakni penempatan beberapa pusat data yang saling mendukung sehingga ketika salah satu mengalami gangguan, layanan tetap dapat berjalan melalui lokasi lain.
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan mengapa layanan cloud modern mampu mendukung operasional bisnis dan layanan publik dalam skala besar.
Cloud Menjadi Fondasi Ekonomi Digital
Di tengah tren transformasi digital dan perkembangan AI yang semakin pesat, Agung melihat peran cloud akan semakin penting di masa depan.
AI, layanan digital, sistem pembayaran, hingga berbagai aplikasi berbasis data membutuhkan infrastruktur yang mampu beroperasi secara andal, aman, dan tersedia setiap saat.
Karena itu, menurutnya, organisasi tidak seharusnya melihat cloud semata-mata dari sisi biaya.
“Cloud sekarang sudah menjadi bagian dari infrastruktur digital yang sangat penting. Karena itu yang harus menjadi prioritas adalah mutu layanan, keamanan, dan keandalannya,” tegas Agung.
Bagi Indonesia yang tengah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa fondasi teknologi yang kuat sama pentingnya dengan inovasi yang dibangun di atasnya. Sebab tanpa infrastruktur yang andal, berbagai layanan digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
